Uncategorized

Blogger Bicara Komunitas di Ngumbar Komunitas

Hujan deras dan jauhnya lokasi acara dari rumah tak menyurutkan saya untuk hadir di event komunitas yang digelar detik.com melalui detik community. 18 Februari 2017 lalu di Kuningan City lantai 3 suah ramai sejak pagi. Rangakaian acara Ngumbar Komunitas yang berlangsung dari pukul 08.00 hingga 21.00 ini dimulai dengan Zumba bersama.

Zumba bersama Komunitas kesehatan dengan instruktur yang lincah dan gesit dengan musik yang menghentak membuat pagi terasa segar. Selesai ber-zumba ria, melihat banyak booth bazaar yang menyajikan aneka kuliner nusantara dan luar negeri. Harganya terjangkau dan kualitas rasa berkualitas.

Pelaku usaha muda yang berpartisipasi tak hanya kuliner, fashion dan jasa pun ada. Begitu banyak pilihan dan yang jualan adalah anak-anak muda. Salut dengan kreativitas mereka. Saya pun jadi terinspirasi dengan semangat-semangat pengisi acara ini.

Pukul 9.30 pagi saya ke back stage siap-siap memoderatori acara “Blogger Bicara Komunitas” dengan narasumber dari Komunitas PEDAS (Elisa Koraag) ID Corners  (Salman Faris) Inspirasi Wanita (Ivo Anggrayanty) dan KOPI (Nuty Laraswati).

Karena acara jam 10.30 maka saya ngobrol asyik dulu sama beberapa komunitas pengisi acara lainnya. Saya mengenal Mas Ade yang menjadi MC dan member Komunitas Ngevent serta Music Box yang sedang latihan untuk perform. Seru! Mereka anak-anak muda inspiratif yang mengisi kegiatan dengan hal-hal positif. Bahkan mereka tak terpatok materi atau fasilitas. Contohnya Komunitas Ngevent yang bikin EO awalnya hanya menjual konsep juga Komunitas Music Box yang modalnya tiap weekend kumpul di Taman Menteng buat latihan nyanyi. Suaranya keren-keren!

Untung saya bawa Sekar, jadi Sekar bisa terinspirasi mereka yang usianya barangkali tak beda jauh.

Blogger Bicara Komunitas alhamdulillah terselenggara dengan baik dan lancar. Untuk konten acara diskusi tersebut nanti akan saya ulas sendiri di artikel terpisah.

Pertanyaan demi pertanyaan meluncur, yang curhat colongan pun tak sedikit. Seru pokoknya. Dan menambah berbagai sudut pandang tentang arti dan makna komunitas, mulai dari cara membangunnya, cara menjaganya untuk tetap solid dan lain sebagainya.

Setelah sesi Blogger Bicara, ada sesi lainnya yang tak kalah seru, Bintang tamu Ussy Sulistyawati berbagi tentang bisnis kosmetik, ada juga tips otomotif yang bisa diterapkan. Semakin siang dan malam acara semakin seru. Acara ini berakhir puluk 21.00

Booth-Booth dan Bazaar:

Games menarik, menantang dan berhadiah juga bertebaran. Selain itu, hashtag #NgumbarKomunitas menjadi trending topic No.1. Wow!

Dari acara ini, banyak sekali menarik dan hal baru yang didapat. Terutama networking. Banyak teman baru yang sebelumnya belum pernah bertemu. Saya juga banyak mengulik hal-hal menarik dari beberapa komunitas yang punya kegiatan unik.

Tips saya, jika menghadiri acara seperti Ngumbar Komunitas, sebaiknya sediakan waktu khusus. Di sana banyak banget potensi yang bisa digali. Misalnya, untuk ilmu baru dari orang yang baru ditemui. Bisa digali dan dicerna. Jangan lupa untuk saling follow akun-akun sosial media yang dimiliki. Setelah acara, bisa tettap keep in touch dan bisa saling berbagi informasi.

Selain networking menghadiri acara seperti ini jangan lupa bawa powerbank karena banyak kompetisi sosial media yang bisa diikuti. Seperti Foto Boomerang, Tweet Pic dan Instagram. Untuk fast blog posting pun selalu ada. Jadi, jangan sia-siakan momen acara seru seperti ini, benefitnya harus dimanfaatkan secara maksimal.

Mudah-mudahan tahun depan ada lagi acara seperti ini. 

Advertisements
Uncategorized

Tiga Elemen Penting Naskah Fiksi Layak Muat

Rahma Wulandari (Foto : Facebook Blogdetik)

Acara Sunday Sharing Blogdetik pantang saya lewatkan karena isi workshopnya selalu berisi dan sangat interaktif. Dalam satu ruangan yang penuh aura wawasan. Apa lagi di Sunday Sharing edisi ke 34 ini bekerja sama dengan Majalah Femina. Menghadirkan Editor Fiksi Majalah perempuan ternama, Rahma Wulandari.

Sejak adanya pengumuman event ini, saya langsung mendaftar karena untuk menulis fiksi saya masih gagap dan kaku. Saya ingin sekali menulis cerpen atau prosa sekali duduk. Maka, ini kesempatan untuk berburu ilmu dari masternya.

Setelah perkenalan dengan semua peserta, Rahma Wulandari membagikan tiga tips menulis fiksi yang layak muat di media. Ini dia!

Design Your Story From The First Draft

Relevant Story

Check The Publisher Style

Ketika mengirimkan naskah tidak hanya satu naskah saja, bisa mengirimkan beberapa karena setiap media akan selang seling tema. Lalu, selaraskan gaya cerita dengan idealisme media yang dikirimkan cerpen. Misalnya, Femina tidak meng-endorse poligami jadi tidak usah kirim tema cerpen poligami. Menurut Rahma, Femina menyuarakan keberagaman.

Editing sangat penting. Walau menulis fiksi, EYD juga penting. Biasanya editor sudah bisa menilai dari tiga paragraf pertama. Apabila tidak banyak typo dan cerita mengalir, biasnaya proses editing akan berlanjut. Kalau sudah banyak typo biasanya editor menyingkirkan dulu naskah tersebut.

Dalam acara ini, Rahma mengajak semua peserta melakukan tantangan, yakni membuat sinopsis untuk cerpen yang diberi waktu hanya lima belas menit. Kami dituntut untuk menuliskan sinopsis yang berisi tema, tokoh, plot, setting dan konflik cerita. Wow! Ini menantang sekaligus bikin deg-degan karena hasil pembuatan sinopsis semuanya dibacakan oleh Rahma.

Kami ada yang terkesima, penasaran dan tertawa mendengar berbagai sinopsis peserta yang dibacakan tersebut.

Rahma juga membagikan tips fiksi layak muat di Majalah Femina. Menurut Rahma, di Majalah Femina yang terbit mingguan selalu menyuguhkan cerpen dan cerber. Setiap tahun juga ada Sayembara Fiksi Cerpen dan Cerber dengan hadiah jutaan rupiah dan karya pemenang selalu dimuat dalam Majalah Femina.

Isi cerita yang dikirim dan dimuat di Femina kebanyakan tentang perempuan urban atau kehidupan sehari-hari yang dikemas sesuai dengan hubungan kehidupan perempuan masa kini. Bisa tentang percintaan, karir, persahabatan, hubungan dengan orangtua dan cerita-cerita lainnya.

Umumnya menulis cerpen bisa ditulis dalam 1800 atau 2000 kata dan penggunaan dialog bisa menjadi pemanis serta penegas cerita. Sehingga cerita menjadi ada suaranya. Rahma menyarankan jika dialog tidak terlalu penting dan dirasa memubazirkan kalimat sebaiknya tidak perlu memakai dialog.

“Cerita tanpa dialog bisa saja asal mengemasnya sehidup mungkin, tidak terjebak dalam jurnal pribadi atau curhatan pribadi yang berapi-api.” Kata Rahma.

Rahma juga menekankan bahwa penulis tekankan saja pada proses bercerita, untuk hal-hal teknis, seperti penyesuaian bahasa pakem sesuai media yang dikirimi cerpen, biasanya editor bahasa akan membantu menyelaraskan. Salah satu keistimewaan Majalah Femina adalah mempunyai Editor Bahasa.

Gaya penulisan, tidak menentukan di Femina. Mau menulis dengan gaya tegas, gaya puitis atau gaya serius sah saja. Yang terpenting, cerita tersebut bisa diolah menjadi menarik pasti menjadi pertimbangan.

Rahma juga menyarankan jika membuat cerita, usahakan mencerminkan kisah kehidupan nyata dan jika tokoh-tokohnya ingin lebih hidup, bisa wawancara siapa saja yang karakternya mendekati si tokoh yang akan diceritakan.

Naskah yang dikirim ke Femina biasanya didata dulu lalu didistribusikan ke editor. Harus sabar untuk mendapatkan jawaban atau konfirmasi dimuat atau tidaknya naskah tersebut. Apabila naskah yang dikirimkan ke satu media dan dimuat di media lain, sebaiknya kirim penarikan naskah dari media lainnya agar tidak dobel muat.

Foto : Twitter @FeminaMagazine

Wah asyik banget dapat ilmu langsung dari Editor Fiksi Femina. Sangat mencerahkan. Terima kasih Femina dan Blogdetik atas kesempatannya.

Uncategorized

Mengetahui Sejarah detik.com di Jenius Talk 2

Sebagai penggemar berita online, saya membuka portal detik.com paling sering. Biasanya mencari berita terkini, mencari inspirasi dan cari info barangkali ada workshop yang cocok untuk mengisi konten blog saya.

Tertarik banget saat ada acara Jenius Talk 2 yang bekerja sama dengan detik.com di sebuah cafe yang cozy di bilangan Serpong pada minggu ke empat Januari 2017. Di sana banyak teman baru yang tak biasa hadir di acara blogger sehingga bisa menambah database pertemanan dari berbagai lingkaran.

Talkshow bertajuk detikXJeniusTalk2 ini diperkaya dengan materi yang diberikan Sena Achari dari detik.com dan Pak Irwan dari Jenius Bank BTPN.

 

Sejarah detik.com

Menariknya lagi, dari paparan Sena Achari saya bisa mengetahui sejarah terbentuknya portal berita terbesar di Asia Tenggara detik.com yang berdiri Tahun 1998. Awal berdirinya portal detik.com karena pada 1994, Presiden Soeharto membredel Majalah Detik yang didirikan oleh Budiono Darsono dan Eros Djarot. Maka, Tahun 1998 lahir detik.com yang dibidani oleh Abdul Rahman, Budiono Darsono, Yayan Sofyan dan Didi Nugrahadi.

Saat itu, kantor detik.com berkantor di salah satu sudut Stadion Lebak Bulus dengan ruangan kecil dan apa adanya. Sedangkan Platform detik.com saat itu berbentuk tiga kolom yang sederhana. Hanya satu orang wartawan yang bekerja di detik.com saat itu.

Dari tahun ke tahun, detik.com mengalami perkembangan, baik platform, konten dan program-programnya. Bahkan di tahun 2015 versi mobile nya sudah sangat friendy gadget. Detik.com juga membuka partisipasi jurnalis warga melalui “Pasang Mata” yang merupakan User Generated Content jadi, berita-berita yang tak terjangkau oleh jurnalis, bisa dituangkan oleh masyarakat umum melalui “Pasang Mata” yang dapat diunggah di smartphone.

Uniknya, manfaat dari User Generated Content ini, masyarakat dapat berpartisipasi melakukan laporan kejadian penting dan kondisi lingkungan yang perlu diberbaiki. Laporan ini berdampak pada perubahan menjadi lebih baik karena langsung ditanggapi oleh pihak yang berkepentingan.

Detik.com juga pernah menjalankan fitur detikshop  di tahun 2008 sebelum booming toko-toko online. Namun hanya bertahan satu tahun. Menyadari konsentrasi bisnisnya adalah media, maka detik.com fokus pada media platform news hingga kini.

Tantangan masa kini untuk detik.com adalah Platform Teknologi berupa Facebook, Google, Messenger, Agregator berita dan Browser yang kian massif menjadi trend bagi masyarakat Indonesia. Selain itu berita Hoax yang selalu bertambah dan menjamur susah dikendalikan. Tantangan bagi detik.com untuk bisa mengalahkan berita-berita hoax yang semakin bertebaran itu.

Jenius Rekening Tabungan yang bersahabat

Pak Irwan membuka sesi dengan pemutaran video kebiasaan masyarakat Indonesia yang sangat mobile, bahkan dari mulai bangun tidur sampai tidur lagi, tak pernah luput dari beraktivitas di smartphone. Entah itu baca berita, main games, ngobrol doi aplikasi chat dan masih banyak lagi. Melihat ini, Jenius dari Bank BTPN menjawab kebutuhan masyarakat untuk mempunyai rekening tabungan di bank dengan mudah.

Rekening Jenius menyasar semua kalangan masyarakat mulai tua, muda, usia produktif bahkan generasi millenial. Pembukaan rekening Jenius sangat mudah, cukup download Jenius Apps di play store atau App Store dan register.

Mendaftar rekening Jenius semua dokumen dilakukan dengan foto selfie yang langsung di-upload sehingga efisien dan tidak ribet. Ini millenial banget, semua dokumen diproses secara digital.

Jadi, yang perlu disiapkan untuk membuka Rekening Jenius ini adalah:

  • Download aplikasi Jenius di Play Store atau App Store di Android atau IOS
  • Siapkan KTP dan NPWP
  • Isi data formulir
  • Siapkan No Pin
  • Siapkan nama untuk Cashtag, bikin nama yang seunik mungkin dan mudah diingat.

Terus, apa saja kelebihan Rekening Jenius dibanding Rekening Bank lainnya? Ini dia:

  • Pendaftaran rekening bisa dari mana saja
  • Proses cepat
  • Customer Service bisa melalui tiga pilihan, yakni, Chat, email atau telepon. Nah ini dia, kalau saya lebih suka via chat jadi tak perlu buang pulsa dan tak harus menunggu sampai sambungan telepon diterima oleh petugas CS.
  • Ada Split Bill, membuat kenyamanan saat makan bareng teman atau saudara tapi ingin bayar masing-masing, maka melalui split bill bisa dibagi besaran yang harus dibayar masing-masing. Gak bikin canggung kan saat ingin bayar masing-masing?
  • Bisa kirim dan menerima uang dengan aman. Tanpa harus pergi ke jasa pengiriman uang atau ke ATM. Cukup dari smartphone saja.
  • Ada histori In and Out untuk mengecek uang masuk dan uang keluar.
  • Mudah dan banyak banget kan benefitnya? Dan tidak usah khawatir untuk masalah keamanannya karena Jenius juga terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
  • Fitur Jenius yang fungsional

Senang sekali ikut acara detikXJeniusTalk2 ini, banyak manfaat yang didapat. Selain wawasan ada networking dan hal-hal menarik lainnya.