Uncategorized

Foto Selfie Sempurna dan Musik Berkualitas Dari Vivo V5

Foto Selfie atau Wefie sudah jadi kebutuhan penting buat menyemarakkan gaya hidup masa kini. Tak usia muda atau tua. Dalam menangkap moment penting harus pada saat itu juga. Saat tak ada yang memotretkan, foto sendiri pun jadi dan angle nya kadang-kadang lebih bagus dan pas dari pada dipotret orang lain.

Selfie bukan hal remeh lagi, sudah jadi ritual di setiap event atau kebersamaan. Selfie bisa jadi bahan pembelajaran juga untuk mendapatkan angle terbaik. Walau percobaan demi percobaan sampai berpuluh kali, di situlah seninya dan tantangannya ketika hasil selfie jadi memuaskan.

Berbanding lurus dengan gaya hidup tersebut, Vivo Mobile berinovasi kencang untuk memenuhi kebutuhan gaya hidup masyarakat dalam aktivitas gadget dan online melalui Vivo V5. Terutama buat kawula muda yang tak pernah sepi beraktualisasi melalui akun-akun sosial media yang dimiliki. Vivo V5 memberi fitur-fitur pendukung yang paling pas supaya hasil foto selfie lebih sempurna.

Karena biasanya, kamera depan smartphone pada umumnya kurang optimal hasilnya disebabkan resolusi yang kurang mumpuni. Tapi dari Vivo V5 setiap pemakainya.

Kenny Chandradari Vivo Mobile Indonesia di peluncuran Vivo V5 pada 23 Nopember 2016 di Ritz Carlton Jakarta mengatakan bahwa hadirnya Vivo V5 dapat memberikan kepuasan dalam melengkapi gaya hidup masyarakat dalam menciptakan standar baru tentang kualitas smartphone di pasar Indonesia.

Berikut Spesifikasi Vivo V5:

Jaringan 4G LTE

Layar cukup lebar dengan 13,97 cm (5,5 inch) HD Display

Octa Core-64-bit

4GB RAM/32GB ROM (Expandable up to 128GB) Kombinasi kekuatan ini memberikan kinerja pada pemrosesan grafis dan saat menjalankan multitasking dari berbagai aplikasi, tetap kuat dan tidak memperlambat kecepatan.

Kamera depan 20 MP Menghasilkan warna tajam alami dengan resolusi tinggi. Jika selfie biasanya ngeblur atau kurang fokus, pakai Vivo V5 serasa natural dan tanpa repot mengatur menu setting.

Selfie Softlight, Radiate your beauty, Pencahayaan dari fitur ini membantu ketika selfie di tempat yang kurang pencahayaan. Bak berfoto di studio photo profesional. Tak perlu lighting berlebihan tapi dari pencahayaan ini sudah cukup membantu. Wow! Ya?

Kamera Belakang 13 MP, Cukup memberi kualitas foto yang diinginkan.

Faster Fingerprint Unlocking, Membuka kunci cepat, hanya 0,2 detik

Batere 3000 mAh, Awet dong ya.

Smart Split 2.0 Saat menikmati tontonan video atau film, terus lagi asyik-asyiknya nonton ada pesan WA atau SMS masuk, kita tak perlu menutup layar video tapi cukup klik sekali untuk membagi layar. Jadi tetap bisa sambil menikmati video sambil membalas pesan.

Vivo V5 yang mengusung tagline baru Camera & Music diselaraskan dengan gaya hidup masyarakat yang tak pernah luput dari ponselnya karena butuh mengabadikan setiap moment dan butuh akan hiburan yang simpel dan mudah didapat dengan satu kali klik dari ponsel. Maka, dua hal antara kamera dan musik yang menjadi kebutuhan utama gaya hidup masyarakat difokuskan Vivo V5 untuk mengakomodasi masyarakat agar dapat lebih berekspresi dengan kamera dan musik yang sempurna untuk dinikmati kapanpun.

Hi-Fi Music Kualitas suara yang jernih dengan Audio Chip Custom-made AK4376 yang ikonik. Kualitas audio terbaik bisa didapatkan dari fitur ini karena memberikan rasio signal to noise hingga 115dB.

Agnes Monica, Brand Ambassador Vivi V5 yang hadir dalam peluncuran Vivo V5 ini juga berpendapat bahwa selfie itu penting untuk mengabadikan moment secara cepat dan kamera Vivo V5 memberi pengalaman baru dalam memberikan kepuasan foto selfie.

Kesimpulannya, dengan spesifikasi dan fitur yang dijelaskan di atas, Vivo V5 tak hanya asyik buat gaya hidup dan hiburan tapi bisa mendukung pekerjaan juga. Terutama bagi yang suka membuat desain, membuat video atau aktivitas lainnya di smartphone. Dalam harga yang lumayan terjangkau, garansi 24 bulan service gratis, Vivo V5 ini worth menjadi partner gaya hidup dan kerja.

Advertisements
Uncategorized

Baksos dan Bercengkrama dengan Warga di Taman Bahowo

                                                                   Taman Mangrove Bahowo

 

Kegiatan Jelajah Gizi Minahasa bersama Nutrisi Untuk Bangsa ini, daya tarik dan kesan uniknya adalah tidak hanya mengangkat soal kuliner. Ada bakti sosial penanaman Mangrove di Taman Bahowo. Kami peserta Jelajah Gizi Minahasa, terlibat langsung menanam Mangrove di area Taman yang masih gundul.

Tempat yang kami tanami Mangrove adalah Lingkungan IV Bahowo, Kelurahan Tongkaina, Kecamatan Bunaken Kota Manado. Pusat Rehabilitasi dan Pembibitan Mangrove di sana salah satunya didukung oleh Aqua PT.Danone yang memberikan 500 bibit Mangrove.

Menurut Rio Puasa, selaku Koordinator Program Mangrove Taman Bahowo, fungsi Mangrove di Taman Bahowo sebagai penghalau ombak besar supaya tidak sampai ke rumah warga di pesisir. Mangrove dapat menahan terjangan ombak besar.

                                                                Bibit Mangrove yang siap ditanam

 

Jenis Mangrove yang ditanam di Taman Bahowo, terdiri dari Bruguiera Gymnorhiza, Rhizaphora Apiculata, Ceriops Tagal dan Rhizophora Mucronata.

Mangrove yang dibudidayakan juga menambah nilai ekonomi untuk warga setempat. Menurut Rio, satu bibit Mangrove dijual seharga Rp.2500 oleh warga. Hal ini dimaksudkan, saat organisasi LSM dan institusi lainnya selesai mendampingi, warga sekitarnya bisa mandiri dalam membudidayakan Mangrove.

Tanaman Mangrove sangat penting bagi ekosistem pantai, agar penghijauan memberikan oksigen segar dan menahan terjangan ombak besar. Hal ini dapat menjadi inspirasi untuk daerah lain.

Kata Ibu Ema, dari Kelompok Mangrove Tunas Baru Bahowo, bahwa Taman Mangrove yang tersisa di Minahasa yang terluas hanya di Taman Bahowo ini. Yang lainnya sudah banyak yang tergusur dan tidak dioptimasikan. Oleh karena itu, ia berharap semua pihak dapat membantu dalam mempertahankan ekosistem terkait Mangrove ini agar bisa berkembang dan tidak punah. Binatang-binatang sekitar pantai pun akan bertahan jika Mangrove ada.

Kelompok Mangrove Tunas Baru Bahowo merupakan organisasi yang mengedukasi komunitasnya beserta penduduk mulai dari edukasi ekosistem, pengelolaan sampah dan dasar-dasar jurnalis.

Taman Mangrove di Taman Bahowo juga difungsikan sebagai daerah wisata. Jadi, bagi siapa pun yang ke Manado, jangan lupa mengunjungi Taman Mangrove Bahowo, di sana bisa ikut menanam Mangrove, menyelusuri terumbu karang dan snorkeling di Taman Laut Bahowo.

Urusan kuliner, tetap nomor satu. Di sana, saya dan teman-teman menikmati nasi hangat dengan lauk utama, Ikan Kakak Tua. Unik banget ikan ini, tulang ikannya berwarna biru dan hidup di Pantai Bahowo. Menurut warga, cara menangkap ikan ini sangat mudah dan memasaknya tak perlu banyak bumbu. Cukup digoreng atau dikukus lalu dihidangkan bersama sambal Dabu Dabu.

                                                             Foto oleh: FB Nutrisi Untuk Bangsa

                                                        Foto oleh: FB Nutrisi Untuk Bangsa

                                                                           Onde Minahasa

Di Taman Bahowo pun ada jajanan Kue Onde dan Panada yang enak disantap dengan teh hangat sambil menikmati angin pantai yang sejuk.

Kue Onde di Manado, terbuat dari tepung ketan yang diisi larutan gula merah dan luarnya ditaburi kelapa parut. Mirip Kue Klepon di Jawa Barat.

Berkesan dan terasa nikmat, setelah menanam Mangrove, kembali ke meeting point melalui rute jalan lumpur. Asyik sekali, kami ditantang untuk jeli saat berjalan, supaya tidak menginjak bibit-bibit Mangrove yang baru ditanam tapi berupa batang saja. Kami pun asyik menenggelamkan kaki dalam lumpur sambil berjalan dan becanda.

Kegiatan di Taman Mangrove Bahowo ini, membuat kami akrab dengan alam secara langsung dan bebas menyapa warga sekitarnya yang ramah dan welcome.

Semoga suatu saat bisa kembali ke Taman Mangrove Bahowo yang asri, sejuk dan bersahabat. Dan saya berharap lebih banyak lagi organisasi dan institusi yang bisa membantu warga Taman Bahowo dalam pendampingan pelestarian Mangrove serta edukasi-edukasi lainnya.

Uncategorized

Pemandangan Indah Kuliner Bergizi di Danau Tondano dan Bukit Rurukan

Rangkaian Jelajah Gizi Minahasa tak cukup dituliskan dalam satu atau dua artikel, saya akan membuat beberapa sekuel. Yang pertama saya tuliskan adalah hasil penjelajahan di hari pertama tiba di Minahasa.

Makanan yang disantap di Restoran Tumou Tou di pinggir Danau Tondano yang tenang dan asri. Kami makan siang sambil membedah gizi setiap lauk yang terhidang dengan penjelasan dari Profesor Ahmad Sulaiman.

Menikmati kuliner khas daerah jika di tempatnya langsung, memang lebih nikmat dan terasa keasliannya. Di sana bisa mengetahui juga kearifan lokal dan budaya cara mengolahnya sehingga muncul ke-khas-an cita rasanya yang tak dapat disamakan dengan makanan daerah lain walaupun bahan dasarnya sama.

Perkedel NIKE

Saat saya menulis artikel Perkedel Nike, kesulitan sekali menemukan Ikan Nike di Jakarta. Saya tidak mau memakai foto-foto yang ada di google, ternyata Ikan Nike hanya terdapat di perairan Gorontalo dan Minahasa. Itu pun musiman, hanya bisa dipanen sebulan sekali. Menurut Prof. Ahmad Sulaiman, Ikan Nike sifatnya seperti Ikan Salmon, saat mau bertelur, bergerombol ke muara sungai dalam kelompok besar. Bentuknya kecil-kecil seperti Teri tapi Ikan Nike lebih kecil lagi.

Penganan dari Ikan Nike, dibuat perkedel, pepes atau dioseng. Kandungan gizinya mengandung protein dan tinggi kalsium.

Sate Kolombi

Jangan membayangkan sepeti sate ayam, saat dihidangkan makanan ini, nyaris histeris saya. Ini adalah makanan favorit saya, kalau di Jakarta, saya sering menemukan di pasar. Namanya Tutut tapi di Minahasa namanya Kolombi. Siput Danau ini, bentuknya lebih besar dari Tutut yang sering saya temui. Rasanya juga lebih gurih renyah. Apa lagi dihidangkan dengan bumbu kuning pedas. Khas banget Minahasa.

Kolombi ini, menurut Prof. Ahmad Sulaiman, mengandung Asam Esensial, Vitamin E, Tinggi protein, sumber kalsium, mengandung Omega 3 dan 6 serta pengendali kolesterol. Kolombi banyak sekali di Danau Tondano dan menjadi sumber protein hewani bagi warga Minahasa.

Saya sampai menghabiskan dua piring sate kolombi. Enak tiada tara, sampai lupa diri saat makan hehehe.

Dabu-Dabu

Dabu-Dabu sering saya temukan, sambal khas Minahasa ini jika melihat bahan-bahannya, mudah ditemukan dan sangat simpel membuatnya. Tapi anehnya, jika membuat sendiri, tidak berasa Dabu-Dabu. Tapi, saat saya makan Dabu-Dabu di tempat aslinya, seperti dapat makanan spesial. Campuran potongan dadu cabe merah, rawit, bawang merah dan tomat segar ini dihidangkan dengan campuran kecap yang tak terlalu banyak. Segar dan penetral hidangan lain yang penuh bumbu rempah.

Ciri khas Dabu-Dabu, banyak tomatnya. Enak disantap dengan ikan bakar dan pendamping lauk lainnya.

Ikan Mujair

Mujair goreng yang dihidangkan di Tumou Tou ini, terasa renyah dan gurih. Didapat dari Danau Tondano yang ditangkap segar. Dihidangkan dengan sambal Dabu-Dabu lezatnya bikin selalu nambah lagi. Apa lagi makan di pinggir danau yang sejuk.

Di Tumou Tou, kami tak hanya makan, tapi mendapat asupan ilmu dari Marrysa Tunjung Sari tentang cara memotret yang baik dan materi vlogging dari Sutiknyo yang akrab dipanggil Mas Bolang.

                                                                        Kolembeng Merah

Lemet Bulu

                                                                                  Lemet Bulu

Kenyang dan puas di Tumou Tou, kami menuju rumah Pak Camat daerah Lembean Timur. Ibu Camat dan Ibu Ema memperagakan cara membuat Nasi Jaha, Lemet Bulu, Bobengka, Kolembeng Merah, Apang Merah dan Klappertart. (Makanan-makanan ini beserta cara membuatnya akan saya tulis tersendiri dalam satu artikel)

Senang bersilaturahim di rumah Pak Camat sambil menyantap kue-kue khas Minahasa dengan semilir angin sejuk di halaman rumahnya yang dikelilingi pegunungan dan terdengar gemericik air.

Hari sudah petang, kami bergegas ke Rurukan. Desa Agrowisata, tempat budidaya sayur dan bunga. Masih ingat dengan Festival Bunga Tomohon yang mendunia, ternyata ini sumbernya. Kami menikmati sejuknya petang di Bukit Temboan sambil menikmati pemandangan yang menghampar luas dengan kebun sayur dan bunga.

                                                        Pisang Goroho dan Sambal Bakasang

                                                                          Bukit Rurukan

Dinginnya Bukit, dihangatkan teh manis dan camilan Pisang Goroho dicocol Sambal Bakasang dan Sambal Roa. Unik sekali, kalau biasanya saya menyantap pisang dibalut tepung terigu dan gula, ini dicocol sambal. Ternyata memang Pisang Goroho ini terbuat dari pisang yang tidak matang dan tak bisa matang. Makanya dibuat penganan asin bahkan sebagai pendamping lauk. Lidah saya mudah menyesuaikan diri, jadi makan apa pun walau ada perubahan cara menghidangkannya, buat saya tetap enak.

Oh ya, sambal pendamping Pisang Goroho adalah Sambal Bakasang, dalam bahan dasarnya ada telur ikannya yang berbentuk butiran. Jadi, menyantap Pisang Goroho cocol Sambal Bakasang, kita memperoleh protein dan vitamin yang cukup tinggi. Pisang Goroho pas banget disantap pengidap Diabetes karena rasanya yang tawar.

Pulang dari Bukit Rurukan, kami menutup rangkaian hari pertama Jelajah Gizi dengan Dinner di Restoran Green Garden.

Uncategorized

Santapan Unik Dari Perairan NTT dan Manado

Mengunjungi Nusa Tenggara Timur tahun lalu merupakan hal tak terduga untuk saya, melalui jalan menulis saya bisa mengunjungi tempat indah Pulau Lembata, lebih kurang tiga per empat jam dengan pesawat kecil dari Kupang. Penduduknya yang ramah dan pemandangan indah dengan laut biru dan perbukitan hijau, membuat saya termanjakan.

Walau dalam rangka pekerjaan tapi saya menikmati perjalanan itu layaknya berlibur dan refreshing. Wisata kuliner jadi prioritas utama saya di sana. Saya tak ingin makan soto, bakso, sayur asem atau apa pun itu yang sering saya temui di Jakarta.

Ditemani Kak Bernadete, saya keliling Lembata dan mengunjungi Desa Kolipadan. Di sana tak banyak warung makan jadinya saya mencicipi makanan khas NTT saat dijamu penduduk ketika kunjungan. Wah, ini kebetulan sekali. Saya bisa ikut nengok dapurnya sekalian sambil lihat cara masaknya.

Penduduk Desa Kolipadan mayoritas penduduknya bermatapencaharian sebagai nelayan. Termasuk para perempuannya. Banyak yang berprofesi nelayan sampai tua. Bahkan ada seorang ibu yang bercerita pernah tenggelam saat melaut, padahal usianya sudah 60 tahun lebih. Kuat sekali ya?

Hidangan laut khas NTT yang saya cicipi, benar-benar unik dan jarang ada. Dimasak secara sederhana tapi lezat dan kaya nutrisi. Ini dia hasil buruan saya:

                                                                         Urap Rumput Laut

                                                                  Tumis Rumput Laut

Urap dan Tumis Rumput Laut; Terbuat dari rumput laut segar yang belum diolah. Rumput laut yang selama ini saya kenal hanya untuk agar-agar, di sini saya menyantap urap dan tumisnya memakai bumbu rempah. Karena rasanya sudah asin, rumput laut segar ini ketika memasaknya tak memerlukan garam atau penyedap rasa. Rasanya unik, kenyal, renyah, asin dan gurih.

Kandungan Gizi

Urap dan Tumis Rumput Laut ini mengandung Antioksidan, Vitamin C, Vitamin K, Kalsium, Yodium, Zat Besi dan Asam Lemak Omega 3 serta serat alami. Sangat menyehatkan tentunya.

Resep Tumis dan Urap Rumput Laut:

Bahan:

¼ Kg Rumput laut segar, 2 siung Bawang merah, 1 butir Bawang Putih, 1 buah Jeruk nipis, Lada putih dan Minyak sayur secukupnya.

Cara Membuat: Cuci bersih rumput laut lalu rendam dalam perasan jeruk nipis. Tumis bawang merah, bawang putih dengan sedikit minyak sayur, setelah layu, masukan rumput laut dan lada, masak selama tiga menit dalam api sedang. Setelah matang dapat disantap bersama nasi Jagung Titi dan Ikan Kembung Bakar.

*Untuk Urap, tinggal menambahkan parutan kelapa setengah tua yang ditumis bersama bahan lainnya. Bisa ditambahkan sambal cabe merah.

Di Desa Kolipadan, saya memerhatikan penduduknya tak banyak yang memasak ikan dengan memakai bumbu yang banyak seperti di Pulau Jawa. Mereka rata-rata hanya membubuhkan garam dan perasan jeruk nipis dibakar di perapian kayu.

                                                                     Ikan Kembung Bakar

                                                                      Kepiting Bakar

Alam NTT yang melimpah dengan keragaman pangan lautnya, saya takjub ketika ada seorang ibu yang mengangkat kepiting besar dari pinggir laut yang bersembunyi di balik batu. Dia hanya membubuhkan garam lalu memasukkan ke dalam bara api di perapian kayu. Hasilnya sangat gurih dan legit.

Untuk mendapatkan makanan khas laut yang menjadi hidangan istimewa bagi masyarakat Lembata, tak harus selalu memakai bumbu lengkap diulek atau diblender. Dimasak sederhana pun bisa langsung jadi dan lezat rasanya. Pola masak seperti ini, dilakukan mereka karena umumnya jauh ke pasar untuk membeli aneka bumbu, jadi mereka harus kreatif mengolahnya dengan bahan-bahan yang ada di sekitar rumahnya. 

Ini merupakan ketahanan pangan lokal yang diupayakan masyarakat NTT. Mereka selalu memanfaatkan potensi pangan yang ada.

Sedangkan kudapan unik dari Manado, saya sangat terpikat dengan Perkedel Nike. Ikan Nike ini sifatnya musiman, dalam sebulan hanya satu kali musim. Biasanya Ikan Nike hidup di pinggiran pantai. Ketika saya berkunjung ke Manado beberapa bulan lalu, sempat bertanya ke pengolah makanan di restoran yang saya kunjungi. Katanya Ikan Nike mudah ditangkap dalam jaring yang dibuat nelayan. Ikan Nike bergerombol dalam kelompok besar dan memudahkan para nelayan menangkapnya.

Ikan Nike biasanya dibuat aneka masakan, bisa pepes, tumisan dan salah satu yang saya cicipi langsung adalah Perkedel Nike. Unik, gurih dan bikin gak berhenti menyuap. Ikan-ikan kecil yang mengandung banyak protein dan kalsium. Ikan Nike ini masih keluarga Ikan Teri, jadi untuk gizinya gak jauh-jauh dari Ikan Teri, cuma Ikan Nike ini ukurannya lebih kecil.

Ikan Nike dipercaya masyarakat Sulawesi sebagai anak naga dan ketika musimnya tiba, dianggap pembawa berkah. Saat penangkapan Ikan Nike ini, masyarakat dan nelayan berbondong-bondong menangkapnya bersama-sama.

 

Ini bocoran resep Perkedel Nike dari koki sebuah rumah makan Masakan Manado:

Bahan:

  1.   ¼ Kg tepung terigu
  2.   ¾ Kg ikan Nike
  3.   ½ genggam dau mint atau kemangi
  4.   1 helai daun bawang
  5.   2 siung bawang putih
  6.   Merica bubuk
  7.   Garam
  8.   Penyedap rasa
  9.   Air

Cara Membuat:

  1.       Semua bahan dicampur dalam satu wadah
  2.       Geprek bawang putih, cincang daun mint dan daun bawang.
  3.       Setelah adonan tercampur rata, siapkan penggorengan dengan minyak banyak dan api sedang.
  4.       Goreng sampai kecoklatan lalu angkat dan tiriskan.

Perkedel Nike dapat disantap bersama Bubur Manado atau dimakan sebagai camilan. Kalau saya, dimakan langsung atau bersama santapan lain, pasti akan ludes dalam sekejap. Kerenyahannya itu bikin ngangeni. 

Mudah bukan? Semua masakan laut tersebut mempunyai gizi yang cukup walau diolah dengan cara sederhana. Menguatkan ketahanan pangan lokal dan memberi ciri khas yang membuat kita ingat dengan daerah asalnya. Menyantap makanan ini sangat memorable dan kreasinya unik, tak pernah terbayangkan. Urap Rumput Laut dan Perkedel Ikan Nike.

Kesimpulannya, untuk mendapatkan makanan enak, bukan seberapa istimewa bahan-bahan masakannya dan bukan seberapa mahal harganya. Melainkan seberapa kreatif mengkreasikan bahan-bahan yang ada menjadi masakan yang lezat dan terus diingat.

 

Uncategorized

GIV Body Wash Sahabat Sejati Sejak Dulu

Saya masih ingat puluhan tahun lalu, saat usia saya masih 6 tahun. Tante saya yang masih SMA, ditugaskan membuat kerajinan tangan dari sabun. Membuat keranjang yang dikreasikan dari sabun batangan bersama pita berwarna dan jarum pentul. Sabun yang dipilih tante saya adalah Sabun GIV batang. Katanya bentuknya pas menyerupai keranjang dan wangi. Saya memerhatikan Tante saya membuat keranjang dari sabun GIV tersebut sampai selesai. Saya pegang hasilnya sambil dicium-cium karena harum.

Itu kenangan saya saat melintas kata Sabun GIV. Selain dipakai untuk mandi oleh keluarga, saya lihat jika ada pesta ulang tahun teman sebaya, beberapa teman menghadiahkan Sabun GIV sebagai kado. Hihihi saking uniknya karena waktu itu Sabun GIV pakai kardus kecil. Jadi mudah dibungkus kado. Yang menerima terlihat senang-senang saja.

Perkembangan zaman semakin canggih, menurut data, pertumbuhan sabun batangan 0,3% sedangkan sabun cair mencapai 8,4% dan GIV masih dicari dan dibutuhkan banyak konsumen walau semakin banyak merek sabun. Semakin canggih dan inovatif, WINGS CARE pun meluncurkan GIV Body Wash sesuai selera wanita masa kini.

Kepraktisan GIV Body Wash terasa lengkap dengan varian Damask Rose & Cherry Blossom (pink), White Flowers & Vanilla (putih), Passion Flower & Sweet Berry (ungu). Bisa dipilih sesuai karakter pemakainya. Kandungan Vitamin E sebagai Antioksidan dan Shea butter berupa lemak kacang pohon di-ekstrak dari Afrika yang berfungsi melindungi kulit dari paparan sinar matahari. Sudah digunakan sejak zaman purbakala. Fungsinya lebih dari sekadar pelembap.

Tema yang diangkat dalam acara Talkshow bersama Wings Care ini “Find Out Your Fragrance for your Character” menurut  Clara Tri dari Fragrance Expert dari Firmenich Fragrance House, parfum adalah suatu karya seni yang dipengaruhi tren dan sangat berhubungan dengan fashion. Oleh karena itu, Wings Care melalui GIV Body Wash mendukung industri kreatif melalui ajang fashion bergengsi Jakarta Fasion Week.

Pada Jakarta Fashion Week 2017 di Senayan City Main Atrium, GIV Body Wash turut serta mengisi acara dan memberikan inspirasi terhadap perancang Albert Yanuar. Menampilkan Algarry Collection. Menurut Albert, koleksinya terinspirasi dari GIV Body Wash yang wanginya berkelas, elegan dan motif bunga-bunganya yang segar. Perpaduan warna yang harmonis, antara putih, ungu dan pink mendominasi karya Albert menjadi lebih dinamis.

Inovasi dari GIV Body Wash yang terus menyesuaikan dengan perkembangan zaman ini, mudah-mudahan selalu memberikan inovasi dan gebrakan yang mampu menjadi magnet bagi para pencintanya. Karena GIV merupakan salah satu pelopor sabun yang legendaris. Saya saja sampai sekarang masing ingat para bintang iklannya yang dulu.

Uncategorized

Menyimak Tips Gigi Sehat Bersama Systema

Kesehatan dan penampilan gigi merupakan faktor kecantikan utama yang memberikan rasa percaya diri. Bayangkan saja, jika ada yang cantik atau ganteng tapi tidak pernah senyum atau tertawa. Pasti angker kan? Hehehe

Apa lagi buat seorang publik figur atau yang pekerjaannya menuntuk penampilan sempurna dan full smile. Gigi harus benar-benar terawat dengan baik.

Wings Care bekerja sama dengan Lion Corporation mengembangkan inovasi Pasta Gigi Systema Pro Sensitive dan Systema Pro Sensitive Whitening. Dalam gelaran Jakarta Fashion Week 2017 di main Atrium Senayan City, beberapa narasumber terkait merek pasta gigi ini melakukan talkshow untuk mengedukasi masyarakat.

Dalam talkshow di Jakarta Fashion Week 2107, hadir Drg.Melissa Adiatman yang mengemukakan fakta-fakta gigi sehat. Menurut Drg.Melissa, gigi harus diperlakukan dengan baik dan benar. Mulai dari cara menyikat yang tidak terlalu kasar dengan sikat yang kurang tepat, bisa menyebabkan gusi terangkat dan akar gigi terbuka sehingga menyebabkan ngilu karena gigi sensitif. Penggunaan pasta gigi pun harus diperhatikan, tidak mengandung banyak deterjen yang bisa menyebabkan mulut kering, akibatnya menimbulkan bau tak sedap.

Dokter Melissa pun memaparkan, pola makan yang tepat pun harus dilakukan agar gigi terjaga. Tidak makan atau minum yang terlalu panas atau terlalu dingin, tidak makan yang terlalu asam dan harus rajin membersihkan gigi setiap mandi. Jika sehabis makan yang berbumbu banyak, sebaiknya sikat gigi setelah makan.

Aktivitas seperti pemutihan gigi sendiri atau perawatan penggunaan kawat gigi, sebaiknya konsultasi dulu ke dokter gigi agar menjalani prosedur yang benar dan tidak terjadi hal yang tak diinginkan. Kalau pemutihan gigi atau bleaching terus menerus, gigi bisa cepat aus dan sensitif.

Monica Raharja, Senior Brand Systema memaparkan bahwa penggunaan pasta gigi dan sikat gigi yang tepat pun bisa mempercantik gigi. Systema menjawab kebutuhan konsumen dengan menciptakan Systema Pro Sensitive untuk gigi sensitif dan Systema Pro Sensitive Whitening sebagai pemutih yang tidak terlalu keras. Formulasinya sudah disesuaikan dengan kondisi gigi pada umumnya. Begitu pula dengan sikat gigi. Systema menghadirkan sikat gigi yang ramping, lembut dan kuat. Tidak menyebabkan luka dan kerampingannya menjangkau semua area gigi termasuk sela-selanya sehingga membersihkan gigi bersih tuntas.