Uncategorized

Wonderful Life Film Inspirasi Bagi Para Orang Tua

SINOPSIS

Amalia (Atiqah Hasiholan), seorang ibu dengan kesibukan kantor yang tak pernah ada ujungnya, berusaha membuat hidupnya sempurna dengan segala upayanya. Termasuk ingin menjadikan anaknya pintar dalam hal akademis. Sikap ini menular dari pola asuh ayahnya yang mendidik anak-anaknya bersikap perfeksionis tanpa kompromi. Sampai adik Amalia yang hanya punya IP 3 dianggap pas-pasan dan ditekan terus oleh ayahnya sampai meninggal.

Amalia pun keras memaksakan anaknya Aqil (Sinyo) Berapa pun biaya dia keluarkan untuk menjadikan Aqil pintar, datang ke beberapa psikolog dan therapyst tapi hasilnya tetap, Aqil divonis disleksia, kondisi kesulitan membaca dan menulis. Tetapi Aqil punya bakat menggambar dan mewarnai. Sikapnya pun ceria dan normal.

Kakek Aqil tetap menyuruh Amalia mengobati Aqil, lalu Amalia membawa Aqil ke luar kota untuk mencari pengobatan alternatif. Hasilnya tetap nihil. Sebab pengobatan-pengobatan alternatif tersebut tak paham secara medis apa yang dialami Aqil. Hal ini membuat Amalia semakin tertekan. Kondisi pedesaan yang jauh dari mana-mana dan tidak ada sinyal provider, semakin membuat amarahnya memuncak.

Semua deal proyek di kantornya batal dan anak buahnya kecewa. Dalam perjalanannya bersama Aqil, Amalia mulai merasakan kesadaran. Bahwa apa yang dilakukannya adalah upaya yang kurang tepat. Sebab menurut psikolog yang pernah didatanginya, Aqil tidak dapat diobati. Tapi bisa membuatnya baik-baik saja dan mempunyai kelebihan dalam bidang yang diminatinya. Dengan cara tidak melakukan penekanan, memfasilitasi bakat yang sesungguhnya dan harus banyak senang=senang, seperti bermain bersama, travelling bersama dan ikut terlibat dalam kesukaan Aqil, yaitu menggambar.

Tak disangka, dalam perjalanan Amalia dan Aqil, mereka menemukan titik balik hubungan yang lebih erat dan saling memahami. Dari kekerasan hati Amalia dan semua peristiwa di perjalanan itu, membuat Amalia sadar, bahwa hal terpenting adalah membuat anaknya bahagia dan fokus ke solusi dengan keadaan anaknya yang disleksia. Amalia semakin berpikir logis dan mengambil keputusan tidak mencari-cari pengobatan alternatif lagi. Melainkan selalu mendampingi Aqil dalam sisi-sisi kehidupannya.

Amalia merasakan hikmah yang besar dan mendapatkan sesuatu yang lebih berharga dari pada idealisme yang dipaksakan. Ia pun lebih fleksibel dalam bersikap pada lingkungan pekerjaannya.

 

REVIEW

Film yang diangkat dari kisah nyata ini, tak hanya mengandung inspirasi bagi orang tua yang punya anak disleksia saja tapi untuk semua orang tua yang terlalu sibuk dengan berbagai urusan. Selayaknya tak menuntut anak-anak sesuai ambisi orang tua. Biarkan anak mengalir sesuai minatnya. Orang tua hanya mengarahkan.

Pesan moral lainnya, dari film ini menyiratkan pesan jelas bagi siapa pun untuk menyadari pentingnya kehadiran orang-orang yang dicintai dari pada memenangkan ego sendiri tanpa berpikir panjang terhadap keadaan orang di sekitarnya.

Sikap penerimaan yang ikhlas tapi berusaha semaksimal mungkin dalam memecahkan berbagai persoalan adalah lebih baik dari pada menghakimi keadaan.

Saya beruntung bisa ikut acara nonton bareng ini dan salut dengan Sari Ayu Martha Tilaar dan Visinema Creative, and Co yang mengkampanyekan Gerakan Be Wonderful Movement melalui film Wonderful Life ini. Karena membuat film tak sekadar hiburan, ada misi sosial untuk mengajak perempuan-perempuan Indonesia untuk melakukan perubahan-perubahan berarti dimulai dari kehidupan keluarganya. Dengan menciptakan keadaan yang lebih baik untuk memperoleh keharmonisan yang relatif.

Nonton bareng Komunitas “Sahabat Cewek” dan Lintas Komunitas 8/10 di Senayan City Jakarta

Jangan lewatkan film ini, akan tayang di seluruh bioskop mulai Tanggal 13 Oktober 2016. Jangan lupa bawa tisu, karena akan berderai air mata di beberapa sesi film ini hehehe.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s