Uncategorized

Tokoh Fiksi Inspirasi Saya

Aslan dalam film Narnia. Tokoh ini adalah seekor singa gagah perkasa sahabat Peter, Edmund, Lucy dan Susan. Rela membela negeri Narnia dan kebenaran dengan segenap jiwa raganya. Narnia memang film fiksi tetapi tokoh Aslan sangat hidup. Saat berdialog, gestur tubuhnya yang bijaksana dan sikap mengayomi rakyat di negeri Narnia yang meluluhkan.

 

                                                                   Foto : Simplywallpaper.net

Saya sangat ngefans dengan Aslan, Singa gagah ini karena dalam film ini ekspresinya sangat mewakili pemimpin yang memihak pada rakyatnya. Contohnya ketika melindungi Edmund dari penculikan yang dilakukan oleh Ratu Narnia yang jahat, Aslan berunding dan bersedia menggantikan Edmund agar dia lah yang menjadi korban. Sementara Edmund minta dibebaskan.

Tetapi kebenaran adalah tetap benar, Narnia selamat dari Ratu jahat tersebut, Aslan dan rakyatnya selamat dan Narnia menjadi sejahtera. Peter diangkat menjadi Raja Narnia sementara kemakmuran menghampiri, Aslan bukannya memimpin negeri yang telah diselamatkannya. Aslan memilih pergi dan memberikan kesempatan kepada rakyatnya untuk memimpin negeri tersebut.

Jika saja di negeri nyata ada pejabat atau pemimpin seperti sosok fiksi Aslan, mungkin suatu negara akan terhindar dari keserakahan pemimpin yang korup, haus jabatan dan sibuk memperkaya diri sendiri. Seandainya.

Selain tokoh fiksi Aslan, saya juga suka sekali tokoh-tokoh yang ada dalam serial Sesame Street masa saya SMP dulu, hampir setiap hari saya nonton serial ini sepulang sekolah. Tokoh seperti Ernie, Bert, Elmo dan lain-lain sangat menghibur dalam dialog dan musikalnya. Selain itu ada muatan edukasinya.

                                                                   Foto : http://www.azcentral.com

Tokoh-tokoh ini juga sangat ramah anak dan tak berubah ditelan zaman. Kalau menonton Sesame Street, seperti ada sugesti bahagia karena teringat masa kecil.

Lalu ada tokoh fiksi lainnya dari produk Disney, yakni Kwak, Kwik dan Kwek keponakan Paman Donald Bebek yang manja tapi cerdas. Setiap melihat tingkah polah lucunya yang hidup dengan Donald yang kocak, ceroboh dan tidak fokus, tiga bebek kecil ini selalu punya solusi untuk memecahkan masalah pamannya.

                                                                       Foto: en.wikipedia.org

Kwak, Kwik dan Kwek di sekolahnya ikut Pramuka, ada adegan dalam komiknya ketika mereka terancam perampokan, mengambil tindakan untuk menyalakan lampu layaknya sandi morse dan saat mereka mau menyeberang sungai lebar, akal mereka pun jalan. Mereka menggunakan tali sengan simpul mati yang diikatkan ke pohon lalu mereka menyeberang menggunakan tali tersebut.

Tiga tokoh fiksi di atas, bukan sekadar hiburan untuk saya, bahkan selalu ada pesan moral dan pembelajaran yang tak ada di dunia nyata. Dan why not jika dipraktikkan di dunia nyata? Tinggal mau atau tidak. Asal kesampingkan dulu sikap egois dan gengsinya.

Dari pada nonton sinetron atau infotainment, saya sih lebih suka nonton fiksi yang tokoh-tokohnya menginspirasi. Bagaimana dengan teman-teman? 

Advertisements