Uncategorized

Bunga Sebagai Mood Booster

Dalam segala suasana, bunga bisa mewakili keadaan menjadi lebih dramatis, menjadi lebih terasa moment nya baik dalam acara suka maupun duka. Bunga juga sebagai simbol apresiasi bagi siapapun yang menerimanya, tak terbatas laki-laki atau perempuan. Dengan bunga pula bisa mewakili berbagai perasaan.

Semua orang suka bunga, tak terkecuali saya. Untuk ruangan saya lebih suka memilih pewangi alami. Di rumah saya menanam bungan kamboja, melati dan daun pandan. Dari pada menyemprot ruangan dengan pewangi, saya lebih suka metik bunga melati di depan rumah dicampur daun pandan yang dicincang dan ditaruh di mangkuk di sudut ruangan. Atau membelah jeruk lemon yang digantung di sudut gorden, wanginya lebih asyik.

Tapi untuk dekorasi di hari-hari spesial, tentunya saya suka memesan dari toko bunga di Jakarta langganan saya. Walau jauh, saya tetap memesan ke Mozza Florist karena bunganya segar dan jika memesan selalu datang tepat waktu. Yang saya suka, bunga di sana murah, sesuai kantong. Jarak pengiriman dari daerah Rawabelong Jakarta ke Pamulang itu lumayan jauh, tapi bungan sampai dalam keadaan segar.

Contohnya kemarin, untuk perayaan Idul Adha, saya memesan satu rangkaian Vas Bunga untuk menyemarakan meja makan, selesai perayaan Idul Adha, bunga masih saya gunakan untuk menghiasi meja kerja. Lumayan sekali awet sampai empat hari.

Oh ya, di Mozza Florist juga ada berbagai bunga untuk berbagai keperluan, misalnya Bunga Papan Suka cita, Bunga Papan Duka cita Standing Flower, Hand Bouquet dan Bungan untuk gunting pita. Semuanya harganya terjangkau karena Mozza Florist lebih mengutamakan kepuasan konsumen.

 

 

Meja kerja saya jadi cakep ada bunga di pojokan 

Jika ingin order bunga ke Mozza Florist, tinggal telepon saja ke 087884154197, 081510638962 atau ke 081284698979. Untuk melihat pilihannya bisa diintip di www.bungamurahjakarta.com

 

 

 

 

Advertisements
Uncategorized

Kartu Nama, Senjata Ampuh Untuk Networking

Banyak networking, banyak rezeki….saya memercayai ungkapan ini karena ungkapan ini adalah asli bikinan saya, keluar dari hati saya sendiri. Mengimplementasikannya dengan penuh percaya diri dan tidak takut “ditolak” kenapa kebanyakan orang merasa takut untuk berkenalan dan mengajak bicara orang yang baru dikenalnya? Ya, itu tadi kebanyakan takut ditolak, malu, tidak percaya diri dan lain sebagainya. Padahal jika kita berlaku wajar dan memerhatikan etika, semua ketakutan itu akan sirna.

Banyak cara untuk merangkai kata pembuka saat mulai networking misalnya menanyakan sesuatu yang ada hubungannya dengan kondisi tertentu ketika di suatu tempat, biasanya dari jalan seperti itu, obrolan akan mengalir. Selain itu, bisa juga dengan memberikan perhatian terhadap apa yang dikerjakannya, misalnya ketika membaca tapi Cuma bolak balik doang, terlihat kan kalau do’i sebenarnya bosan dan butuh teman ngobrol. Tapi kalau do’i lagi khusyu bacanya, jangan coba-coba ganggu, salah-salah malah dinilai nyebelin hehehe….terus bisa juga dengan cara menolong ketika mereka membutuhkan informasi, terlihat dari celingak celinguknya atau ketika terlihat agak mabok masuk angin dan memijat-mijay dahinya, bisa tawarkan minyak angin. Jangan takut dikira tebar pesona atau terlihat “modus” jika kita bersikap wajar dan tetap sopan, semua pembawaan diri akan ditangkap sebagai niat baik kok hehehe….

Satu senjata yang ampuh sebagai pembuka pembicaraan saat akan melakukan networking adalah dengan cara memberikan kartu nama. Yap! Kartu nama yang berisi identitas pribadi, secuil kartu yang sangat bernilai dan konon dapat membuat komunikasi jangka panjang dan memunculkan opportunity. Setiap orang yang mendapatkan kartu nama dari kenalannya, pasti akan senang melebihi dapat hadiah lainnya karena dari sana ada berbagai potensi yang saling menguntungkan.

Buatlah kartu nama yang menarik, simpel dan yang lebih utama adalah tunjukan identitas kita di sana sebagai apa, jadi setiap orang yang membutuhkan sesuai keahlian, mereka bisa langsung tertuju ke kartu nama kita dan menghubungi kita untuk kerjasama. Jangan lupa cantumkan berbagai akun sosial media yang kita miliki agar mereka bisa stalking gunanya agar mereka lebih mengenal diri kita.

Walaupun sudah era digital, dengan langsung bertukar WhatsApp, BBM, Line dan lain sebagainya, pamor kartu nama tetap penting. Selain sebagai pengikat komunikasi juga memberikan simbol saling menghargai.

Saya sendiri punya kartu nama berbeda, untuk pribadi juga untuk bisnis di portal perempuan. Dan saya sangat menganggap penting memiliki kartu nama untuk diberikan kepada yang berkepentingan. Sekarang mau buat kartu nama tak sulit, bisa memesan via online, salah satunya di Praktisprint tak perlu ke percetakan. Belum punya kartu nama? Ayo segera bikin….bukan buat pejabat saja, organg biasa pun berhak punya kartu nama lho.

Uncategorized

Global Career Memotivasi Untuk Mampu Bersaing Di Taraf Internasional

Photo : Twiter @Gramedia

Jakarta, 17 September 2015 – Gramedia Grand Indonesia terasa meriah dan ada aura semangat dari para undangan yang hadir, baik dari media massa maupun umum. Di sana ada peluncuran buku ke dua Handi Kurniawan berjudul GLOBAL CAREER “Boost Your Career to the world stage” Tagline di bawah judul tersebut menyiratkan bahwa isi buku ini mengandung banyak asupan ilmu bagi siapapun yang membacanya. Ilmu dalam meniti karir, dari mulai nol sampai mencapai puncaknya. Semua yang dibagikan dalam buku ini, adalah hasil pengalaman penulisnya sendiri. Bukan hanya teori atau kutipan-kutipan dari sumber lain. Mempelajari sesuatu yang merupakan hasil pengalamannya tentu lebih bermakna dari sekadar teori. Saya beruntung ikut acara ini dan mendapatkan bukunya yang super.

Bukan sekadar peluncuran buku, penulisnya memberi wawasan kepada para undangan tentang dunia karir, tak terbatas pada pekerja kantoran tetapi semua profesi dibahasnya mulai dari motivasi membangunnya sampai meniti pencapaian yang diharapkan. Handi memberikan presentasi sesuai dengan isi bukunya. Yakni, menceritakan jatuh bangunnya saat membangun karir di sebuah bank ternama dan beberapa perusahaan multinasional. Handi mengajak untuk Go Global. Artinya kita harus berani berkompetisi. Go Global bukan berarti harus bekerja di luar negeri. Bekerja di dalam negeri tapi berperilaku internasional. Mampu bersaing, bekerjasama dan kolaborasi dengan perusahaan atau individu dari berbagai negara. Sehingga menciptakan jaringan yang luas dan wawasan yang tinggi.

Photo : handikurniawan.com

Handi juga memberi kiat agar bisa survive dalam sebuah perusahaan atau pekerjaan apapun. Diantaranya meningkatkan kompetensi, punya loyalitas dan bekerja total. Konten buku ini terbagi menjadi dua bagian, yang pertama lebih mengemukakan ke strategi dalam upaya mencapai kesuksesan yang terangkum dalam Simple and Powerful Framework dan dijabarkan dalam MAPLE ( Mindset & Mental, Attitude & Authenticity, Purpose & Practise, Leadership & Loyalty dan Execution & Entrepreneurship ) Semua dijabarkan dengan detail dan kita yang membaca serasa dituntun step by step untuk mencapai tujuan dan menemukan passion.

Dalam hal ini, Handi Kurniawan tak berbagi sendiri, walaupun Handi sudah berpengalaman bekerja di beberapa perusahaan multinasional dan ditempatkan di beberapa negara seperti Hongkong, China, Taiwan, Malaysia dan Singapura. Serta mengalami perjalanan dinas ke Asia Pasifik dan mengenyam pendidikan di Hawaii. Handi dengan kerendahan hatinya mengajak lima belas narasumber untuk ikut berbagi dalam kiat sukses masing-masing. Mereka adalah Andre Surya, Ardistia Dwiasri, Astrid Sri Haryati, Budi Soehardi, Dira Sugandi, Dr.dr.Eka Julianta Wahjoepramono, Eko Soepriyanto, Hermawan Kartajaya, Ni Luh Djelantik, Rexy Mainaky, Rini Sugianto, Sonita Lontoh, Syah Rizal Hamdallah dan Whulandary Herman. Para narasumber ini disebut Global Talent karena memberikan bukti bahwa mereka dapat bersaing dan tampil di ranah internasional dengan segenap upaya dan kemampuan mereka. Dalam buku ini, mereka berbagi kiat sukses serta membagikan profil yang inspiratif dan dapat memberikan motivasi bagi pembaca.

Tiga dari lima narasumber tersebut ikut menemani presentasi Handi Kurniawan di acara peluncuran buku Global Career mereka adalah Budi Soehardi, mantan kapten penerbang dari Singapore Airlines yang kini mendedikasikan waktunya untuk kegiatan sosial. Dirinya tergerak mendirikan panti asuhan dan fasilitas bagi pengungsi Timor Timur dan membinanya supaya mendapat pendidikan layak khususnya bagi anak-anak. Ia juga meraih penghargaan CNN Award. Lain lagi dengan Ardistia Dwiasri yang berani berkarir dalam bidang fashion di kancah internasional. Ia mampu menantang pasar Newyork dan menurutnya, diperlukan mindset dan attitude agar bisa bekerja keras. Ardistia juga menambahkan pendapatnya, bahwa kesuksesan hadir di saat seseorang sudah tak punya pilihan dan terdorong untuk melakukan sesuatu.

Dyah Wulandari, dari Google Indonesia pun turut berbagi kiat sukses. Ia membuka rahasia bisa bekerja di Google bukan hanya karena kehebatan semata tapi Google lebih mengutamakan karyawan yang mau belajar. Jadi menurutnya, siapapun bisa mendapatkan banyak kesempatan untuk bekerja dalam passion nya jika mau belajar dan beradaptasi.

Handi Kurniawan menutup acara dengan berpesan kepada semuanya, bahwa dalam berkarir, harus berani Go Global karena Asean Economic Community sudah di depan mata dan bukan hal mustahil akan ada persaingan dengan pekerja asing. Kita harus mempersiapkannya secara skill, mental dan  keberanian untuk maju. “Setiap orang punya kesempatan yang sama, jadi raihlah dengan segenap upaya dan eksekusi segala ide dan rencana menjadi sebuah karya nyata.” Pungkas Handi.

Senang sekali saya menghadiri acara ini, banyak asupan berharga terhadap pemahaman karir sesuai passion serta dikasih bocoran kiat sukses. Selain itu, dalam bukunya diulas lengkap paparan dari A sampai Z tentang passion, tips dan cerita inspiratif lainnya. Kemeriahan acara ini juga lengkap dengan bagi-bagi banyak hadiah dari Smartfren dan semua undangan menenteng oleh-oleh berupa buku, minuman produk Sinarmas dan lain-lain.

Jika sedang mencari jati diri, passion karir dan butuh masukan, buku ini sangat rekomen. Bisa dibeli di semua Toko Gramedia atau membeli secara online di beberapa ecommerce, harganya Rp.85.000,- setebal 394 Halaman. Worth it pokoknya!

Bagi yang mau berkenalan dengan Handi Kurniawan, bisa mention di Twitter @Karirglobal ramah dan responsif lho. Mau tanya apapun pasti dijawabnya.

Uncategorized

Kejutan Indah Di Hari Pelanggan Nasional 2015

Mengawali Bulan September 2015, saya meeting Pokja Serempak di Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Saya semangat mengawali pagi yang segar. Segaja berangkat lebih pagi karena saat itu akan ada demo buruh yang akan memenuhi sepanjang jalan sudirman, tepatnya dari Bundaran HI sampai Bundaran Patung kuda. Ini jalur yang saya lewati. Alhamdulillah sampai pagi sekali. Walau belum ada yang hadir saya tetap mengisi pagi dengan membaca dan sesekali mengecek timeline dan berita melalui gadget.

Perkiraan meeting akan sampai sore hari, tapi jam 13.00 sudah selesai. Saya memutuskan memenuhi ajakan Kak Zizy untuk ketemuan di Kedai Kopi Stomping di kawasan Blok S Jakarta. Takutnya ada yang penting, soalnya seminggu sebelumnya Kak Zizy wanti-wanti sekali supaya saya hadir pada tanggal tersebut.

Sesampainya di sana, saya bertemu Duta IM3, Daniel Dzulkarnaen. Kak Zizy langsung memesankan minuman dan saya lagi tak ingin makan makanan menu kafe, akhirnya kami memesan bakso dari luar. Seger banget. Habis meeting, makan bakso panas, pedas plus es teh manis. Nikmatnya luar biasa. Di sana juga ada Adito teman Blogger saya. Setelah makan saya bingung, ini sebenarnya mau ngapain kok saya disuruh datang Cuma diajak ngobrol ngalor ngidul plus makan. It’s like nothing an important, hmmm… Saya malah mendapati teman-teman Kak Zizy yang sepertinya dari kalangan EO dan anehnya mereka SKSD dan ramah gitu, biasanya gak sebegitunya deh hehehe…..lalu yang namanya Mas Arief menghampiri saya yang sedang ngobrol dengan Kak Zizy. Tanya soal nomor provider, pakai apa? Sudah berapa lama? Apa suka dukanya dan disuruh kasih nilai kepuasan sebagai konsumen. Saya jawab saja apa adanya. Lalu Mas Arief menawarkan compliment dari restorannya, bahwa saya mau dikasih makan gratis selama sebulan dari kafe tersebut. Bebas mau siang, malam terus bawa rombongan juga boleh. Asal saya mau ganti no hp pakai provider lain. Saya pikir itu gak seberapa dibanding investasi networking yang sudah telanjur paten pakai nomor Indosat saya yang sekarang. Dan nomor yang saya punya sudah banyak diingat, dicatat dan disimpan teman-teman dan relasi saya. Jika nomor ganti? Sama saja bunuh diri. Meghilangkan kesempatan dan rezeki.

Saya dibujuk dan diiming-imingi lagi dan saya tetap menjawab “Tidak” tak lama, Mas Arief mengucapkan selamat bahwa saya adalah salah satu pelanggan Indosat yang setia. Haduhhh saya bengong dan kebingungan. Ini serius atau becanda? Teman-teman EO yang tadi bersama Kak Zizy langsung menghampiri saya semua sambil memberikan hadiah manis. Saya masih bengong dan ternyata, di pot bungan di meja depan saya ada kamera tersembunyi hadeuhh…..saya terjebak hihihi….mana tadi saya sempat berusaha nutupi perut buncit pakai tas, pasti kelihatan banget ketidakpedean saya di kamera itu hahaha….

Skenario mereka begitu rapi dan seperti tak terjadi sandiwara, semuanya berjalan alami dan rileks…Cuma saya merasa heran sebelumnya, karena Kak Zizy duduknya milih bersebrerangan padahal kalau ketemu biasanya duduk bersebelahan dan dua kameramen duduk di meja seberang sambil ngobrol-ngobrol berdua temannya dengan laptop di genggamannya. Padahal mereka sambil merekam saya. Aihhh……

Mengapa saya diberi kejutan ini? Karena hari ini Tanggal 4 September 2015 adalah Hari Pelanggan. Makanya Indosat memberikan apresiasi kepada pelanggan setia nya. Wahhh…..it’s really appreciation for me! Terima kasih Indosat dan kak Zizy atas kesempatannya. Kerjain saya lagi doonggg…hehehe….