Uncategorized

Grand Veloz dan Grand New Avanza Jadi Primadona GIIAS 2015

Menikmati akhir pekan saya tak ingin menyia-nyiakan event besar pameran otomotif Gaikindo Indonesia International Motor Show di ICE (Indonesia Convention Exhibition) BSD. Sudah lama, saya ingin mengunjungi ICE BSD ini, karena sebelumnya saya baru melihat rangka nya saja setahun yang lalu. Sekarang sudah berdiri megah di kawasan perumahan elit Serpong. Sepuluh Hall berjejer di sana dan untuk event GIIAS 2015 ini, semua hall terisi penuh. Tak ingin menyia-nyiakan kesempatan, saya menyusuri dari satu hall ke hall lain. Jaraknya lumayan jauh-jauh dan ini menguntungkan saya, karena bisa olah raga hehehe….

Booth Toyota GIIAS 2015
Booth Toyota GIIAS 2015
Toyoya Grand New Avanza
Toyoya Grand New Avanza
New Grand Veloz
New Grand Veloz

Di hall terakhir, yakni Hall 10 ada yang menarik perhatian saya, sudah rahasia umum kan kalau Avanza itu adalah mobil ekonomis, ini asumsi saya ya karena melihat di jalan raya banyak sekali yang pakai Avanza. Tapi yang saya lihat ini benar-benar belum pernah saya lihat di jalan. Yap…ada Grand New Avanza dan Grand New Veloz yang warna-warnanya menarik. Melihat ini, saya jadi tertarik mengetahui lebih dalam. Spesifikasinya ada peningkatan, terutama pada mesinnya yang dilengkapi teknologi Dual VVT-i yang membuat suara mesin lebih halus dan berpengaruh pada buangan gas dan jadi hemat BBM terus tidak berisik karena kabin lebih kedap suara. Untuk Grand New Avanza baru dengan Tipe E dan G berkapasitas 1,3 Liter sedangkan New Grand Veloz 1,5 Liter.

Lebih menariknya nih, Kursi bagian belakang bisa dilipat dua kali jadi ruangan terasa lapang. Safety belt yang selama ini hanya untuk orang dewasa saja, di New Avanza dan Veloz ada 7 seat belt dilengkapi untuk anak-anak.

Bagi yang tinggal di daerah banjir, keunggulannya dari dua tipe mobil ini, tak akan masalah walau air naik sampai atas grill karena engine hood terletak di atas.

Untuk jalanan yang tidak rata, biasanya suka banyak benturan di pintu mobil, untuk Grand New Avanza dan New Grand Veloz, sudah dilengkapi Side Impact Beam yang dapat mengurangi benturan-benturan. Jadi, sekalipun di jalanan berlubang dan berbatu, tetap aman berkendara. Selain itu, keamanan mobil terjamin karena kunci mobilnya dilengkapi sistem Key immobilizer yang berdasarkan kode ID. Jika ada yang coba-coba menghidupkan mobil, tapi tak sesuai kode ID nya, maka mesin tak akan hidup. Lumayan kan bisa mengurangi risiko pencurian.

Kalau disuruh pilih, mau Grand New Avanza atau Grand New Veloz ? Saya sih menilai dua-duanya sama punya keunggulan. Untuk New Grand Avanza punya keunggulan fungsional, dijamin memenuhi kebutuhan berkendara dengan hemat, nyaman dan gaya.

Sementara Veloz, secara fungsional juga mumpuni dan ditambah stylish yang memberi nilai prestise. Dua-duanya punya fitur yang keren dan tidak monoton. Perangkat audiofull touch screen dengan layar sentuh 2-DIN memberi kesan mewah pada mobil ini. Body Veloz terlihat tangguh dan gaya. Apalagi yang warna merah, jika memakainya pasti mencerminkan kepercayaan diri yang dalam, menimbulkan semangat dan memberi warna gaya hidup.

Puas berkeliling, berlabuh di Hall 10 dan istirahat di booth Toyota dan sangat menyenangkan, banyak aktivitas di sana, ramah anak-anak danfun. Pada jam tertentu ada pertunjukan di panggung utama. Dijamin tidak boring berada di sana lama-lama. Jujur saja, Cuma melihat-lihat saja sudah memberikan energi supaya saya semangat dalam bekerja, siapa tahu dalam waktu dekat bisa memiliki Veloz warna merah yang jadi idaman saya hehehe…..harus berani bermimpi kan?

Bagi yang ingin ke GIIAS 2015 bisa naik Shuttle Bus info lengkap ada di Blog Kang Chandra Iman. Dan Di sana ada fasilitas Gojek gratis untuk berkunjung ke AEON Mall atau The Breeze. Pokoknya bisa jadi weekend yang menyenangkan.

Oh ya, ada Blog Competition nih dari Toyota, siapa tahu beruntung, hadiahnya puluhan juta! Info lengkap bisa dilhat selengkapnya di sini. Dua puluh artikel terbaik mau diajak jalan-jalan lho sama Toyota dan memperebutkan tiga hadiah jutaan lagi, jadi buruan yuk!

Advertisements
Uncategorized

Kenali Alergi Protein Susu Sapi Untuk Kelancaran Tumbuh Kembang Anak

Jakarta, 7 Agustus 2015 – Acara #Nutritalk kali ini, diselenggarakan di Flores Room Hotel Borobudur, mengambil tema “Nutrisi Awal Kehidupan untuk Atasi Dampak Jangka Panjang Alergi pada Anak” Narasumber pada acara ini adalah Prof. Yvan Vandenplas, pakar gastroenterologi (pakar di bidang saluran pencernaan makanan) dan nutrisi anak dari Vrije Universiteit Brussel Belgia dan DR.Dr.Zakiudin Munasir, SpA(K), Konsultan Ahli Alergi – Imunologi dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM).

Bukti dari dampak alergi protein susu sapi yang menimbulkan jangka panjang terhadap tumbuh kembang dan kesehatan anak dalam jangka panjang, maka kampanye dan sosialisasi cara menangani alergi protein susu sapi pada anak harus terus digencarkan. Mengingat masa depan bangsa ada pada generasi penerus, maka kesehatan anak harus diberi perhatian khusus agar tercipta generasi berkualitas.

Penelitian cross-sectional di Amerika Serikat oleh Robbins KA (2014) dilakukan terhadap 6,189 anak berusia 2-17 tahun membuktikan bahwa anak yang mempunyai sejarah alergi susu sapi memiliki tinggi badan, berat badan dan indeks Massa tubuh lebih rendah dibanding anak tanpa latar belakang alergi susu sapi.

Menurut Prof. Vandenplas, meningkatnya prevalensi anak di dunia yang mengalami alergi protein susu sapi disebabkan kurangnya pengetahuan para orangtua dan tidak ada gejala spesifik alergi protein susu sapi serta jarangnya dilakukan tes alergi. “Penanganan alergi protein susu sapi yang tepat, diantaranya adalah pemberian susu alternatif, yakni isolat protein kedelai karena selain rasanya enak juga harganya lebih terjangkau. Pola pertumbuhan, kesehatan tulang dan fungsi metabolisme, fungsi reproduksi, endokrin, imunitas dan sistem saraf dari anak-anak pengkonsumsi susu dengan isolat protein kedelai tidak berbeda dengan anak yang tidak mengkonsumsi susu dengan isolat protein kedelai” Prof. Vandenplas menjelaskan.

Faktor dari alergi sendiri, berasal dari Genetik, Lingkungan dan Imunologi. Faktor genetik biasanya berasal dari keluarga yang paling dekat, seperti ayah atau ibu sedangkan faktor lingkungan berasal dari alergen (Makanan penyebab alergi), infeksi, polusi dan aktivitas fisik berlebihan. Sedangkan faktor Imunologi berasal dari obat-obatan, misalnya antibiotik. Jika anak sakit, sebaiknya jangan cepat-cepat dikasih obat antibiotik karena anak sudah memiliki daya tahan tubuh tersendiri.

Makanan penyebab alergi, misalnya sea food, kacang tanah dan makanan yang mengandung bahan aditif seperti pengawet, pewarna dan lain-lain. Penyakit yang banyak terjadi akibat dari alergi adalah penyakit Asma, Rinitis Alergi dan Eksim. Untuk mencegah hal ini, sebisa mungkin pemberian ASI, karena kandungan ASI sudah sangat sempurna tetapi jika ASI sulit didapatkan, bisa dengan Isolat protein kedelai. Mencegah alergi juga bisa dengan istirahat cukup dan menghindari asap rokok.

Sementara Dr.dr.Zakiudin Munasir mengatakan bahwa Alergi berasal dari Bahasa Latin,yakni Allon atau Argon yang artinya reaksi menyimpang tubuh terhadap benda asing seperti makanan dan obat-obatan. Pencegahan alergi makanan pada anak dapat dilakukan dengan mengurangi makanan penyebab alergi, seperti sea food, kacang tanah dan makanan yang banyak mengandung bahan aditif. Dr.dr.Zaki menambahkan bahwa di Indonesia, satu dari 25 anak Indonesia menderita alergi protein susu sapi, gejala paling umum pada pernapasan (51,5%) dan kulit (48,7%) pencernaan (39,3%) dan gejala lain seperti pada mata dan susunan saraf pusat atau sakit kepala.

DR.dr.Zaki pun menyatakan bahwa alergi susu sapi dan intoleransi laktosa berbeda, jika alergi, pada 10 tahun usia anak, bisa berhenti tetapi intoleransi laktosa bisa terjadi seumur hidup karena ada enzim pencernaan yang bermasalah.

Sarihusada berkomitmen memberi perhatian khusus kepada masalah alergi susu sapi melalui produk berkualitas berupa susu dengan isolat protein kedelai. Seperti yang dikatakan Olivier Pierredon, Presiden Direktur Sarihusada, bahwa Sarihusada melakukan segala upaya dalam memenuhi kebutuhan gizi anak Indonesia, termasuk memberikan solusi alternatif bagi anak penderita alergi susu protein susu sapi. Menghadirkan pakar-pakar kompeten dan berkelas internasional dalam memberikan edukasi adalah upaya yang melengkapi ditambah dengan hadirnya website www.kenalialergi.com yang dapat menjadi sarana bagi masyarakat untuk mengenal gejala alergi, tips pencegahan dan penanganannya.

 

Ki-ka : Olivier Pierredon, DR.Dr.Zakiudin Munasir dan Prof.Yvan Vandenplas (Foto : Twitter @Nutrisi_Bangsa)

Semua pihak harus bergerak menyampaikan informasi penting tentang alergi protein susu sapi agar prevalensi nya menurun dan anak-anak Indonesia baik tumbuh kembangnya dan menjadi generasi berkualitas.