Uncategorized

Selalu Ada Kejutan Belanja di Cipika

bc0da0228eb0ba2a1ac643d795e70d20_cipika

Saya mengenal Cipika sejak tahun lalu, saat itu saya mencari Gepuk, makanan khas Jawa Barat sejenis daging rendang tapi beda bumbunya. Ketika googling, saya mendapatkannya di www.cipika.co.id wah senangnya karena mudah cara belanjanya dan cepat pengirimannya. Ini ulasan saya pengalaman belanja di Cipika http://paprika.blogdetik.com/2014/11/25/cipika-menuntaskan-kerinduan-kepada-kampung-halaman/

Sekarang, Bulan Ramadhan, saya kembali memerlukan banyak menu makanan bervariasi untuk berbuka dan sahur. Selain bervariasi saya juga ingin makanan yang tersaji simpel dan gak repot memasaknya tapi masih ada kandungan gizi nya. Karena pengalaman saya belanja makanan di cipika masih fresh ketika diterima di rumah, jadinya saya kembali melihat-lihat apa saja yang bisa dibeli di sana.

a1762cdbf0cc53e2e93c79696ca9f13d_cipika2

Awalnya saya Cuma ingin beli makanan seperti sambal Bu Rudy, Pempek Candy, Rendang Asese , Tekwan Kering dan gepuk. Tapi saya jadi kalap lihat edisi ramadhan ini, banyak barang keren seperti gadget dan lifestyle lainnya sampai diskon 70%. Ini rezeki banget, soalnya saya juga lagi cari-cari banyak hadiah lebaran buat keponakan-keponakan. Setelah belanja sebagian keperluan, saya langsung nge-list barang-barang diskonan di sana, seperti tas sekolah, jam tangan dan gadget. Nge-list dululah….setelah terima THR baru deh konfirm beli.

Cipika adalah e-marketplace yang menampung banyak pelaku UKM, ini sebagai dukungan Cipika terhadap para pelaku UKM untuk mengakses pasar melalui dunia digital. Cakupan kegiatan seperti Integrated Shipping & Tracking, secure Online Payment, Seminar dan Pelatihan, Marketing Campaign, hingga pendampingan Merchant oleh tim Sales. Tak heran jika saya sebagai salah satu pelanggan merasa nyaman dan ketagihan belanja di Cipika. Karena layanannya yang mudah, produknya berkualitas dan merchant terpercaya membuat saya leluasa belanja di Cipika.

Produk di Cipika mulai dari kuliner, fashion, gadget sampai perlengkapan rumah dan buku, tersedia di sana. Pembayaran dengan berbagai pilihan, bisa bank transfer, kartu kredit atau melalui layanan dompetku. Setiap belanja di Cipika, selalu saja ada kejutan-kejutam. Entah munculnya produk baru yang selama ini saya cari dan saya inginkan atau diskon yang gak tanggung-tanggung. Jadi, saya tak pernah menyia-nyiakan kesempatan istimewa belanja di Cipika. Karena selain mudah, juga mengasyikkan dan menguntungkan.

Advertisements
Uncategorized

Buka Puasa Bersama Sambil Mengais Ilmu bersama Adaro Grup

Bapak Boy Thohir, President Director Adaro Energy

 

Jakarta, 22 Juni 2015 Hall GOR Soemantri Brojonegoro di Kuningan sejak siang menjelang sore sudah meriah dan dipenuhi wajah-wajah ceria 1000 anak yatim dari berbagai daerah seputar Jakarta. Ada yang bernyanyi, shalawat nabi, teriak-teriak dan asyik ngobrol. Mereka duduk tertib berbaris dan berbanjar. Sambil menunggu acara dimulai, masing-masing asyik dengan kegiatannya sendiri.

Adaro Energy, menyelenggarakan acara bertajuk Buka Bersama 1000 Anak Yatim dengan konsep yang dikemas menarik untuk anak-anak. Acara dibuka dengan Tausiyah dari Ustadz Cepot, menyampaikan pesan religi dan pesan moral dengan gaya kocak namun berisi. Terlihat interaktif dengan anak-anak yang hadir. Dekorasi acara pun dibuat fun, ada beberapa ikon superhero yang populer, seperti Batman, Spiderman, Ironman dan Si Pitung.

 

Ustadz Cepot memberi siraman rohani sekaligus menghibur
Ustadz Cepot memberi siraman rohani sekaligus menghibur
Anak-anak yang lucu dan ceria
Anak-anak yang lucu dan ceria
Asyik menyimak Ustadz Cepot
Asyik menyimak Ustadz Cepot

Jam yang ditunggu pun tiba, semua menyambut bahagia berbuka puasa. Lalu shalat maghrib bersama dan makan bersama sambil diiringi lagu-lagu religi dari Band Adaro.

Menariknya lagi, ada acara kabaret yang pemerannya adalah tokoh-tokoh superhero tersebut. Anak-anak terlihat antusias, sampai ada yang maju ke depan, berdiri dan tak ingin melewatkan momen seru acara kabaret tersebut. Semua ingin menyaksikan terdepan. Terharu saya melihatnya.

 

Beberapa Superhero meramaikan pertunjukan
Beberapa Superhero meramaikan pertunjukan

Acara ini rupanya merupakan ide segar dari Garibaldi Thohir Presiden Direktur Adaro Energy, saya baru tahu kalau yang selama ini populer dengan nama Boy Thohir dan akrab di telinga saya, adalah Garibaldi Thohir yang baru-baru ini terpilih menjadi Komisaris BEI. Beruntung sekali saya dan teman-teman blogger yang mendapat undangan buka puasa bersama ini.

Waktu bukan segala-galanya Tapi nama baik dan reputasi itu yang utama – Garibaldi Thohir, Presiden Direktur Adaro Energy

Quotation dari Bapak Garibaldi Thohir di atas paling saya suka ketika beliau menyampaikan sambutan. Dalam pidatonya lebih ke memberikan semangat kepada anak-anak yang hadir dan berharap bahwa momen Ramadhan ini dapat mempersatukan hati serta mendekatkan ikatan batin dengan sesama. Rasa haru terpancar dari pidato sambutan yang dibawakannya Saya sangat terharu acara ini dapat terselenggara dengan baik, saya ucapkan terima kasih kepada seluruh undangan yang hadir juga kepada staff dan karyawan Adaro Grup yang telah mempersiapkan acara ini dengan maksimal. Semoga kebersamaan ini dapat berlanjut dan setiap Ramadhan akan dipertemukan kembali. Ujarnya.

Usai acara, kami sempat ngobrol-ngobrol sebentar dengan Bapak Boy Thohir. Tak menyangka beliau bersedia. Orang sesibuknya, masih menyempatkan diri untuk meladeni para blogger yang penasaran dengan kiat suksesnya. Begitu humble dan welcome. Setiap pertanyaan kami dijawabnya dengan sepenuh hati, tanpa melihat siapa kami, padahal baru pertama bertemu dan pertama kali kenal. Bapak Boy Thohir tak segan-segan memberikan ilmu dan pengalamannya merintis usaha dan membangun reputasi bisnis sampai sebesar sekarang. Ternyata kuncinya gak berat. Tips yang dibagikannya menekankan pada kejujuran, amanah dan tak pernah keluar jalur kodrat untuk menjalani hidup.

Menariknya lagi, Bapak Boy Thohir menekankan pada kodrat perempuan yang harus benar-benar dijaga. Menurutnya, perempuan tak dibatasi aktualisasinya tetapi jangan mau jika harus melepas kodrat dan kehilangan kesempatan untuk menjadi perempuan seutuhnya. Karena jika perempuan yang sudah menikah bisa menjaga keluarganya, akan melahirkan generasi-generasi cemerlang. Andilnya merupakan karya cerdas bagi keluarga bahkan bangsanya.

Jika perempuan yang masih lajang, jangan pernah memilih suami yang salah sebab untuk ke depannya berpengaruh terhadap keputusan-keputusan berisiko. Ini juga menyangkut kesuksesan dalam berkarir. Jika perempuan kurang lihai berkomunikasi dan memilih suami yang salah, otomatis kiprahnya akan terhambat dan tidak dapat menyalurkan pendapat atau aktualisasinya. Begitu kata Pak Garibaldi.

Selain itu, faktor keberhasilah karir dalam bidang apapun, mau bekerja pada orang lain atau menjadi pengusaha, selain faktor modal dan skill, attitude serta kejujuran memegang peranan sangat penting. Tambahnya.

Menurut Bapak Garibaldi Thohir, membangun reputasi yang baik jauh lebih penting karena akan meningkatkan kepercayaan khalayak. Jika kita bisa dipercaya banyak pihak, untuk hal apapun tak akan kesulitan, jalin hubungan baik dengan hati. Pungkasnya.

 

Foto bersama dengan Pak Boy Thohir
Foto bersama dengan Pak Boy Thohir

Tak terasa waktu sudah larut, kami pun pamit dan tak upa untuk mengabadikan foto bersama. Pulang membawa kesan dan ilmu. Alhamdulillah. Terima kasih Adaro Grup dan Pak Garibaldi atas undangan buka puasa bersamanya. Semoga Ramadhan tahun depan atau di lain waktu dapat berjumpa lagi.

Uncategorized

Profesional atau tidak, yang penting bermanfaat

Blogger_Profesional_VS_Blogger_Amatir

Seminggu yang lalu, saya membaca pengantar redaksi dari sebuah majalah perempuan terkemuka. Di sana, sang pemimpin redaksi menyatakan bahwa labelling yang telanjur melekat pada blogger pemula sulit dibenarkan karena blogger profesional menjadi kalah pamor. Di satu sisi, pemimpin redaksi ini memacu semangat para blogger pemula untuk konsisten update dan lebih mempertajam skill agar blogger bertanggung jawab atas pilihannya. Di satu sisi, tak sedikit blogger yang merasa dipatahkan semangatnya. Karena dalam kapasitasnya sebagai blogger pemula,divonis sebagai wannabe tak bertanggung jawab. Padahal bukan tak bertanggung jawab membuat labelling sebagai blogger, namun pemula sedang melakukan tahapan-tahapan dan proses menuju profesional. Salahkah penulis blog pemula, disebut blogger? Untuk mencari jawaban, mari kita runut apa sebenarnya kiprah yang dilakukan blogger.

Jangan dilupakan bahwa peran Citizen Journalism amatir pun sangat membantu menampung aspirasi masyarakat. Apa yang dituangkannya, walau tak se-profesional penulis standar media, penulis blog amatir berhasil mengangkat banyak berita yang luput dari pemberitaan media mainstream. Seperti yang dilansir dalam Readers Digest Indonesia Edisi Juni 2015, Halaman 163 yang mengulas tentang gaya hidup. Di sana dipaparkan keluhan-keluhan cerdas masyarakat yang disampaikan melalui media blog, twitter dan sosial media lainnya, dapat menyentil pemerintah untuk melakukan perubahan. Maka media mainstrean pun ramai-ramai menyediakan wadah bagi para Citizen Journalism misalnya, detik.com membuka kanal Pasang Mata, Kompasiana membuat aplikasi K Report di gadget dan masih banyak lagi.

Saya ingin mencerna lebih dalam lagi, tulisan pengantar redaksi di majalah perempuan terkemuka tersebut. Saya setuju dengan apa yang diungkapkannya. Bahwa labelling blogger yang dilekatkan pada diri, atau dilekatkan oleh orang lain. Otomatis harus sudah punya komitmen untuk menjalankannya, salah satunya update rutin tulisan-tulisan bermanfaat. Konsistensi tak cukup dengan update tulisan saja. Ada hal-hal yang perlu dilakukan, diantaranya :

  • Update bisa seminggu sekali atau dua kali tergantung kesanggupan masing-masing blogger. Sebaiknya, jeda jangan terlalu lama.
  • Bisa menggali isu-isu terkini dan menuliskan hal-hal informatif.
  • Jika ingin curhat di blog, bebas saja. Blog itu kan personal, milik pribadi. Tetapi sebaiknya olah kembali curhat yang akan ditulis di blog menjadi layak konsumsi umum. Misalnya, sisipkan pesan moral, tidak mendiskreditkan pihak lain dan lakukan pendekatan dengan isu yang ada hubungannya. Bahasa boleh santai, setengah serius atau serius. Yang penting sesuai gaya blogger itu sendiri.
  • Ikut pelatihan-pelatihan menulis, gratisan atau berbayar, sesuai kemampuan dan kondisi .
  • Banyak bertanya dan ngobrol dengan blogger lain atau siapapun agar mendapat banyak inspirasi untuk menulis.
  • Banyak membaca.
  • Banyak berteman, blogwalking, interaksi sosial media.
  • Percaya diri menyebarkan karya, kalau disebarkan akan bermanfaat buat banyak orang dan bisa diketahui kiprahnya, jadi gak akan ada anggapan blogger wannabe yang tak ingin berproses.
  • Ikut lomba-lomba, urusan menang atau kalah nomor duakan saja, yang penting nama kita ada di database penyelenggara dan karya kita tersebar. Kalau menang ya alhamdulillah.
  • Sesekali kirim artikel ke media mainstream, sebagai penguji kualitas dan upaya branding.
  • Jika sudah mantap mendapatkan skill, jangan dipendam sendiri ilmu yang didapat, bagikan kembali kepada yang membutuhkan, untuk belajar, bisa mengajar di sekolah-sekolah tak mampu, rumah singgah anak jalanan, panti asuhan atau kepada siapapun. Awali dengan sukarela.
  • Memelihara komitmen.
  • Menjadi diri sendiri.

Intinya, berikan kontribusi nyata untuk dunia blog, dengan cara melakukan kegiatan blogging satu paket seperti update, blogwalking, menangkap isu terkini, beropini dan lain-lain. Serta memberdayakan diri tanpa henti. Jika hal ini sudah dilakukan dengan konsisten, otomatis komitmen akan terbangun dan rasa tanggung jawab dan dilakukan tanpa beban.

Bagi pemula, tak perlu minder karena apa yang dituangkan, ukuran bagus atau tidaknya tulisan tak menjadi barometer utama, jika tulisan biasa-biasa saja, tapi isinya informatif dan punya banyak pesan moral, siapapun akan tertarik. Jika ingin mengasah lagi kemampuan, itu lebih baik tentunya. Tak perlu dipusingkan dengan apa kata orang tapi tak boleh anti kritik juga.

Kritikan akan menjadi sarana pembelajaran, introspeksi dan evaluasi karya agar semakin lebih baik, harus bersyukur jika ada yang kritik, artinya karya kita diperhatikan dan pembaca memang memerlukan karya tersebut. Kelemahan harus diakui, jangan ditutupi. Kelemahan adalah sebuah kekuatan jika kita dapat mengolahnya menjadi solusi.

Untuk mencapai apa yang diinginkan memang perlu perjuangan tanpa henti, tanpa bosan dan harus tahan banting. Danhal-hal tersebut merupakan bagian dari proses.

Saya pribadi, baru 7 tahun menulis blog dan belum banyak yang dicapai, bahkan untuk disebut sebagai Blogger Profesional sesuai definisi pemimpin redaksi majalah perempuan tadi, masih sangat jauh. Tetapi pencapaian tak seberapa yang saya dapat selama ini, saya syukuri dan ada kepuasan tersendiri, tak hanya untuk diri sendiri, ketika saya dapat membagikannya lagi, itu merupakan klimaks pencapaian saya. Karena tak ada ilmu yang bermanfaat jika tak dibagikan kembali. Justru dengan dibagikan kembali, ilmu akan selalu ter-upgrade. Masalah labelling sebagai blogger pun awalnya tak berharap sekali karena di awal niatnya memang sebagai pengisi waktu dan menyalurkan hobi. Kerja keras yang konsisten bahkan perjuangan mengelola waktu, materi dan energi lah yang kemudian mendatangkan keberkahan untuk saya dari hasil menulis blog. Tak menyangka saya akan mendapatkan pengakuan karya dari brand, institusi pemerintah dan lembaga swadaya masyarakat taraf internasional. Bukan bermaksud riya atau riya berkedok amal. Tetapi apa yang saya tuliskan adalah benar-benar apa yang saya alami. Saya berharap dapat menjadi pemacu bagi teman-teman. Karena jika kita memupuk pasti suatu saat akan memetik. Tak ada yang sia-sia.

Saya pun melihat dinamika perkembangan dunia blogging sekarang, teman-teman blogger yang saya kenal selama ini, di komunitas detik blogger, Blogger Reporter, Emak2Blogger, Blogger Perempuan, Kompasiana dan lain-lain, saya lihat masing-masing punya tanggung jawab. Saya lihat teman-teman blogger semangat belajar, semangat menghadiri pelatihan dan berusaha juga ikut pasrtisipasi dalam kegiatan-kegiatan yang ada hubungannya dengan dunia menulis. Saya yakin, itu adalah sebuah proses. Dan jangan takut atau ragu untuk menjalani proses. Karena proses akan menguatkan pondasi karya.

Pada akhirnya, semua berpulang kepada niat masing-masing. Jika tujuan menulis blog sekadar pengisi waktu dan tak ada tujuan ke arah profesional, silakan. Tetapi jika ingin diakui oleh publik, diakui posisi tawarnya secara finansial dan melekat labelling sebagai blogger profesional, sebaiknya diusahakan menjalani proses tadi secara konsisten. Karena ini adalah bagian dari tanggung jawab terhadap pilihan kita.

Apa yang kita lakukan selagi bermanfaat untuk diri sediri dan orang lain, lakukan saja. Tak perlu mempersoalkan pengakuan atau embel-embel dari orang lain.