Uncategorized

Perjuangan Teater Abang None Jakarta Dalam Menjaga Budaya Betawi

Sering terlintas pertanyaan terhadap ajang pemilihan kontes kecantikan, setelahnya para peserta yang terpilih itu apa saja yang dikerjakannya? Kontribusi buat masyarakat apa? Apa hanya memperoleh gelar predikat Ratu anu atau Putri anu dan sejenisnya. Sedangkan setiap tahunnya pasti terus bertambah dan ada regenerasi. Sekarang, apa kiprah mereka? Apa sumbangsihnya untuk masyarakat luas sesuai dengan gelar atau predikat yang disandangnya?

Menghabiskan rasa penasaran, saya mengintip kegiatan salah satu komunitas yang tergabung dalam Ikatan Abang None Jakarta. Setelah browsing, ada Teater Abang None Jakarta. Wah ini menarik, ada teater nya. Lalu saya intip Twitter nya, @TeaterAbnon wah banyak hal yang membuat saya tercengang. Dugaan saya, tentang kontes-kontes kecantikan dan penobatan-penobatan Raja, Ratu kecantikan itu hanya jual tampang dan tak jelas selanjutnya mau ngapain. Tapi dugaan saya itu terpatahkan saat melihat kegiatan-kegiatan latihan para Abang None Jakarta, terlihat dari kicauan dan foto-foto di Twitter nya. Ada latihan pencaksilat, Tarian Betawi, Sandiwara, menyanyi dan lain-lain. Wah menarik sekali ini. Lalu saya follow twitter nya dan mention beberapa Abang-None Jakarta, tak lupa mention Maudy Koesnaedi (None Jakarta 1993) penggagas organisasi Teater Abnon. Kiprah doi sudah tak diragukan dalam seni peran maupun entertainment. Wajar jika mampu membidani Teater Abnon.

Dari seringnya mention-mentionan, kami pun janjian bertemu. Saya diundang ke Gedung Dinas Pariwisata Provinsi DKI di Gatot Subroto oleh Andes, koordinator Teater Abnon. Karena saya pun tertarik dengan kebudayaan Betawi. Saya kerap melakukan kunjungan ke Setu Babakan untuk mendalami informasi Budaya Betawi ini.

Di Gedung C Dinas Pariwisata DKI tersebut Abang-None Jakarta yang tergabung dalam Teater Abnon melakukan latihan rutin seni peran, pencaksilat, menyanyi dan menari yang ada unsur Betawi nya dan briefing segala kegiatan atau sekadar ngumpul untuk pererat silaturahim. Lihatnya seperti keluarga. Mereka begitu guyub dan kompak. Sebelum ngobrol, saya perhatikan latihan mereka, tak mengenal lelah, padahal mereka habis pulang kerja langsung ke sana untuk latihan. Saya juga ngobrol banyak dengan Dio Aufa Handoyo (Abang Jakarta 2013) menurutnya, Misi Teater Abnon sebagai wadah untuk mempertahankan Budaya Betawi yang semakin tergerus. Mereka melakukan latihan untuk mengasah dan menimbulkan bakat seninya. Yang selanjutnya akan dibagikan lagi kepada angkatan-angkatan berikutnya. Peroleh ilmu tetap dari pakarnya, tapi sebagian Abnon yang sudah mendalami latihan, akan menjadi pelatih juga bagi abnon lainnya. Sehingga proses latihan terus berjalan.

Salah satu pementasan Teater Abnon
Salah satu pementasan Teater Abnon
Selalu tampil maksimal
Selalu tampil maksimal

None jakarta sedang latihan silat (Foto : Pribadi)
None jakarta sedang latihan silat (Foto : Pribadi)
Semangat latihan menari (Foto : @TeaterAbnon )
Semangat latihan menari (Foto : @TeaterAbnon )

Beberapa karya yang pernah dipentaskan diantaranya Cinta Dasima (2009) , Doel : Antara Roti Buaya dan Burung Merpati , Kembang Parung Nunggu Dipetik (2010) , Sangkala (9/10) , Soekma Djaja, Topeng Betawi Jaya Bersama (2013) , Lenggak Lenggok Jakarta (2014) , Topeng Jakarta Jaya Raya (2014) dalam waktu dekat, tepatnya Bulan Oktober 2015, Teater Abnon akan memproduksi pementasan ke 5 bertema silat. Selain kegiatan internal, Teater Abang None Jakarta juga suka dilibatkan dalam kegiatan pemerintah dan perusahaan dengan membawa atribut Budaya Betawi, tentu saja. Ini bukti bahwa Abang None Jakarta punya karya. Dengan atribut Budaya Betawi yang diusung, ini merupakan upaya tanpa batas yang dilakukan oleh Ikatan Abang None Jakarta, khususnya Teater Abnon.

Yang menariknya lagi, menurut Maudy Koesnaedi, para member Teater Abnon tak hanya bergantung kepada sponsor jika akan membuat event besar, Mereka suka membuat pementasan-pementasan kecil yang harga tiketnya terjangkau masyarakat, hasilnya dikumpulkan untuk pementasan besar, ini perjuangan Mba, sebab untuk mendapatkan sponsor susah, banyak yang menganggap Seni Teater kurang komersil dan kurang daya jualnya. Tapi Show Must Go On. Ungkap Maudy.

Saya terharu dengan semangat para Abnon yang berjuang mempertahankan Budaya Betawi tanpa kenal lelah, mereka sukarela melakukan latihan setiap Hari Rabu malam, sepulang mereka beraktivitas. Tanpa pamrih dan tanpa tekanan. Satu tujuan mereka, sebagai kontribusi nyata untuk Jakarta melalui predikat yang mereka emban. Terealisasi dalam kegiatan dan karya nyata nya. Patut didukung oleh masyarakat dan pemerintah. Karena untuk melakukan pelestarian Budaya Betawi, tak cukup sepihak, harus ada dukungan dari pihak lain juga. Untuk memperkokoh keberadaannya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s