Uncategorized

Aruna Dan Lidahnya

Karya Laksmi Pamuntjak
Karya Laksmi Pamuntjak

Sinopsis

Aruna, penyuka kuliner dan salah satu pekerja dari Konsultan yang bergerak dalam penelitian yang berhubungan dengan unggas bernama One World. Tugasnya saat ini, meneliti berbagai kronologis terjadinya penularan flu unggas kepada sebagian penduduk Indonesia. Aruna harus berhubungan dengan berbagai birokrasi yang rumit. Baik dengan organisasi kemasyarakatan maupun pejabat partai dan pemerintah.

Kasus penyakit flu burung pun kerap dijadikan alasan oknum pejabat untuk mengegolkan proyek. Dengan dalih manusia perlu diberikan vaksin penangkal flu burung. Padahal langkah ini, tidak efektif. Vaksin tak berjalan, kasus penularan tetap meningkat. Alasannya tentu saja dikorupsi. Hal ini membuat Aruna tak nyaman. Tetapi karena tugas, mau bagaimana lagi?

Mendapat angin segar, saat ditugaskan ke beberapa daerah untuk penelitian kasus penyakit flu burung ini, Aruna beserta teman-teman sekantornya, Bono dan Farish. Tak disia-siakan untuk menjajal berbagai makanan khas di setiap daerah yang dikunjunginya.

Daerah yang pertama dikunjunginya adalah Surabaya, di sana Aruna, Bono dan Farish langsung mengunjungi sebuah rumah sakit yang dituju, dan mewawancarai perawat serta pasien. Didapat data “Kasus Mojokerto” yang disebut kasus lama Tahun 2007. Seorang warga demam tinggi 39 derajat Celcius, tingkat leukosit 1000 sel / mikro liter, jauh di bawah standar normal.

Ditemukan juga kasus pejabat daerah Malang yang merujuk pasien-pasien nya ke rumah sakit tersebut, tak menyediakan fasilitas yang memadai untuk pasien-pasien flu unggas. Sehingga saat dirujuk sudah sangat parah keadaannya.

Selama di Surabaya, Aruna, Bono dan Farish menikmati aneka rujak, seperti rujak cingur, rujak tolet yang memakai bumbu gula merah, kecap dan bawang putih, serta rujak deham yang berbumbu asin dengan komposisi irisan buah dan taoge. Ada juga rujak cemplung, rujak buah yang disajikan dengan kuah air kelapa. Tak lupa Rujak soto dan Botok Pakis yang menjadi pusat perhatian mereka karena komposisinya yang tak biasa.

Dalam perjalanan mereka ke Madura, menyempatkan menyicipi hidangan unggas bebek, walau mereka sedang bergumul dengan permasalahan flu unggas, tapi mereka tetap tak mau melewatkan menyicipi aneka hidangan tersebut. Malah Bono berdalih bahwa Bebek yang dirasakannya di sebuah warung legendaris, mirip duck confit dari Paris. Tak jauh dari Kota Bangkalan, tiga sekawan ini meneliti rumah penduduk yang anaknya bernama Rizki kena flu unggas, orangtuanya yang Kyai dan Ibu Hajjah kelihatan sudah merelakan Rizki anaknya yang sedang dirawat di puskesmas. Kyai tak mau meneruskan perawatan anaknya ke rumah sakit karena ia sudah mengikhlaskan anaknya, sementara Ibu Hajjah hanya pasrah atas keputusan suaminya. Setelah diteliti rumah dan sekelilingnya, di sana tak ada unggas dan menurut tetangga yang diwawancarainya, di sana memang sepi unggas dan menduga Rizki kena flu unggas dari daerah lain.

Lalu mereka melanjutkan tugasnya meneliti di Sampang dan Pamekasan, dilanjutkan ke Madura. Di sana mereka mencoba Sate Lalat, yakni sate ayam biasa yang disajikan kecil-kecil seperti lalat. Sate Lalat ini tak sesuai harapan mereka, karena tak ada sesuatu yang istimewa selain bentuknya yang kecil. Soto Kikil Kokot a la Madura yang ditawarkan sopir mereka pun tak luput dicoba, walau lagi-lagi kurang ekspektasinya. Karena sumsum tulang yang semestinya disedot, terburai dalam kuah dan menimbulkan banyak lemak. Kuahnya pun cepat dingin. Ini membuat Aruna ilfeel.

Tiba di Palembang, kota di mana mereka melanjutkan tugasnya dari One World. Nadezhda, Sahabat Aruna ikut bergabung bersama mereka. Tugas kali ini, diawali dengan mengunjungi pasien rawat inap bernama Pak Zachri. Aruna ngobrol panjang lebar, seperti sudah ada chermistry. Pak Zachri bercerita bahwa ia tak mau pindah dari tanah kelahirannya Palembang dengan satu alasan, tak mau melewatkan makan pempek enak asli Palembang. Pak Zachri sedang sakit pun masih merekomendasikan Pempek asli Plaju, yang paling terkenal di Palembang.

Selang beberapa hari, Pak Zachri meninggal, Aruna merasa terpukul, sepertinya Aruna sudah punya ikatan batin sama Pak Zachri dari obrolan asyik tentang pempek dan kehidupannya.

Sebelum bertolak ke Medan, menuju tujuan selanjutnya. Aruna dan kawan-kawan menyempatkan diri mencari Gulo Puan, jajanan yang hampir punah dan hanya ada setiap Hari Jumat yang digelar di pelataran Masjid Agung.

Sesampainya di Medan. Aruna dan kawan-kawan menghadapi hal yang janggal terkait pekerjaannya di One World, rupanya terjadi konspirasi anatara kepentingan segelintir golongan yang dikaitkan dengan politik. Hal ini membuat Aruna dan kawan-kawan merasa ilfeel tetapi mereka tetap menjalankan tugasnya dengan baik. Di Medan juga tercium sikap Farish yang mencuri hati Aruna. Tapi Aruna belum menyadari sepenuhnya. Sedangkan teman-teman yang lainnya semakin akrab dan tak kenal lelah berburu kuliner. Di Medan mereka mencoba Kari Bihun dan Mie Pangsit. Selain itu, mereka juga mencoba Kari bebek.

Perjalanan berlanjut ke Aceh, kalau di Aceh, juaranya adalah kopi. Di Aceh, melanjutkan tugasnya, mereka menyempatkan diri berkunjung ke puskesmas yang sulit terjangkau. Berada di tengah puing dan bekas Tsunami. Sempat berbincang dengan seorang petugas Puskesmas yang mengabdi di sana.

Perjalanan berlanjut ke Kalimantan, selain menunaikan tugas, mereka menjajal makanan khas negeri katulistiwa itu, seperti Kwetiaw, Rujak buah yang khas dan Sotong Pangkong. Di sana, cinta Aruna dan Farish mulai bersemi. Sedangkan Bono harus gigit jari karena ditolak Nadezhda. Di Kalimantan ini klimaks nya rasa bosan Aruna dan kawan-kawan terhadap tugasnya yang banyak menuai pertentangan hati nurani. Tetapi mereka masih punya pendirian masing-masing untuk membuat keputusan.

Sekembalinya ke Jakarta, Aruna pergi ke Lombok untuk berlibur dan seperti biasa, mereka tetap menyicipi makanan-makanan khas Lombok. Apa saja yang diperbuat Aruna selama di Lombok? Apakah Aruna jadi menikah dengan Farish? Apakah mereka semua masih bekerja di One World? Bagaimana akhirnya konspirasi tentang konspirasi flu unggas itu terbongkar? Untuk keseruan lainnya, bisa dibaca di novelnya.

Resensi

Mengikuti alur cerita novel ini, membuat saya seolah ikut bersama tokoh-tokoh yang diceritakan, menjelajahi Surabaya, Madura, Bangkalan, Pamekasan, Palembang, Medan, Aceh, Pontianak dan Lombok. Tokoh yang digambarkan seolah hidup karena imajinasinya mudah dibayangkan. Karakternya jelas dan setiap dialog dari tokoh-tokoh tersebut gayanya konsisten..

Kuliner-kuliner yang dicoba di setiap daerah selain memberi wawasan baru serta menjadi tahu detail dan sejarahnya, contohnya untuk Pempek, diterangkan Pak Zachri, pasien yang dikunjungi Aruna, asal usulnya banyak cerita beragam, dari mulai nama koki kerajaan Sultan Baddarudin sampai seseorang bernama Apek, yang mengolah ikan tangkapan melimpah di Sungai Musi yang diolah bersama tapioka dan dijajakan berkeliling kampung. Maka terkenallah nama pempek.

Ada juga pengetahuan lain tentang makanan yang menjadi tradisi lokal dari Medan, yaitu Naniura. Ketika Aruna dan kawan-kawan menyempatkan diri belajar membuat Naniura di rumah penduduk lokal, diterangkan semua bahan dan cara membuatnya. Yakni, ikan mas hitam yang dibubuhi bumbu kunyit, lengkuas, jahe, daun kecombrang, cabe rawit dan andaliman. Naniura tak dimasak, Cuma difermentasikan di lemari pendingin bersama bumbu yang tercampur. Ikan akan matang oleh perasan jeruk purut. Naniura tadinya makanan para raja, sekarang sudah dikonsumsi oleh rakyat biasa.

Selain itu, konflik yang diceritakan antar tokoh pun cukup menarik, empat sekawan yang berlainan latar belakang bisa kompak dan Farish yang bukan penyuka kuliner bisa tertular menjadi penyuka dan pemerhati kuliner, selain karena tertarik dengan Aruna tentunya.

Dengan novel ini, cukup membuat saya terbawa menjelajah daerah-daerah yang diceritakan plus menyicipi makanannya, bisa dibayangkan bagaimana bentuknya dan komposisinya. Saya jadi punya referensi jika datang ke daerah tersebut, harus mencari makanan yang ada dalam novel ini. Selain memberi wawasan kuliner, juga ada wawasan tentang organisasi, geografis dan politik walau komposisinya tak sebanyak cerita kuliner nya. Karena misi buku ini memperkenalkan kekayaan dan keragaman kuliner Indonesia sekaligus menggambarkan situasi politik secara umum dan kejadian yang diceritakan tak jauh dari apa yang sering kita temui di kehidupan sehari-hari. Penulis Novel ini adalah penulis Novel Amba yang best seller dan The Jakarta Good Food Guide.

Judul : Aruna dan Lidahnya

Penulis : Laksmi Pamuntjak

Penerbit : PT. Gramedia Pustaka Utama

ISBN : 978-602-03-0852-4

Advertisements
Uncategorized

Sadar Penuh Hadir Utuh Untuk Merayakan Saat ini

Zaman yang sudah terisi banyak orang pintar, kaya dan banyak keahlian. Persaingan ketat membuat dorongan kuat untuk melakukan sesuatu. Dalih memenuhi kebutuhan hidup, dengan cara radikal. Bekerja tanpa memedulikan hak tubuh untuk istirahat dan berpacu dengan waktu untuk mengejar target. Bahkan ketika target sudah tercapai, masih saja mengejar ambisi, demi perbekalan keturunan. Kadang, diraih dengan cara sikut sana sikut sini, menghalalkan segala macam cara dan menimbun banyak keinginan. Begitulah gambaran dinamika manusia masa kini.

Mengejar impian tak salah, malahan berusaha itu harus. Tetapi semestinya diimbangi dengan jeda yang dapat menampung energi, memperbarui energi serta lebih maksimal dalam melakukan upaya meraih apa yang dituju.

Di Griya Sukhacitta, yang terletak di kawasan Kemang Utara, pada Tanggal 15 Februari 2015 lalu, saya dan beberapa teman blogger mendapat kesempatan menyerap ilmu dari Adjie Silarus, pakar meditasi yang konsen di segmen mindfulness. Jika kita sudah terlalu crowded pikiran, terlalu sibuk dengan keseharian yang memenuhi memori, meditasi mindfulness ini sangat tepat. Apa saja yang dibagikan Adjie selama obrolan lebih kurang dua jam setengah ini? Yuk kita simak.

Kehidupan yang seimbang, antara mengejar ambisi untuk pemenuhan kenutuhan hidup dan ketenangan jiwa, perlu menerapkan filosofi Yin Yang

Filosofi Yin Yang
Filosofi Yin Yang

Mindfulness

Berkaitan dengan masalah yang dijabarkan di atas, penyebabnya adalah kita selama ini terbiasa terlatih dalam sisi Yang saja. Sedangkan keduanya harus dijalankan seimbang. Tak boleh timpang. solusinya ada pada bahasan buku kedua Adjie Silarus yang akan diluncurkan dalam waktu dekat, yakni, membahas sisi Yin, yang fokus pada merayakan kehidupan pada saat ini. Tak melupakan karunia yang sebenarnya sudah didapatkan pada hari ini. Tak hidup dalam era membuang sesuatu yang sudah rusak tapi memperbaikinya.

Saat berusaha memperoleh ambisi, dan menuai harapan, biasakan jalani dengan sewajarnya. Lakukan dengan kesadaran penuh dan sabar. Tidak tergesa-gesa. Tidak diliputi banyak kekhawatiran. Karena, jika kita sedang mengejar impian dengan cara yang tergesa-gesa, harapan yang terlalu besar dan terlalu menggenggam erat keinginan serta apa yang telah dimiliki, hal ini menyiksa diri sendiri. Bahkan menghambat proses dalam meraih sesuatu yang dituju.

Sebagai contoh, dari cuplikan sinopsis Buku Mindfulness, ada seorang murid yang ingin menguasai sebuah jurus, si murid bertanya dan menyampaikan keinginannya kepada sang guru. Bahwa ia akan berlatih serius, tekun dan rela mengorbankan waktu makan dan tidur nya. Asalkan jurus tersebut bisa dikuasai dalam waktu singkat, sesegera mungkin. Di luar dugaan saya, sang guru bukannya mendukung salut atas niat kegigihan muridnya. Tetapi sang guru mengatakan bahwa jika muridnya melakukan cara demikian, untuk menguasai jurus tersebut malah membutuhkan waktu yang lebih lama.

Ungkapan sang guru sangat masuk akal, karena jika muridnya berlatih terus menerus tanpa henti, bahkan sampai melupakan waktu makan dan tidur serta istirahatnya, konsentrasinya akan terpecah, kondisi badan akan memburuk dan kecemasan-kecemasan atas rasa takutnya tidak menguasai jurus yang diajarkan akan berpengaruh pada jiwanya.

Jadi, pesan dari mindfulness ini, bukan hanya menganjurkan untuk diam tak berbuat apa-apa, tapi dalam artian, diam sejenak dari keriuhan untuk memperoleh energi dan semangat baru. Menurut Adjie, jika kita mampu diam dalam hening, kita akan selalu siap menghadapi berbagai kemungkinan tanpa rasa cemas. Dengan kesadaran penuh dan hadir utuh di sini kini, akan memberikan kekuatan yang lebih baik. Dan merasakan rasa syukur.

Gaya hidup Minimalis

Pada pertemuan ini, saya dan teman-teman seperti mendapatkan terapi saat jiwa sudah terlalu sesak dan sibuk dengan pikiran-pikiran yang datang. Mulai dari banyaknya kemauan dan berambisi ingin mencapai sesuatu hal yang belum tercapai. Belum lagi, memikirkan masa lalu dan mencemaskan masa depan. Lengkap sudah beban itu seperti batu besar menindih tubuh kami.

Tapi, setelah Adjie Silarus menyambut kami dengan hangat, hadir secara utuh dengan kesadaran penuh, kami seolah mendapatkan energi darinya, pertanyaan-pertanyaan kami yang sedikit curhat.

Adjie memberikan tips untuk bergaya hidup minimalis, agar lebih simpel dan bisa membuat hati serta pikiran plong dan leluasa untuk melakukan upaya dalam mencapai suatu tujuan. Contoh kecil untuk tahapan gaya hidup minimalis adalah mulai dari diri sendiri, misalnya, jika baju, sepatu, tas atau barang-barang di rumah terasa kebanyakan, bisa dibagikan kepada orang yang membutuhkan. Selain itu, buku-buku yang sudah terbaca pun bisa dibagikan ke teman-teman. Memang tak mudah menerapkan gaya hidup seperti ini, tetapi jika dilakukan dengan tekun, perasaan ikhlas itu bisa diterapkan. Kata Adjie.

Untuk hal lainnya, kita sebaiknya bijak dalam bersikap dan segala keputusan dalam kehidupan sehari-hari, Misalnya, daripada waktu dihabiskan untuk memikirkan gaya rambut, sebaiknya carilah model rambut yang lebih simpel dan mudah perawatannya, agar waktu bisa digunakan untuk hal-hal yang lebih berguna. Adjie menambahkan.

Untuk memulai kebiasaan ini, melakukan perjalanan ke dalam diri, cukup lakukan revolusi terhadap diri sendiri. Dan berlatih untuk tidak terlalu menggenggam erat harapan.

Berbagi

Adjie juga menyarankan supaya kita terus berbagi kepada orang lain. Berbagi yang cukup sederhana, dengan cara mendengarkan setiap curhatan orang lain yang datang dengan kehadiran untuh. Dalam arti, kita mendengarkan dengan sepenuh hati dan jiwa dan pikiran tidak melayang kemana-mana saat mendengarkan orang lain ketika berbicara dengan kita. Dahsyatnya, jika kita sudah melakukan ini, solusi buat yang curhat biasanya ditemukan sendiri.

Meditasi

Melatih pernapasan perut
Melatih pernapasan perut
Belajar teknik meditasi sederhana, sedang menyimak arahan Adjie.
Belajar teknik meditasi sederhana, sedang menyimak arahan Adjie.

Sesi terakhir, kami dipandu untuk meditasi dengan berlatih untuk merasakan kesadaran penuh dan kehadiran untuh, dengan cara sederhana. Dengan menyadari setiap hembusan napas dan latihan pernapasan perut yang dihirup panjang dan dihembuskan perlahan. Posisi badan harus tegak dan rileks saat duduk bersila. Kedua tangan posisinya seimbang.

Tak melewatkan untuk foto bersama
Tak melewatkan untuk foto bersama

Pengalaman berkesan di Griya Sukhacitta bersama Adjie Silarus, memberikan efek yang mendorong terjadinya perubahan kebiasaan diri, ini penting. Untuk menyelamatkan tercapainya tujuan utama. Memang harus ada skala prioritas dan untuk rela melepaskan keinginan-keinginan yang di luar jangkauan memang tak perlu digenggam erat. Bukan berarti tak boleh berambisi. Tetapi beri kesempatan diri untuk diam sejenak untuk evaluasi dan himpun energi baru, semangat baru dan ruang yang luas.

Untuk Mas Adjie, Mas Doni dan Mba Widya terima kasih atas semuanya. Semoga kebaikannya dibalas Yang Maha Kuasa, amin.

Uncategorized

Menulis Kolaborasi

3234ec71debd4666345aa9b573e16f57_kolaborasiAwal ngeblog di Tahun 2008, belum begitu gencar aktivitas sosial media Facebook dan Twitter. Sehingga intensitas menulis blog lebih banyak kuantitasnya. Karena perhatian menjadi lebih fokus saat itu. Komunikasi dengan teman-teman blogger paling mengandalkan Yahoo Messenger (YM) dan membuat conference chatting setiap Hari Jum’at biar tak mengganggu pekerjaan. Karena saat itu, saya masih bekerja kantoran.

Kegiatan menulis blog pun bervariasi saat itu, tak hanya menulis dan blogwalking saja. Kami, Blogger yang suka chatting via YM suka muncul ide-ide yang mengasyikkan cara update blog. Seperti saling memberikan PR ke blogger yang jarang update, caranya memberi tugas beruntun dengan satu tema yang diangkat. Misalnya, saya menuliskan tentang buku A, lalu di akhir postingan memberikan tugas ke blogger yang saya tunjuk untuk menulis buku B, begitu seterusnya, blogger bebas memilih target yang diberikan PR.

Biar semangat, ada acara memberikan award atau apresiasi kepada sesama blogger dengan memberikan banner bergambar menarik. Sang penerima award harus menceritakan award itu dalam blog nya sambil memberi backlink ke si pemberi award. Jadi, saling menguntungkan karena bertukar backlink juga dapat update blog nya.

Yang ingin saya bahas kali ini adalah menulis duet, yang sering dilakukan di era 2009-an. Menulis duet ini seru, bisa dalam bentuk opini, cerpen, puisi atau prosa pendek. Pasangan duet tak harus laki-laki dan perempuan. Sesama laki-laki dan sesama perempuan pun sah saja. Selama klop dalam menggabungkan isi kepala masing-masing dalam sebuah tulisan. Untuk menyusun konsep dan menentukan tema nya biasanya dibahas dulu melalui chatting. Setelah itu saling bertukar draft di file word, masing-masing saling menambah dan mengolah artikel bersama-sama. Biasanya hasilnya unik, keren dan tercipta kolaborasi yang menarik.

Keuntungannya banyak, selain mendapat sudut pandang yang luas, karena harus menyesuaikan isi pikiran pasangannya juga dituntut berpikir di luar kebiasaan gaya sendiri. Jadi punya warna dan perbendaharaan kata baru. Dan mendapat backlink. Hubungan pertemanan pun semakin dekat secara emosional. Dan bisa melatih kerjasama lho.

Aturan buat menulis duet ini tak susah, ini clue nya :

  • Tentukan tema
  • Pilih teman yang satu minat dengan tema terkait ( Satu kelompok bisa dua orang atau lebih jadi tak melulu harus berdua )
  • Diskusikan konsepnya
  • Salah satu pasangan buat draft terlebih dahulu, setelah itu kirim ke pasangan isi draft nya. Si pasangan berusaha membuat draft lanjutan dengan penyesuaian draft yang diterimanya.
  • Setelah sepakat baru posting di blog masing-masing bersama-sama.

Menulis kolaborasi tak hanya tulisan blog, novel pun bisa, contohnya Kak Wylvera dan Fitha Chakrawati, dua blogger ini pernah membuat novel bareng judulnya Kue-Kue Cinta, hasilnya keren, ada warna di sana. Terlihat sekali dua gaya tulisan menjadi satu nyawa, sangat menarik dan layak dicoba. Tak perlu jauh-jauh sampai novel dulu, cukup membuat cerpen bisa jadi bahan buat menulis kolaborasi. Karena teman kolaborasi masih teman sendiri, tak perlu cemas atau segan jika ada yang perlu ditanyakan, komunikasikan saja dengan leluasa.

Membuat karya blog yang lain dari biasanya akan memberikan penyegaran, baik secara konten maupun ide. Selingan-selingan yang di luar kebiasaan juga memberikan tantangan yang mendorong agar kita agar lebih ber-kreativitas lagi.

Ada yang berminat menulis kolaborasi? Rencananya saya ingin menulis cerpen nih….jika ada yang berminat boleh kita tulis sama-sama…yuk coba berkolaborasi!

Uncategorized

Goodie Bag Hunter Itu Kini Berbagi Ilmu Ngeblog Di Lombok Timur

Goodie Bag Hunter Karya Pedro Gondem
Goodie Bag Hunter Karya Pedro Gondem

SINOPSIS

Perjalanan seorang Blogger yang akrab dipanggil Pedro sebagai nama pena. Ketika mendapatkan beasiswa di sebuah universitas di Jakarta, ia manfaatkan waktu luangnya untuk menulis artikel di blog. Pedro rajin membaca berita sebuah portal yang cukup terkenal. Sampai akhirnya bisa mengikuti event yang diselenggarakan portal berita tersebut melalui community nya.

Dari event tersebut, Pedro berkenalan dengan banyak teman Blogger dan mendapatkan jalan untuk bergabung di salah satu komunitas bernama Komunitas BRid dan dBlogger. Dari sana, mulailah mendatangi berbagai event dan undangan-undangan yang disampaikan ke komunitas tempatnya bernaung. Selain mendapat ilmu dari berbagai narasumber, sekelas Raditya Dika, Prabu Revolusi dan lain-lain, Pedro juga berkesempatan mengikuti event di luar kota, seperti Jogjakarta dan Solo.

Ada satu hal yang menarik dari perjalanan Pedro selama mengikuti berbagai kopdar dan event Blogger di Jakarta. Jika datang ke suatu acara, selalu diberi buah tangan yang populer bernama Goodie Bag. Isinya macam-macam, bisa buku, mug, pulpen, kaos, powerbank dan lain sebagainya. Pedro paling semangat jika datang ke suatu acara dikasih bonus goodie bag, walaupun tujuan datang ke acara bukan itu yang utama. Tapi silaturahim, cari ilmu dan networking. Banyak cerita tentang perburuan goodie bag ini, mulai dari ia mengikuti berbagai games, quiz dan mengikuti lomba live tweet serta menulis blog yang digelar oleh penyelenggara. Awalnya tak pernah menang tapi ia selalu berusaha untuk mencoba yang terbaik, tak pernah segan untuk belajar dari teman-temannya yang sudah mahir dan selalu juara. Usahanya menuai hasil, beberapa kompetisi berhasil dimenangkan dengan menggondol berbagai hadiah, mulai voucher makan sampai gadget canggih.

Pedro juga sering memanfaatkan ajang kopdar di setiap acara dengan memperoleh kenalan dan ilmu baru. Banyak kejadian lucu yang diceritakan, menariknya sebagian nama teman blogger ada yang disamarkan, juga nama tempat serta media yang diceritakan ikut disamarkan. Nama samarannya lucu dan kocak. Pedro juga begitu gigih ingin mengalahkan si ratu live tweet, usahanya berhasil, dalam buku ini, kemenangannya diceritakan begitu dramatis seolah ia habis memenangkan liga champion. Sangat menghibur.

Setelah puas mengikuti berbagai event blogger di Jakarta, Pedro yang sudah menyelesaikan masa kuliahnya dan saatnya kembali ke rumahnya di Lombok, semua ilmu blogging yang didapatnya ditampung dan dibagikan kembali di kampung halamannya, berawal dengan membagi ilmu di sekolahan SMA nya dulu, yakni SMA Selong di Lombok Timur. Ia pun berinisiatif menyelenggarakan workshop menulis blog bagi adik-adik kelasnya, dengan memberikan goodie bag hasil buruannya selama di Jakarta. Kalau di Jakarta, ia jadi goodie bag hunter, kali ini ia menjadi pemberi goodie bag dan pemberi ilmu bagi generasi baru di kampung halamannya Lombok.

Di akhir bab, Pedro membagikan tips berburu goodie bag yang sesuai dan benar, ‘sesuai’ dalam arti memberi feedback sebagai blogger kepada penyelenggara acara. Dan memberikan wawasan tentang menulis blog.

RESENSI

Buku setebal 219 halaman ini, dari awal sampai akhir dikemas dengan gaya komedi dan nama-nama samaran media, blogger serta nama tempat perburuan goodie bag, nyaris membuat saya tertawa gak berhenti. Apalagi jeda-jeda cerita yang dibuat dengan sedikit parodi, cukup menghibur. Kalau dibaca oleh para blogger atau yang aktif di sosial media, yang tertuang di buku ini tak akan jauh-jauh dari dinamika yang dilakukan para blogger.

Yang saya suka, selain menceritakan perburuan goodie bag di setiap acara, Pedro juga berbagi ilmu yang didapatnya dalam buku ini, termasuk ilmunya Raditya Dika tentang update konten sosial media yang baik serta bagaimana treat follower. Bahkan penulis memberikan tips sesuai pengalamannya.

Seiring selesai perkuliahannya di Jakarta, dan harus kembali lagi ke Lombok, Pedro tak menyia-nyiakan ilmunya untuk dipendam sendirian. Ia membagikan kembali ilmu yang didapatnya selama di Jakarta untuk almamater sekolahnya. Ini adalah inspirasi yang luar biasa yang bisa dipetik para pembaca umumnya, blogger khususnya. Semangat berbagi yang tinggi. Ketika mendapatkan banyak ilmu di tempat lain, tak segan-segan untuk dibagikan di kampung halamannya. Keren!

Buku ini bisa dibeli di bukukopi.com

Buat Pedro, semoga cita-citanya menjadi entrepreneur tercapai ya…..

JUDUL : Goodie Bag Hunter

Penulis : Pedro Gondem

Penerbit : Limau Publisher

Uncategorized

Fitur HD Voice Dicoba Pada Drive Test jaringan Indosat Jakarta-Bekasi

Joko Riswadi, Memandu Drive Test Jaringan Indosat Jakarta-Bekasi
Joko Riswadi, Memandu Drive Test Jaringan Indosat Jakarta-Bekasi

Jakarta, 16 Februari 2015 Melakukan test jaringan operator Telco, khususnya Indosat, sudah beberapa kali saya lakukan dengan mengikuti kegiatan Indosat bersama media di beberapa kota. Ini merupakan tantangan serta pembelajaran tersendiri buat saya. Bisa menjadi sumber ilmu pengetahuan baru tentunya. Dalam rangkaian proses modernisasi jaringan Indosat yang telah dilakukan di 23 kota di seluruh Indonesia, dengan menggunakan teknologi U900 dan DC-HSPA+, diklaim bahwa Indosat mampu menghadirkan kecepatan hingga 42 Mbps.

Kali ini, Indosat melakukan Drive Test Jaringan baru melalui rute Jakarta-Bekasi dengan menggunakan moda transportasi Kereta Api Wisata. Kenapa menggunakan Kereta Api rute Jakarta-Bekasi? Sesuai yang dikatakan John Thompson, Director and Chief Technology Officer “Transportasi kereta api paling banyak digunakan masyarakat yang beraktivitas sehari-hari, ketika di dalam kereta api, warga membutuhkan juga sinyal kuat sebagai keperluan komunikasi saat di perjalanan. Maka, Indosat memberikan layanan prima dengan menghadirkan HD Voice selain Superior Kualitas Data.”

Drive Test jaringan baru Indosat dipandu oleh Joko Riswadi, Division Head Network Optimization Indosat. “Kegiatan Drive Test ini untuk BTS nya tak dibuat secara khusus, kami mengoptimasikan BTS yang ada di sekitar lokasi yang dilalui. Dan saat ini, selain menguji jaringan untuk Data, HD Voice pun dilakukan.” Ujarnya.

Menurut Joko, HD Voice memberikan layanan suara yang lebih clear tanpa ada gangguan lainnya. Fitur ini dapat dinikmati pada handset yang telah support untuk fitur HD. Dengan mengaktifkan AMR WB (Adaptive Multi Rate Wideband)

Quality Voice Indosat di level 45
Quality Voice Indosat di level 45 atau 58,70%

Sepanjang jalan menuju Bekasi dari Stasiun Gambir, dilakukan upload serta pemutaran youtube. Didapat kecepatan Average 5 Mbps dan Current di 9,7 Mbps. Ketika melalui Cipinang, yang merupakan lokasi jamers, Indosat masih menunjukkan keunggulan jaringannya di kecepatan 1,2 Mbps untuk upload dan 5,38 Mbps untuk Youtube.

Sepanjang perjalanan di jalur padat yang dilalui, Indosat juga berhasil melampaui teknologi jaringan 42 Mbps, terbukti kecepatan minimal yang didapat selalu lebih dari 21 Mbps. “Sudah bisa dikatakan suatu jaringan masuk di Teknologi 42 Mbps, jika kecepatan minimum didapat lebih dari 21 Mbps.” Kata Joko Riswadi menambahkan.

Drive Test Jaring Indosat. Jakarta-Bekasi
Drive Test Jaring Indosat. Jakarta-Bekasi

Kesimpulan dari keseluruhan rangkaian Drive Test ini, adalah diraih kecepatan untuk upload di 23,3 Mbps dan untuk download di 9,23 Mbps. Sedangkan untuk MOS atau Good Voice Quality diraih pada level 45, berada di kisaran 58,70%.

Uncategorized

Manfaat Facebook

fdeb26368cd7e505ec0771cd317e5522_fb

Sosial media Facebook punya keunggulan tersendiri dibanding sosial media lain nya. Selain dapat memuat banyak update status yang cukup luas space nya, juga menyediakan layanan notes yang bisa dibuat untuk menyimpan artikel atau tulisan update yang lebih panjang seperti artikel website. Ditambah lagi fasilitas untuk pembuatan dokumen, chatting private message dan upload album foto. Lengkap sudah.

Ada lagi fasilitas untuk membuat grup, bagi teman-teman satu minat dan Fan Page, sebagai eksistensi si pengguna agar lebih banyak berinteraksi dengan lebih banyak teman atau followers. Konten timeline bisa disesuaikan dengan kebutuhan si pemiliknya.

Membuat akun sosial media Facebook selain ingin eksis dan menjadikannya wadah untuk narsis, tentu saja harus dibarengi pikiran bijak saat menggunakannya. Walaupun bebas tapi jangan lupa rambu-rambu. Salah-salah bisa dituntut oleh orang lain karena status yang dituliskan menyinggung perasaan orang dan merugikan nama baik orang lain.

Untuk diri saya pribadi, manfaat facebook yang sudah saya dapatkan adalah sebagai berikut :

Menemukan Teman Lama

Takjub ketika saya mengetikkan nama-nama teman SD, SMP, SMA dan kuliah serta teman kerja kantor lama di pencarian. Muncul satu per satu. Dengan perubahan wajah yang sangat berbeda. Antusias sekali. Dan ketika saling konfirm pertemanan, terjadi obrolan panjang, seru dan tak ingin berhenti melakukan percakapan karena begitu banyak kenangan yang dibahas atau ditertawakan. Berlanjut ke reuni dengan masing-masing angkatan dan kadang berlanjut berbisnis dan kerjasama.

Tak pernah menyangka jika akan bertemu kembali beberapa belas tahun kemudian dengan keadaan yang sangat berbeda. Ada yang melaju sukses, ada yang diam di tempat ada juga yang terpuruk. Dinamika ini sangat manusiawi. Dan kita diuji untuk saling berempati. Bukan hanya mendekati dan melanjutkan interaksi dengan teman yang sudah berhasil saja. Namun teman yang membutuhkan bantuan pun perlu dirangkul dan dibangkitkan semangatnya.

Ajang Memamerkan Karya dan Prestasi

Saya kerap memajang karya-karya artikel blog atau foto-foto ketika mengisi workshop. Bukan bermaksud riya, tetapi ini adalah upaya untuk memperkenalkan karya pribadi agar isi artikelnya bisa dibaca orang banyak dan syukur-syukur jika bermanfaat. Tak hanya itu, dengan memajang karya dan prestasi, bisa sebagai upaya meningkatkan personal branding secara tak langsung. Bahkan bisa sebagai portfolio pribadi. Manfaat memajang karya dan prestasi yang sudah saya dapatkan, misalnya saya pernah ditawari mengisi workshop menulis blog oleh seseorang atau teman yang sudah dikenal baik karena melihat apa yang saya bagikan di status. Atau memberi saya pekerjaan menjadi juri lomba menulis blog dan mengundang ke suatu acara spesial dengan undangan terbatas. Tentu saja ini sangat mengapresiasi.

Untuk hal ini, sebaiknya kita kembalikan ke niat pribadi masing-masing, tak perlu takut dianggap sombong. Jika niat kita baik dan niatnya hanya ingin memacu semangat teman. Tentu saja ada manfaatnya juga kan buat teman-teman lainnya? Sehingga bisa terinspirasi semangatnya. Kalaupun ada teman yang berpikiran negatif, biarkan saja. Sebab jika pikiran dan tanggapan sudah negatif, selamanya juga akan tetap negatif kan apapun yang nampak akan selalu dianggap negatif. Jadi mendingan tetap berkarya dan tunjukkan bahwa kita niatnya baik? Jika pamer karya tentu saja tak perlu sampai detail dan berlebihan. Misalnya, sampai memberitahukan honor sekian digit, mendiskreditkan pihak lain, merendahkan teman lain dan detail-detail lainnya yang di luar batas.

Bagi yang suka fotografi, puisi, membuat makanan atau hal-hal lainnya, bisa dipajang di facebook lho. Tapi jangan berlebihan dan jangan sampai menyolok bahkan mengundang hal-hal yang tak diinginkan.

Membuat Komunitas

Sangat efektif tentunya membuat komunitas dengan teman-teman yang satu minat, seperti komunitas blogger , pencinta kuliner, pencinta lingkungan dan charity. Dengan menggunakan fasilitas grup atau fan page, sangat efektif menyedot massa untuk direkrut menjadi member komunitas. Bahkan untuk koordinasi event atau meeting online, fasilitas grup ini sangat efektif dan lebih cepat terhubung dibandingkan conference yahoo messenger atau skype atau fasilitas lainnya. Karena facebook rata-rata sudah terinstall di perangkat gadget atau smartphone. Jadi lebih mudah menghubungi member untuk berkumpul.

Sarana Meeting Online dan Belajar Online

Jarak tak menjadi kendala untuk menghadiri sebuah workshop. Jika mau belajar atau menyampaikan materi, tak perlu lagi harus face to face. Memanfaatkan grup facebook bisa menjadi ajang belajar mengajar. Selai itu, untuk meeting juga bisa dilakukan secara online melalui grup atau chatting facebook.

TIPS Facebook Nyaman

Setelah memetik berbagai manfaat dari akun facebook, jangan lupa optimasikan pengaman akun, supaya tak dimasuki para tamu tak diundang yang akan mengobok-obok isi facebook kita. Ini beberapa tips dari saya :

  • Optimasikan setting pengaman, bisa dipelajari di setting security.
  • Tidak mengumbar data pribadi, seperti email, nomor hp, alamat rumah dan lain-lain
  • Tidak approve teman sembarangan, sebelum konfirmasi pertemanan, sebaiknya review dulu.

Tidak klik sembarangan link-link yang beredar, atau jika ada seseorang mengirimkan link di inbox, sebaiknya jangan langsung klik, siapa tahu itu virus atau kerjaan hacker jahat. Pengalaman saya tertipu dengan transfer uang ke teman yang facebook nya di hack, membuat saya lebih mawas diri dan memunculkan tips lainnya, inilah hikmahnya :

  • Jika teman-teman selesai chatting di inbox, sebaiknya clear conversation. Jika ada yang penting, catat saja di notes atau di file word. Setelah itu, minta teman chatting kita untuk sama-sama clear conversation juga. Ini mencegah supaya tak disalahgunakan orang-orang tak bertanggungjawab. Yang meniru gaya bahasa teman untuk tujuan penipuan.
  • Disarankan juga supaya teman-teman tidak memberikan informasi pribadi walaupun di inbox chatt. Sebaiknya berikan informasi pribadi melalui telepon saja langsung ke teman yang bersangkutan.
  • Ketika menuliskan status, hati-hati juga jangan curhat sembarangan, jika sedang marah, kesal atau tak dapat dibendung perasaan, sebaiknya jangan lampiaskan di facebook. Lampiaskan saja pada buku diary yang tak dapat dibaca semua orang. Jangan menyinggung perasaan orang dengan menyindir atau mendiskreditkan orang lain. Jika permasalahan dapat diselesaikan secara kekeluargaan itu berarti mujur, tetapi jika mereka yang merasa dirugikan dengan status kita menuntut secara hukum, ini akan ribet tentunya. Jadi berpikir yang jernih dulu sebelum posting sesuatu.

Posting Status Inspiratif

Tanpa sadar, banyak teman facebook yang puitis, sering menuliskan quote yang keren dan isinya sangat penuh makna. Status-status yang dituliskan mengandung penyemangat, memotivasi, penuh inspirasi akan bermanfaat bagi yang membacanya. Bahkan filosofi yang tertulis bisa membuat sudut pandang luas dan bisa terbantu cara berpikir.

Harapannya, kita semua bisa fun dalam berselancar di sosial media kan teman-teman? Maka dari itu kita harus bisa benar-benar memanfaatkannya dengan baik dan gunakan akun sosial media seperlunya, sesuai kebutuhan dan bijak serta selalu aware ketika berselancar di dunia maya.


Uncategorized

Film Boneka Si Unyil

Boneka Si Unyil Di Museum Wayang Jakarta. (Foto : Pribadi)
Boneka Si Unyil DKK Di Museum Wayang Jakarta. (Foto : Pribadi)

Setiap melihat Boneka Si Unyil, saya selalu teringat masa lalu. Masa saya baru masuk sekolah kelas 1 SD. Setiap hari Minggu jam delapan pagi, film ini tayang di TVRI. Stasiun TV satu-satunya di zaman itu. Tak pernah mau ketinggalan film ini. Walau sedang ramai sepupu atau saudara datang, tetap nonton film ini adalah wajib buat saya dan adik saya Reni.

Unyil punya adik bernama Kinoy, lahir dari keluarga idealis. Bersahabat dengan Usro dan Ucrit. Pembukaan dan penutupan film ini selalu disapa salam Unyil, Usro dan Ucrit. Teman Unyil yang lainnya, ada Cuplis dan Melani. Setiap episode tema nya suka beda-beda. Ada yang menceritakan pelajaran sekolah, berkebun dengan Pak Raden. Tapi Pak Raden ini pelitnya minta ampun, mau meminta buah jambu dari kebun nya yang rimbun saja gak dikasih. Lain dengan Bu Raden yang baik dan ramah.

Tokoh yang melegenda sampai sekarang di film Si Unyil ini, adalah Pak Ogah, berkepala botak yang kerjanya menunggui Pos Kamling dan mencegat orang-orang yang lewat untuk dimintai uang 100 Rupiah dengan kalimat andalannya Cepek duluuuu…. Baru boleh lewat jika sudah kasih uang cepek. Teman Pak Ogah adalah Pak Ableh, kerjaannya sama dengan Pak Ogah, cuma Pak Ableh lebih jinak hahaha……

Di Film Boneka Si Unyil ini, ada juga tema horor nya, saya dan adik saya paling suka ini, jadi ada Nenek Sihir yang mendiami sebuah Gua, yang jahil dan lumayan ngeri. Kostumnya pas banget. Animasinya keren walau Cuma boneka, diiringi musik yang seram, seperti beneran ada.

Selain itu, ada Bo Bariah. Mbok-mbok dengan postur tubuh gemuk, penjual rujak petis khas Madura, menjajakan rujak dengan meletakkan bakul rujaknya di atas kepala. Sambil teriak Jak Rujak Petiiiss… Bo a bo! Dengan logat Madura nya, lucuuuuu banget hahaha…..

Di zaman film Si Unyil ini juga ada orang keren yang melek teknologi, namanya Jontor, tak pernah lepas dari walkman nya, ke mana-mana selalu dengar musik sambil mengenakan headset.

Yang terpenting lagi, dari film boneka sederhana ini, selalu memberikan tontonan edukasi yang bermanfaat buat anak-anak pada masa itu. Saya pun sering menyerap pesan-pesan moral yang mudah dicerna. Misalnya, sikap solidaritas Si Unyil dan kawan-kawan terhadap temannya yang kurang mampu, Si Cuplis yang punya adik banyak. Sikap saling tolong menolong dan cerminan-cerminan dari tokoh-tokoh yang ada menstimulasi saya dan anak-anak masa itu untuk membedakan mana sikap yang patut ditiru dan yang tidak.

Film produksi PPFN ini, selalu dinantikan. Sambil nonton biasanya ngumpul sama keluarga sambil menikmati camilan-camilan yang dibuat Opung. Duh, jadi kangen sama Opung, Uda dan keluarga besar yang kerap menemani saya dan Reni buat nonton film ini setiap Minggu pagi.

Tak hanya mengingatkan dengan keluarga, saya juga teringat dengan teman-teman bermain di rumah, kadang-kadang suka nonton bersama juga di rumah setelah itu kami ngobrol film ini, saling menceritakan tokoh yang berkesan di hati kami. Biasanya yang paling jadi bulan-bulanan buat dibahas adalah Pak Ogah, Pak raden dan Si Cuplis. Kalau Melani menjadi primadona.

Coba ya, kalau zaman sekarang ini ada film-film seperti ini, daya kreativitas nya tinggi dan pesan moral mudah dicerna. Walau dari peran boneka.