Uncategorized

Gerakan Semangat Menulis Blog

Keseruan di Roof Top Kantor detik.com
Keseruan di Roof Top Kantor detik.com (foto by, FB Blogdetik)

Minggu, 23 Nopember 2014 Beberapa member Blogger Blogdetik diundang ke markas detik.com untuk kopdar dan berbagi hal-hal seru seputar menulis blog. Sekalian pengambilan gambar untuk video Gerakan Semangat Ngeblog yang akan diluncurkan dalam waktu dekat.

Gerakan semangat ngeblog ini bertujuan untuk siapapun Blogger, yang bukan hanya pemilik Blogdetik, agar bisa semangat lagi menuliskan segala aspirasi, pikiran, ide dan cerita orisinal dari para blogger itu sendiri. Mengingat saat ini banyak sekali kendala untuk update posting dengan konten personal. Hambatan menulis konten personal, tentunya datang dari faktor internal dan eksternal blogger itu sendiri. Misalnya, kesibukan yang semakin meningkat. Baik kesibukan dalam karir atau rumah tangga, juga mood yang sering tak jelas dan kurangnya semangat yang timbul untuk menulis blog. Sedangkan faktor lainnya, fenomena posting Job Review yang kian marak, membuat postingan para blogger menjadi kurang orisinal dan dipenuhi ulasan-ulasan brand produk atau jasa yang perbandingannya kurang baik. Padahal konten orisinal lah yang seharusnya merajai konten blog pribadi kita.

Bukannya tak boleh menayangkan postingan Job Review, siapa yang tak mau menolak rezeki kan? Hal ini bisa disiasati kok, misalnya dengan mengimbangi konten orisinal berupa opini, reportase dan ulasan pribadi terhadap sesuatu yang tak ada briefing dari brand yang memakai jasanya. Sehingga esensi utama ngeblog berupa sharing dan hubungan sosialisasi kembali gairahnya.

Kebangkitan semangat ngeblog yang diharapkan, akan memunculkan lebih banyak lagi inspirasi dari para Blogger, lebih dalam lagi menggali ide dan pemikiran untuk menimbulkan karya yang lebih bernilai serta mengedepankan lagi kualitas tulisan secara menyeluruh. Dengan demikian aura tulisan blog akan terasa lebih hidup lagi.

Mie goreng, Capcay dan Ayam goreng mentega, makan siang kami
Mie goreng, Capcay dan Ayam goreng mentega, makan siang kami

Kami yang sudah jarang bertemu, serasa reuni dan semakin seru saat take video banyak yang salah dan grogi, moment itu sangat menjadi langka dan tentunya berkesan. Keseruan ini pun diselingi makan siang, yang katanya masakan Mba Veira, ada Mie goreng, Capcay dan Ayam goreng mentega, Maknyusss!!!

Serunya reuni Blogger detik
Serunya reuni Blogger detik

Ki-ka : Melly, Mba Fania Surya dan suami, Jay, Dewi Sulistiawaty, Icha, Husin Peng, saya, Ali , Imawan, Tomy, Hani, Fikrie

Foto By, FB Blogdetik
Foto By, FB Blogdetik

Setelah kenyang, kami melanjutkan shooting video di Kantor CNN Indonesia, yang terletak di atas Kantor detik.com. Diteruskan foto-foto di Roof Top! Seru sekali dan unforgettable, mulai sekarang, yuk, Semangat Ngeblog!

Advertisements
Uncategorized

Tips Menerbitkan Buku Dari Nunik Utami Ambarsari

Nunik Utami Ambarsari memberi materi penerbitan naskah buku di Sunday Sharing 9 (Foto by, FB Blogdetik)
Nunik Utami Ambarsari memberi materi penerbitan naskah buku di Sunday Sharing 9 (Foto by, FB Blogdetik)

Acara Sunday Sharing ke 9 di kantor detik.com pada 28 September 2014 lalu, tak saya lewatkan, yang mengisi materi adalah Nunik Utami Ambarsari, sahabat Blogger saya sekaligus penulis produkti yang telah menghasilkan 50 buku dan terjual di toko-toko buku besar ibukota. Sosok Nunik yang berprofesi sebagai penulis dan editor ini, membuat saya ingin mengambil banyak inspirasi menulis darinya, khususnya tips menerbitkan buku di penerbit. Sebab, saya punya cita-cita ingin menerbitkan naskah yang sudah saya pendam lama ke penerbit. Tetapi masih tertunda karena banyak alasan. Ada dua buku saya yang dibuat Tahun 2011 tapi diterbitkan indie.

Banyaknya alasan menunda-nunda yang saya lakukan rasanya tertampar saat Nunik memberikan tips yang tak memberatkan. Pada dasarnya, kalau kita punya kemauan dan ulet, siapapun bisa kok menerbitkan buku di penerbit ternama sekalipun, jika sudah punya naskah tinggal dikirimkan, kalaupun belum diterima, masih banyak kesempatan untuk mengasahnya. Kata Nunik.

Tema yang diangkat Nunik adalah Tak Kenal Maka Tak Diterbitkan. Kita simak yuk, tips nya!

1. Lomba, lomba dan lomba : Supaya naskah cepat nyangkut di penerbit, Nunik menyarankan siapapun yang ingin menerbitkan buku untuk mengikuti lomba menulis naskah buku dulu. Ini sangat efektif bagi pemula. Karena mengawali perkenalan dengan penerbit cara ini sangat mudah, dengan mengikuti lomba ini, otomatis data kita beserta karyanya sudah tercatat dalam database peserta. Jika sudah tercatat dalam database, biasanya penerbit punya pertimbangan khusus untuk kerjasama kedepannya. Menang atau kalah tetap ada pertimbangan.

2. Jadikan Penerbit Sebagai Teman : Caranya, add akun sosial media penerbit, individu-individu pengelola penerbit tersebut atau siapapun yang terlibat dalam institusi penerbit dijadikan teman minimal dalam interaksi sosial media. Selalu keep in touch dan tampilkan karya yang kita miliki agar diketahui.

3. Masuk di Komunitas Penulis : Tak dipungkiri, komunitas punya andil besar dalam menjembatani seseorang untuk memajukan karyanya, begitupula dengan bergabung di komunitas penulis, seseorang yang bercita-cita menerbitkan buku, bisa termotivasi banyak dalam interaksi di komunitas. Karena di sana, bisa saling bertukar ilmu, mendapat masukan, mendapat wawasan luas dan beragam sudut pandang. Tak hanya itu, dengan berkomunitas juga akan terjalin relationship yang akan memperlancar suatu urusan. Di Komunitas penulis, menurut Nunik, banyak sekali yang bisa dipetik inspirasi dan melebarkan jalan menuju apa yang diharapkan. Take and give dalam komunitas dapat menghidupkan karya tulisan kita. Kata Nunik.

4. Jaga Image : Dalam artian bukan pura-pura ya, tapi di sini jaga image dalam arti yang luas. Attitude harus dikedepankan jika karya kita ingin diakui dan diapresiasi. Ujar Nunik.

5. Mencari tahu minat penerbit : Setiap penerbit biasanya mempunyai kategori dan segmen penulis. Kita bisa mencari tahu selera penerbit, jika selera mereka cocok dengan genre yang kita miliki, saatnya ajukan naskah ke penerbit yang bersangkutan. Misalnya, kategori buku anak-anak, romance, metropop, fiksi, humor, non fiksi dan lain-lain. Mencari tahu bisa lewat teman, komunitas, yang terlibat dalam perusahaan penerbit tersebut atau bisa mengintip dari halaman belakang buku-buku yang ada di toko buku. Ujar Nunik.

6. Belajar menulis semua kategori : Menulis buku memang akan mengasyikkan jika menulis topik sesuai passion. Tetapi tak ada salahnya kita belajar menulis semua kategori. Dengan belajar semua kategori, maka kesempatan semakin banyak dan peluang semakin lebar. Jika mau ambil spesialisasi, bisa ditingkatkan lagi kemampuan dalam spesialisasi penulisan yang dimiliki. Keduanya sama-sama punya peluang besar jika diseriusin. Nunik memberi semangat.

7. Branding ke Sosial Media : Setelah menulis, branding ke sosial media, biarkan publik mengetahui karya yang kita buat dan promosikan tanpa batas dalam semua akun sosial media yang dimiliki. Jika perlu, minta tolong teman untuk mempromosikannya.

Dalam kesempatan ini, saya tak menyia-nyiakan untuk bertanya. Sesuatu yang selama ini menjadi kendala adalah mengembangkan sebuah pointer cerita. Dijawab Nunik Jika menulis cerita, jangan to the point, bisa jalan-jalan dulu ke topik lain yang ada korelasinya dengan tema cerita, misalnya bisa membuat adegan di beberapa tempat dengan pengembangan tokoh, deskripsikan secara luas tapi tak bertele-tele untuk tempat, perasaan dan karakter yang diceritakan.

Selanjutnya, Nunik memberi tips yang tak kalah penting, saat mencari ide cerita, paksa diri kita untuk menciptakan ide dimanapun. Bahkan ketika menaiki ojeg, angkot atau ketika menunggu antrean. Poin-poin cerita yang sudah didapat jangan dibiarkan menguap. Langsung tulis dalam catatan pada saat itu juga atau saat di rumah. Jika sudah sempat baru kembangkan.

Nunik juga memberi tips dalam menciptakan setting cerita, Jika tempat yang ingin diceritakan adalah di luar negeri atau tempat-tempat yang jauh, jika tak mampu datang ke sana, bisa lihat dari youtube, majalah atau mencari tahu dari teman-teman yang tinggal di negara atau daerah tersebut. Survey bisa dilakukan dengan berbagai cara. Nunik memberikan penjelasan.

Biar semangat menerbitkan buku, kita bisa cari inspirasi dari membaca buku-buku yang menarik, comot ide dari beberapa buku atau bacaan lain untuk dikembangkan dan menghasilkan sudut pandang sendiri atau pergi ke tempat asyik yang akan menarik untuk dituangkan dalam naskah. Pungkas Nunik.

Banyak sekali ilmu dan motivasi dari Nunik, saya jadi ingin segera melengkapi naskah yang sudah lama terpendam dalam file flashdisk. Usai memberikan materi, Nunik dan ketua kelas Sunday Sharing 9, Riski Fitriasari dan Tri Sapta membuat games edukatif. Semua peserta diberi tantangan menemukan kosa kata sebanyak-banyaknya dalam sebuah kalimat yang dibagikan. Seru!

Uncategorized

Launching Super 4G LTE di Ultah Indosat ke 47

Pembacaan doa oleh Manajemen Indosat dan Menkominfo Rudiantara di seremoni ultah Indosat ke 47
Pembacaan doa oleh Manajemen Indosat dan Menkominfo Rudiantara di seremoni ultah Indosat ke 47

Jakarta, 20 Nopember 2014 – Di hari ulang tahun Indosat yang ke 47 tahun, bertempat di Kantor Pusat Jl.Medan Merdeka Barat Jakarta, terasa lebih istimewa, selain dihadiri oleh Menteri Komunikasi dan Informasi Rudiantara, juga ada peluncuran Super 4G LTE. Menurut Alexander Rusli, CEO Indosat, Moment yang tepat di hari jadi Indosat yang ke 47 ini, dengan diluncurkannya Super 4G LTE, sebagai bukti bahwa Indosat terus menerus melakukan inovasi dalam hal kecepatan jaringan tercepat dan stabil. Ditambahkan Alexander Rusli, bahwa ini adalah sebagai komitmen Indosat dalam memberikan pelayanan menyeluruh terhadap masyarakat luas yang memerlukan dukungan koneksi internet dalam aktivitas kesehariannya.

Super 4G LTE Indosat

Secara bertahap namun pasti, Indosat telah fokus dalam memberikan pengalaman terbaik baik pelanggan. Hal ini dibuktikan berawal dari peluncuran Indosat Super 3G+ dengan kecepatan hingga 7,2 Mbps. Saya sendiri menghadiri langsung peluncuran produk ini di Bukittinggi, kecepatannya terbukti, dengan drive test melalui air terjun Lembah Anai pun sinyal masih stabil. Liputannya ada di sini. Lalu ada Indosat Super Wifi di 8 Kota besar dengan kecepatan sampai 20 Mbps. Melanjutkan peningkatan kualitas jaringan tersebut, Indosat pun melakukan modernisasi Super Internet dengan menggunakan teknologi U900dan DC-HSPA+ di 23 Kota dengan kecepatan hingga 42 Mbps. Untuk Super Internet ini, saya pun menyaksikan sendiri dengan ikut rangkaian acara drive test di Jakarta dan Semarang. Sinyal indoor dan outdoor terasa berkualitas. Terutama untuk data. Cocok sekali untuk saya dan siapa saja yang banyak beraktivitas di dunia maya. Untuk browsing, upload file, atau HD Video serta live streaming.

Belum cukup dalam memenuhi kebutuhan pelanggan dalam menyediakan jaringan berkualitas, Indosat terus meningkatkannya, dengan hadirnya SUPER 4G-LTE dengan kecepatan download hingga 185 Mbps dan Upload hingga 41 Mbps terbukti merupakan yang tercepat di Indonesia untuk saat ini. Kenyamanan berkomunikasi dari SUPER 4G-LTE ini akan dirasakan oleh berbagai segmen, mulai pelanggan retail sampai pebisnis. Untuk pebisnis ada nilai lebihnya karena akan mendapatkan optimalisasi biaya sehingga berdampak pada peningkatan pendapatan.

Keuntungan Menggunakan Super 4G-LTE :

  • High speed internet akses dengan kecepatan download hingga 185Mbps dan upload hingga 41 Mbps
  • Video streaming tanpa buffering, ketika membutuhkan siaran ulang berita penting atau ketika kita tak sempat menonton tayangan yang disukai, bisa menontonnya dari Video streaming tanpa putus-putus
  • Multiplayer game, bisa lebih asyik dan leluasa karena kapasitas terpenuhi
  • Koneksi multidevice dengan kecepatan tinggi, apapun device nya bisa tetap eksis tanpa terganggu kurang sinyal.

Untuk mendapatkan hasil yang maksimum dengan menggunakan jaringan baru Indosat Super 4G-LTE, maka beberapa hal dibawah ini perlu diperhartikan:

  • Menggunakan perangkat yang mendukung jaringan 4G-LTE
  • Menggunakan kartu perdana khusus* SUPER 4G-LTE
  • Terjangkau dengan jaringan Indosat Super 4G-LTE
  • Berlangganan paket internet Super 4G-LTE


Selama masa percobaan Indosat menyediakan kartu perdana khusus Mentari Super 4G-LTE dengan edisi terbatas dan hanya dapat dinikmati di area tertentu di Jakarta seperti area monas dan sekitarnya.

Sambutan dari CEO Indosat, Alexander Rusli dan Menkominfo, Rudiantara
Sambutan dari CEO Indosat, Alexander Rusli dan Menkominfo, Rudiantara

Pada kesempatan yang sama, Menteri Komunikasi dan Informasi Rudiantara, menyatakan akan memberikan izin komersil untuk jaringan 4G LTE pada frekuensi 900 MHz pada akhir 2014. Menurutnya, pada frekuensi ini yang lebih siap diaplikasikan di Indonesia.

Suasana ulang tahun Indosat ke 47 di KPPTI Jalan Merdeka Barat terasa aura kreatif dan inovatif nya, saya melihat banyak booth yang menampilkan sumbangsih karya yang telah diberikan Indosat kepada masyarakat. Jadi, Indosat tak hanya melakukan pengembangan jaringan dengan teknologi terkini saja. Namun berkomitmen juga untuk membangun generasi yang berkualitas melalui kompetisi IWIC yang sehari sebelumnya mengumumkan pemenang untuk pembuatan berbagai aplikasi yang dapat bermanfaat untuk masyarakat. Selain itu, Indosat bekerjasama dengan Orange-TV (genflix), EA Games, Gameloft untuk menyediakan layanan hiburan, berita, kesehatan, pendidikan, solusi bisnis dan lain-lain.

Sophie Navita, MC ultah Indosat ke 47
Sophie Navita, MC ultah Indosat ke 47
Beberapa Karangan bunga dari rekanan Indosat di sudut teras Gedung
Beberapa Karangan bunga dari rekanan Indosat di sudut teras Gedung

Semoga Indosat terus berkomitmen mengedepankan pelayanan prima untuk tetap menjadi yang terdepan baik dalam teknologi maupun dukungan terhadap sosial masyarakat.

Uncategorized

Outfit of The Day dari Campaign

Setiap orang punya gaya masing-masing yang bisa jadi ciri khas nya dalam berpakaian, tak perlu istimewa atau mahal, yang penting punya sesuatu yang selalu menjadi andalannya dalam menunjukkan jati diri. Baik ketika beraktivitas rutin, jalan-jalan atau pergi ke pasar sekalipun. Setiap orang pasti punya cerita dan latar belakang atas ciri khas yang menjadi kebiasaannya tersebut. Ada yang mempunyai rasa kenmyamanan tersendiri, punya story tak terlupakan dan lain sebagainya.

Campaign.com mewadahi fenomena ini dalam lomba foto bertema Campaign #OOTDID melalui #CampaignBlogger#4. Sebagai apresiasi bagi yang selalu punya ciri khas dengan Outfit of The Day nya. Tujuannya, selain apresiasi bagi peserta yang ikut kompetisi ini, juga diharapkan memunculkan banyak ide kreatif bagi orang lain yang ingin bergaya dan berciri khas atau sekadar ingin mempunyai kenyamanan saat berpakaian. Biasanya sih, kepercayaan diri itu akan datang dari kenyamanan maka tak heran dong siapa saja yang bisa memberi inspirasi mengenai Outfit of The Day nya untuk dibagi buat semua orang.

9913780c17796a6705f7ab1daa69e8cf_campaign

Bagi yang ingin ikutan, berikut adalah mekanisme nya :

Teman-teman cukup ulpoad foto ke http://www.campaign.com/OOTDID dengan tema gaya pakaian sehari-hari yang biasa dikenakan, jelaskan tema pakaian yang dibagikan tersebut dari ujung kepala sampai ujung kaki.

Cara Mengikuti:

  1. Foto gaya favorit yang kamu gunakan setiap hari,
  2. Kemudian foto tersebut bisa kamu upload dengan memilih salah satu cara berikut ini: Website |WhatsApp | LINE | Email
  3. Share fotomu melalui twitter atau facebook sehingga teman-teman kamu tahu gaya favoritemu.

*Note: Hanya foto full body (kepala sampai kaki) yang akan kami masukan kedalam penilaian juri.

Hadiahnya ini :

The People Choice
1 MAP Voucher 200.000 available.
Entry dengan jumlah vote terbanyak
OOTD Maniac
1 MAP Voucher 300.000 available.
User dengan jumlah entry melebihi 30 entry (dihitung berdasarkan foto dengan outfit, latar foto, dan gaya foto yang berbeda
Super Cool
1 Voucher MAP 500.000 dan Cover #OOTDID season 5 available.
User dengan entry terbaik berdasarkan penilaian juri
Hadiahnya lumayan banyak, yuk ikutan masih ada waktu sampai Tanggal 18 Desember 2014.
Acara ini diselenggarakan oleh Campaign.com yang merupakan sebuah platform yang memfokuskan diri dalam menjalankan kompetisi atau kampanye yang mudah dan menyenangkan dan bisa diikuti oleh semua orang. Campaign berdiri pada Bulan Oktober 2013, 100 kompetisi sudah dilaksanakan dan 50 Brands terkenal sudah bekerjasama. Campaign juga sudah memiliki 9000 user terdaftar, 21.000 entries terkumpulkan dan sudah menghadiahi 650 SuperFans ( Sebutan untuk pemenang Campaign).
SuperFans adalah konsumen yang royal, loyal dan antusias, maka jika para superfans ini dipertemukan dengan brands yang ia sukai selama ini, mendapatkan hadiah dari Quiz yang diselenggarakannya, tentu akan menjadi apresiasi bagi para superfans itu sendiri. Seperti yang dikatakan oleh Bucimuchal Pujakemi, selaku Social Media Officer Campaign, “Jika User mendapatkan sesuatu dari brands favoritnya, tentu akan merasa diakui dan akan lebih cinta lagi.”
Berangkat dari hal inilah Campaign berkelanjutan mengadakan kompetisi dan kampanye yang membuat interaksi hidup di social media antara Brands dan Superfans. Jadi tak hanya sekadar ikutan lomba atau menjadi Quiz hunter, dalam aktivitasnya akan terbentuk komunitas yang bisa saling bersinergi, menciptakan simbiosis mutualisme. Kedua belah pihak menjadi senang dan nyaman.
bergabung di Campaign sangat mudah dan fleksibel, tak harus melalui laptop, entry dapat melalui Mobile Messaging seperti : WhatsApp, Line, WeChat, Kakao Talk dan Blackberry Messenger.
Agar akun sosial media teman-teman punya nilai benefit lebih, bukanm sekadar berinteraksi dengan teman-teman atau berkeluh kesah saja, mulai saat ini join yuk di campaign.com dan jangan lupa ikutan Campaign #OOTDID ya, hadiahnya keren! Dan ikutan ini, cuma upload foto gaya berpakaian sehari-hari yang menjadi ciri khas teman-teman semua. Tak perlu pakaian bermerek atau istimewa yang penting pakaian itu punya ciri khas dan nyaman. Ini nih contoh bergaya nya :
4ebe820a81ae078b808f06dc9c02c60c_campaign-2

Jangan lupa teman-teman semuanya, kompetisi Campaign #OOTDID ini sampai 18 Desember 2014 ya, Buruannn!!!

Uncategorized

Tindakan Kecil Bermanfaat

Pagi kemarin, terhalang tiga rumah dari tempat saya tinggal, ada ibu-ibu yang berteriak-teriak sambil berkacak pinggang di pinggir got depan rumahnya, terlihat air got luber sampai jalanan. Tak ada tindakan dari si ibu selain marah-marah entah kepada siapa. Sebab yang menyebabkan got tersebut luber pastinya sampah yang banyak di dalamnya. Tak seorang pun tahu siapa yang membuangnya. Saya tak menanyakan kehebohan itu kepada si Ibu, ingin tahu apa tindakannya.

Menjelang siag got nya sudah dibersihkan tapi saya lihat dia mempekerjakan orang lain yang dikasih upah untuk membersihkan got depan rumahnya. Mengagetkannya lagi, tetangga sebelahnya diminta patungan biaya tukang yang membersihkan got. Tetangga saya agak keberatan karena kenapa si ibu ini tak kompromi dulu sewaktu mau menyewa tukang. Jika kompromi dulu, bisa kerja gotong royong untuk membersihkan got tersebut, begitu maksud tetangga saya.

Melihat kejadian di atas, saya menyimpulkan bahwa ibu-ibu yang mengomel tadi, tak mau berbuat sesuatu yang bisa bermanfaat untuk dirinya dan orang lain. Padahal untuk got depan rumahnya bisa dia bersihkan sendiri tanpa harus menyewa tukang tapi minta patungan, malahan membebani tetangga sebelah juga. Kalau membersihkan got depan rumah selalu saya lakukan sendiri, begitupun memungut sampah-sampah di jalanan yang kebetulan dilewati, saya tak gengsi atau malu. Dengan membersihkan sendiri got dari sampah-sampah yang entah siapa yang membuangnya, manfaatnya selain baik untuk diri sendiri juga untuk orang lain. Air got menjadi mengalir dan tak tergenang. Jika tergenang akan menjadi sarang bintik nyamuk.

Di depan rumah saya ada taman umum dan rumputnya cepat tinggi. Tanpa dikomando Pak RT, jika waktu saya sedang luang, saya tak pikir dua kali, tetap memotongnya, sehingga taman terlihat lengang dan enak dipandang. Walau tak rutin, saya suka mengusahakan membersihkan taman tersebut. Ini kebiasaan saya sewaktu gadis, di rumah suka sekali beres-beres taman, manfaatnya terbiasa sampai sekarang.

Tindakan kecil namun bermanfaat tak harus selalu seragam dengan aksi-aksi sosial pada umumnya. Saat naik bus atau kereta, rumor yang mengatakan penumpang wanita lebih kejam daripada penumpang pria, itu saya saksikan sendiri. Banyak yang tak peduli saat lihat ibu-ibu tua bergelantungan di busway, hampir jatuh ketika ngerem mendadak. Seharusnya, begitu melihat langsung kasih tempat duduk untuk yang lebih layak mendapat tempat duduk.Ketika melihat penumpang yang pusing dan mabuk, kita pun bisa memberinya minyak angin yang kebetulan dibawa.

Tak hanya di dunia nyata, di dunia maya pun kepedulian dan sikap kritis terhadap kebaikan sangat diperlukan, jangan sampai hanya berinteraksi untuk tujuan yang tak jelas, harus dibantu untuk yang membutuhkan, misalnya jika ada yang menulis status bahwa ia meminta tolong sesuatu. Misalnya, butuh darah bagi kerabatnya yang sakit, butuh bantuan untuk bencana alam, ada yang cari donatur untuk charity dan lain sebagainya, patut dibantu dengan menyebarluaskan beritanya, bisa dengan re-twit atau reply. Mudah kan?

Banyak hal kecil yang bisa sangat bermanfaat untuk orang banyak. Memang hanya hal kecil, tetapi kita tak pernah menyangka jika perbuatan kecil yang dilakukan sebenarnya sangat membantunya. Jadi jangan takut untuk selalu berbuat kebaikan dan berbagi manfaat kepada orang lain walau sekecil apapun.

Uncategorized

Kegiatan Sosial Ditengah Kesibukan

834152facb60db043d6292a22ddbf6a9_psrSebagai ibu dari satu anak yang sudah beranjak remaja, bekerja dan mengikuti kegiatan beberapa komunitas, waktu yang tersedia selama 24 jam rasanya tak cukup. Ingin ditambah dan ditambah lagi, mengingat pekerjaan banyak yang tak berujung, berkejaran dengan waktu yang semakin cepat berlalu. Padahal banyak sekali yang ingin dilakukan.

Dengan segudang kesibukan itu, pernahkan terpikir bahwa waktu yang kita miliki sangat berharga pula bagi yang membutuhkan perhatian kita, baik keluarga sendiri maupun orang lain. Kalau keluarga sendiri sudah ada jatahnya untuk melakukan kebersamaan. Bagaimana dengan aksi sosial di luar sana? Para orangtua di Panti Jompo, anak-anak telantar dan banyak anak-anak di panti asuhan yang membutuhkan uluran tangan kita. Baik secara materi maupun moril? Wajibkan untuk kita perhatikan? Padahal waktu buat diri sendiri pun sangat terbatas. Itu suara hati kebanyakan orang dimasa kini. Terlalu egois, padahal dalam investasi waktu yang dimilikinya serta harta benda atau dari sebagian rezekinya ada hak orang lain yang harus disampaikan. Sering lupa diri. Atau pura-pura tak paham.

Mampu atau tak mampu bukan jadi persoalan sebenarnya, yang jelas jika niat sudah bulat untuk mempunyai tanggung jawab sosial bagi sesama, bisa saja dilakukan semampu kita. Mulai dari hal sederhana.

Saya punya solusi jika kegiatan sangat padat dan tak sempat melakukan kegiatan sosial, hal ini saya siasati dengan memanfaatkan dunia digital. Saya tergabung di Komunitas Kami Anak Bangsa (KKAB) tapi tak selalu bisa ikut semua rangkaian charity yang dijalankan. Padahal, kalau lihat grup WhatsApp nya, dinamis sekali, teman-teman saya di KKAB termasuk orang sibuk semua tapi saya salut, mereka sangat bisa menyempatkan melakukan rangkaian charity yang bisa beberapa kali dalam sebulan, bahkan di daerah berlainan. Apakah mereka merasa capek? Merasa terlalu banyak berkorban waktu dan materi? Tidak, mereka sudah punya target menyisihkan waktu dan materi juga perhatian untuk yang membutuhkan. Ini yang membuat saya bertahan dalam KKAB, inspirasinya nyata dan penuh aksi dengan balutan keikhlasan. Saya mulai gelisah, malu dan merasa kerdil ditengah mereka.

Saya sampai bertanya dalam hati, apakah saya patut bergabung disana? Sementara yang saya pikirkan dan saya penuhi kebanyakan untuk pribadi, tak seperti mereka. Saya terus merenung sampai akhirnya mendapat solusi. Saya tak bisa berdiam diri dan membiarkan diri larut dalam individualisme, egois, berbuat semata untuk pribadi dan kurang dalam berbagi. Akhirnya saya benar-benar bangkit. Menemukan solusi agar dalam keterbatasan saya masih bisa membantu mereka yang membutuhkan. Akhirnya, dengan memanfaatkan dunia online, saya fokus di bagian Humas dan Publikasi di KKAB. Saya menjadi kontributor tetap pengisis konten website nya. Sehingga, walaupun saat saya tak bisa hadir di suatu charity yang diadakan KKAB, saya tetap bekerja menjadi penulis liputannya. Yang bersumber dari intisari yang disampaikan teman yang hadir. Selain itu, saya publikasikan di semua akun sosial media tentang kegiatan KKAB, membantu retwit dan menyebarluaskan sebanyak-banyaknya informasi mengenai KKAB dan kegiatan-kegiatannya.

Disamping itu, saya pun berusaha ringan tangan menjadi volunteer dalam beberapa kegiatan, seperti mengisi kelas di sebuah sekolahan kurang mampu, tanpa dibayar tentunya. Waktu bisa kapan saja, bahkan ada beberapa murid yang main ke rumah karena masih haus ilmu menulis.

Untuk materi, mudah saja, tak perlu banyak jika belum mampu. Yang penting, setiap memperoleh penghasilan dari gaji, honor atau mendapat hadiah lomba, sisihkan 10% dari pendapatan, boleh dikumpulkan dulu baru disumbangkan. Langsung disumbangkan pun tak masalah. Apalagi sekarang banyak sedekah online, tinggal ditransfer saja.

Dengan penghasilan besar atau kecil, hak orang lain itu tetap ada dalam sebagian rezeki yang kita punya. Jadi tetaplah berbagi walau dalam posisi serba terbatas. Insya Allah akan terganti dengan nilai yang lebih besar lagi. Amin.

Atau melakukan donor darah setiap tiga bulan sekali juga merupakan aksi sosial yang paling mudah, bisa dilakukan bersama atau sendiri ke kantor PMI terdekat.

Banyak cara yang dapat dilakukan. Yang penting niat tulus dan ada rasa tanggung jawab serta kepedulian terhadap sesama. Berbagi itu nikmat dan indah.

Uncategorized

Pahlawan Yang Menyentuh Hati

Awal Tahun 2013, setelah saya resign dari pekerjaan kantor saya sebagai akunting di perusahaan swasta di Tangerang Selatan, saya otomatis pindah tempat tinggal juga. Ketika menempati tempat tinggal baru, walaupun semua kebutuhan sudah terpenuhi, ada satu yang membuat saya selalu gelisah. Adakah tempat ngaji untuk anak saya seperti di tempat yang dulu? Karena ini adalah fondasi dasar, ilmu wajib yang harus dijalani sebagai bekal untuk sekarang dan selamanya. Lho? Bukannya saya sebagai orang tua bisa mengajarkannya di rumah? Bisa, tapi tak akan se optimal di tempat pengajian. Mengingat saya sendiri punya pekerjaan yang banyak ke luar rumah, kadang pulang sampai larut malam. Dengan pekerjaan sekarang yang waktunya fleksibel justru membuat saya tambah sibuk dari pekerjaan sebelumnya.

Kegelisahan itu terjawab dengan adanya Ibu Eha dan Ibu Diah. Kedua Ibu ini membuka kelas untuk mengaji anak-anak usia dini sampai SMA, bahkan umum. Jadilah anak saya masuk di kelas Ibu Eha, karena lebih cocok dengan usia Sekar. Kebahagiaan ini kenapa membuat saya sangat lebay ? Karena tahu sendiri, di zaman sekarang agama sudah banyak tak dianggap penting, bahkan jika ada yang berusaha mengingatkan tentang pentingnya hidup berdasarkan agama, malah ditertawakan bahkan diejek dan di bully. Miris pokoknya.

Ibu Eha dan Ibu Diah, sedikit ibu yang peduli dengan masalah ini, saya sangat bersyukur dengan inisiatif dan kiprah dua ibu ini. Hal esensial yang banyak diabaikan kebanyakan orang, berusaha diangkat lagi dan tak membiarkan anak-anak buta soal agama yang dianutnya, tak membiarkan anak-anak nonton sinetron di jam maghrib juga tak membiarkan remaja keluyuran dengan lawan jenis. Karena disibukkan dengan kegiatan mengaji dan belajar fiqih Islam secara mendalam di rumah Ibu Eha atau Ibu Diah. Bagi yang orang tua nya punya pengetahuan agama minim, dapat terbantu oleh Ibu Eha dan Ibu Diah.

Sekilas, profil tentang Ibu Eha, beliau adalah Ibu yang berpendidikan dan dengan ilmu yang telah ditempuhnya sejak muda dan latar belakang pendidikan agama yang dimilikinya, lebih tertarik untuk membuka sekolahan dan tempat kursus di lingkungan rumahnya. Beliau membuka sekolah TK dan Pengajian anak-anak. Untuk biaya, beliau tak memasang tarif. Berapapun semampunya beliau terima dengan ikhlas. Ibu Eha mengajar dibantu suaminya, bahkan ketika suaminya sakit keras dan harus di opname di rumah sakit, beliau tetap menjalankan tugasnya sambil tetap bolak-balik ke rumah sakit. Suaminya yang baru pulang dari rumah sakit yang seharusnya istirahat, langsung membantu Ibu Eha istrinya mengajar. Ini adalah dedikasi mereka untuk anak-anak yang mengais ilmu agama.

Ibu Diah, beliau usianya sudah tak muda lagi. Tetapi demi meng upgrade ilmu pengetahuan agama yang dimilikinya, Ibu Diah rela bolak-balik ke salah satu universitas di Jakarta untuk melanjutkan kuliah nya yang sempat tertunda. Beliau mengungkapkan alasan, bahwa ilmu yang dibagikannya merupakan tanggung jawab dunia akhirat. Jadi selayaknya harus benar-benar optimal dan maksimal ketika disampaikan kepada anak-anak didiknya. Di rumahnya selalu penuh oleh anak-anak yang menimba ilmu agama, entah itu pagi, siang dan sore. Jika ada acara kebesaran umat Islam, beliau selalu ber inisiatif untuk menggalang dana charity bagi anak-anak tak mampu serta anak yatim di wilayah Pamulang. Mengundang ibu-ibu di sekitar komplek untuk melakukan pengajian bersama dengan tujuan mengikat silaturahim. Ibu Diah yang sudah tak muda tapi semangatnya benar-benar muda dan berhasil mempertahankan fondasi kuat, pelajaran agama dan menanamkan pentingnya silaturahim untuk masyarakat sekitarnya.

Dua ibu tersebut adalah contoh sederhana yang layak disebut pahlawan tanpa tanda jasa keberadaan Ibu Eha dan Ibu Diah di sekitar tempat tinggal kami, sangat membantu memenuhi kebutuhan pelajaran spiritual secara maksimal. Memang, seharusnya orang tua di rumah harus bisa lebih punya peran, tetapi keberadaan pengajian di sekitar rumah, akan membantu anak-anak supaya punya alasan tak menonton sinetron atau melakukan hal yang kurang bermanfaat. Godaan ini selalu terjadi, apalagi jika orang tua sibuk bekerja dan selalu pulang larut malam.

Sebagai ungkapan isi hati saya, untuk lembaga-lembaga yang didirikan oleh Ibu Eha atau Ibu Diah, selalu menuai kontra dari beberapa pihak, dengan alasan harus bayar pajak yang tak murah, padahal mereka tak mendapatkan penghasilan tinggi, murid-murid mereka membayar semampunya, untuk biaya buku pelajaran, listrik dan konsumsi. Saya sedih jika kiprah mereka dihambat oleh perizinan yang alot. Seharusnya pemerintah mendukung mereka, karena Ibu Eha dan Ibu Diah sudah membantu memajukan anak bangsa supaya punya moral dan fondasi keyakinan yang akan membawanya menjadi manusia bermartabat.

Sayang sekali, Ibu Eha dan Ibu Diah tidak bersedia fotonya dipublikasikan, jadi saya hanya bisa berbagi cerita saja. Semoga memberi inspirasi dan selamat hari pahlawan.

 

Foto By : Deviantart.com