Uncategorized

IdeKu Untuk PLN, Sosialisasi Rutin Bersama Masyarakat

Bapak Munief, bapak Bambang Dwiyanto dan Karel Anderson. Foto By : Facebook Blogdetik
Bapak Munief, bapak Bambang Dwiyanto dan Karel Anderson. Foto By : Facebook Blogdetik

Untuk ketiga kalinya saya mengikuti Program Blogger Bicara PLN, yang pertama di Tahun 2012, kedua di Tahun 2013 dan yang ketiga di tahun ini pada Tanggal 21/9 di Theatre Pinisi dengan konsep yang unik, baik tempat, door prize dan bintang tamunya. Kemasan acara kali ini , menghadirkan pesulap skaliber Pak Tarno serta presenter Putri Chaniago, membuat acara meriah dan intim. Apalagi kalau ide acara ini idenya dari seorang MC gokil dan banyak digemari di ranah Blogger, yakni Karel Anderson.

Dalam kesempatan yang sama, diluncurkan juga lomba blog dengan tema “IdeKu Untuk PLN” Sekarang mari kita simak obrolan bersama PLN yang diwakili oleh Bapak Bambang Dwiyanto (Manager Senior Komunikasi Korporat PLN) ini untuk ketiga kalinya bertemu beliau. Hadir pula Bapak M. Munief Budiman (Manager Bidang Niaga PLN Distribusi Jakarta dan Tangerang) Kedua narasumber dari PLN ini berbagi informasi terkait program PLN Bersih, Listrik Pintar dan pencapaian kinerja selama ini. Selain berbagi informasi tersebut, Bapak Bambang Dwiyanto, dalam sambutannya menyatakan bahwa Negara akan maju jika PLN maju, maka jika ingin negara maju seluruh masyarakat harus mendukung kemajuan PLN Kata Pak Bambang. Apa yang dinyatakannya logis juga, sebab PLN sebagai penyedia listrik untuk kebutuhan berbagai aktivitas, mulai rumah tangga, perkantoran, pabrik, kampus dan sekolah-sekolah bahkan tempat kursus sangat menjadi kebutuhan utama, bahkan listrik sudah masuk kategori kebutuhan dasar untuk kehidupan manusia.

Dengan peran listrik, kehidupan manusia dapat terbantu mengefisienkan waktu, bayangkan jika satu perusahaan atau pabrik tak terpenuhi kebutuhan listriknya, semua aktivitas produksi barang atau operasional perusahaan dilakukan dengan cara manual dan konvensional. Betapa akan memakan waktu lama dan energi banyak terbuang hanya untuk satu pekerjaan saja. Lain halnya jika ada listrik, pekerjaan dapat diselesaikan dalam waktu yang singkat karena menggunakan mesin yang memakai listrik sehingga menghasilkan produksi yang lebih cepat dan lebih banyak. Sisa energi dapat digunakan untuk mengerjakan hal lainnya sehingga produktivitas meningkat.

Dengan listrik juga dapat memperpanjang aktivitas siapapun, misalnya ketika di rumah, pelajar dapat belajar dengan menyenangkan dibawah lampu terang begitupula untuk para karyawan yang hendak lembur di rumah. Intinya listrik sudah menjadi kebutuhan dasar masyarakat, siapapun tak dapat menungkiri hal ini.

Jadi, saya sangat setuju dengan paparan dari Pak Bambang Dwiyanto, bahwa masyarakat harus ikut mendukung kemajuan PLN sebagai penyedia listrik untuk kebutuhan masyarakat. Dalam kesempatan ini, Bapak M. Munief Budiman menyampaikan komitmen PLN dalam melayani masyarakat dengan merealisasikan program PLN Bersih dengan berbagai langkah upaya untuk meminimalisir dan menghilangkan pungutan liar petugas lapangan atau oknum pegawai yang menerima suap. Yang telah dilakukan PLN untuk mewujudkan PLN bersih, diantaranya : Pengadaan yang sesuai SK direksi dan memakai sistem electronic procurement , pelayanan online yang lebih ditingkatkan sehingga kontak langsung dengan petugas dapat dikurangi dan potensi suap akan terhindari, tidak memberikan tips kepada petugas saat melakukan pengadaan barang dan jasa, melakukan imbauan kepada para kolega atau partner bisnis supaya tidak memberikan bingkisan hari raya kepada pegawai PLN dan menampung pengaduan masyarakat terkait layanan PLN.

Pak Munief juga menginformasikan bahwa PLN mendukung PLN Bersih tak hanya melibatkan internal PLN dan masyarakat saja, PLN membuka akses selama 24 jam untuk Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) , KPK dan lembaga transparancy. Sehingga segalanya dapat terkontrol.

Namun berbagai upaya yang sudah dilakukan PLN tersebut belumlah cukup untuk segera mencapai kemajuannya, mengingat masih banyak masyarakat yang kurang kesadarannya untuk menghemat listrik, telat membayar bahkan mengabaikan biaya listrik yang harus dibayarnya. Sementara pendapatan PLN yang hanya bisa menutupi biaya operasi saja masih disubsidi oleh pemerintah untuk menutupi biaya operasi dan investasi.

Dalam kesempatan ini, saya ingin memberikan kontribusi berupa ide untuk PLN, sesuai dengan latar belakang masalah diatas, pastinya PLN sering melakukan pemadaman listrik bergilir dan pengadaan listrik pun belum merata di seluruh Indonesia. Hal ini tak bisa terhindarkan, mengingat seperti pernyataan Pak Bambang tadi yang menyatakan bahwa jika ingin negara lebih maju, harus dimajukan dulu PLN nya.

Untuk mencapai kemajuan PLN yang berbanding lurus dengan kesejahteraan masyarakat terkait pengaruh PLN yang menyediakan listrik sebagai komponen penunjang aktivitas dan produktivitas, harus ada kerjasama yang realistis antara kedua belah pihak. Saat Pak Bambang menyatakan bahwa solusi untuk mengurangi dana talangan pemerintah, PLN akan mengurangi subsidi bagi masyarakat, artinya yang mendapat subsidi hanyalah untuk kebutuhan dasar saja, seperti penerangan rumah, ada reaksi dari teman Blogger saya yang menanggapi bahwa listrik untuk menyalakan AC dan mesin cuci sudah masuk pada kategori kebutuhan dasar, bagaimana bisa bekerja dengan baik jika waktu banyak dipakai untuk kegiatan mencuci manual dan bagaimana bisa belajar konsentrasi dan bekerja dengan fokus dalam cuaca panasnya Jakarta jika untuk menyalakan AC sangat mahal nantinya. Melihat interaksi diskusi ini, perlu ada solusi dua arah. Ini adalah Ide saya untuk PLN :

  1. Bagaimanapun juga PLN sebagai pusat penyedia listrik negara, harus bisa menyediakan kebutuhan ini dengan baik dan merata, untuk kebutuhan listrik yang belum terpenuhi di daerah-daerah terpencil, harus diupayakan dengan membangun infrastruktur yang lebih baik dan dilakukan pengembangan.
  2. Agar margin penghasilan lebih banyak daripada biaya subsidi, ada baiknya PLN melakukan langkah edukasi bagi masyarakat untuk menumbuhkan kesadarannya membayar listrik pascabayar tepat waktu dan tidak menunggak. Melakukan edukasi ini bisa sambil melakukan diskusi rutin satu bulan sekali per wilayah, misalnya per kelurahan atau per kecamatan. Materi diskusi bisa beragam dan dikemas secara kreatif. Misalnya, masyarakat diedukasi agar melek teknologi, dengan memaparkan bahwa energi tidak dapat didaur ulang, jika boros listrik kasihan anak cucu kelak tidak kebagian listrik, lalu dijelaskan juga mengapa harus bayar listrik tepat waktu, ada sebab akibatnya dan berdampak juga kepada mereka. Agar masyarakat semangat menghadiri acara diskusi dengan PLN ini, bisa diadakan games berhadiah atau door prize dan makan-makan sederhana. Dengan demikian, aspirasi dan informasi masyarakat benar-benar tertampung dari berbagai lapisan. Karena kalau melalui surat pengaduan tidak semua warga sempat menuliskannya. Memang terlihat agak ribet untuk melakukan hal ini, tetapi masyarakat perlu diedukasi dan diingatkan bukan hanya satu dua kali, dengan rutin mereka akan selalu menangkap sinyal maksud yang diutarakan.
  3. Pengaduan yang sampai, jangan hanya ditampung, harus ditindaklanjuti dengan mengimplementasikan poin positif dan singkronisasinya. Segala hal yang sifatnya urgensi harus cepat ditangani tanpa menunggu lama. Misalnya pengaduan pencurian listrik, pungutan liar dari petugas, sogok menyogok dan lain sebagainya.
  4. Sedangkan kesadaran warga yang diedukasi dalam poin ke dua, harus diberikan akses khusus kepada PLN untuk dilibatkan dalam memberikan masukan dan informasi terkait penyimpangan yang dilakukan sesama warga, misalnya pencurian listrik, memberikan tips dan gratifikasi dari warga untuk petugas PLN agar urusannya dipermudah. Dengan demikian, warga pun mempunyai rasa memiliki terhadap PLN dan akan saling menjaga dengan baik.
  5. Setiap tahun diadakan penghargaan bagi pelanggan yang aktif memberikan kontribusi berupa saran, masukan dan informasi penting untuk PLN, dalam bentuk Customer of the Year
  6. Penggunaan Listrik Prabayar harus digencarkan sosialisasinya, dengan berbagai cara. Selama ini, masyarakat suka takut jika listrik voucer tiba-tiba habis, PLN juga dapat memberikan tips bagaimana caranya menyimpan stock voucer atau membeli secara online dan mobile, kemudahan sudah sangat banyak namun masyarakat masih belum sadar dan banyak yang tidak tahunya karena kurang massif nya sosialisasi. Jika sosialisasi hanya di media sosial atau buku saku, hanya akan merangkul sebagian kecil masyarakat saja. Harus ada sosialisasi langsung, misalnya dilakukan dalam kegiatan poin ke dua diatas.

Untuk mencapai keselarasan antara kemajuan PLN dan kemajuan masyarakatnya, kedua belah pihak harus ada kerjasama dan bahu membahu secara dua arah tanpa terkecuali. Karena dengan kerja keras dari PLN dan masyarakat sendiri yang dapat mewujudkan PLN Bersih, ketersediaan listrik melimpah tanpa boros dan keduanya dapat bersimbiosis mutualisma, sama-sama menguntungkan. PLN mempunyai pendapatan yang sesuai dan diharapkan, masyarakat juga dapat menikmati listrik dengan baik sehingga segala aktivitasnya berjalan lancar.

Advertisements
Uncategorized

Kata Hati Bagaimana Yang Patut Diikuti?

fb12f74c6fb577e96b009b32c034a788_kata-hatiDi sebuah gedung bertingkat, ada studio musik yang megah, tiba-tiba sirine tanda terjadinya kebakaran di gedung tersebut berbunyi keras dan panjang, merang-raung. Semua orang yang ada disana panik bukan kepalang. Semua berhamburan turun tangga dan setibanya di lantai dasar, sebagian besar bergerombol ingin keluar dari pintu kanan yang lebih lebar sementara ada lima orang yang melewati pintu kiri. Tak lama lima orang yang keluar dari pintu kiri sudah selamat berada diluar gedung. Melihat banyak temannya yang lewat pintu kanan terjebak didalam halaman gedung yang tertutup benteng tinggi, lima teman yang selamat berusaha menjebol salah satu lobang di tembok benteng yang tertutup jendela kayu, beberapa diantaranya berhasil keluar namun masih banyak yang didalam dan terjebak dalam api yang kian menjalar, atap mulai berjatuhan sebagian menimpa yang ada dibawahnya.

Melihat kejadian diatas, lima orang yang melewati pintu kiri menyimak paparan keselamatan di gedung tersebut dan ingat bahwa tim gedung tersebut pernah dan menempelkan pengumuman di mading, jika ada bahaya apapun harus melewati pintu kiri. Rupanya sebagian besar yang ada di gedung itu melihat banyaknya yang lewat pintu kanan, dalam kepanikannya mereka memilih yang banyak temannya walau jelas salah pintu. Akibatnya terjebak, padahal yang melewati pintu kanan juga sudah tahu bahwa melewati pintu kirilah yang benar.

Begitupula dalam kehidupan sehari-hari, kadang beberapa diantaranya suka sekali mencari aman dengan memilih sesuatu berdasarkan banyaknya teman, begitupula dalam hal berpendapat atau beropini, banyak yang mengingkari hati nuraninya karena alasan “cari aman” padahal jika saja mempunyai pendirian, apa yang diinginkan sesuai hati nuraninya akan tercapai dan bukan hal mustahil akan memberi manfaat serta terhindar dari rasa penyesalan.

Contoh lain adalah, ketika seseorang ingin menolong kaum dhuafa namun yang ingin ditolongnya adalah mantan narapidana, teman-teman si calon penolong memengaruhi tidak baik, sehingga ia tak jadi menolong, dengan alasan menuruti teman baiknya. Akhirnya mantan narapidana itu ditolong oleh teman satunya lagi yang lebih punya pendirian, mantan narapidana tadi diberi modal alakadarnya untuk membuka service handphone di rumahnya, sampai suatu saat mantan narapidana itu menjadi entrepreneur sukses dan kehidupannya menjadi titik balik berarti baik bagi dirinya dan keluarganya.

Dari contoh diatas, menunjukkan bahwa menolong tanpa pamrih dan pertimbangan itu memang sepatutnya, jika memang punya pertimbangan untuk tidak menolong, pastikan karena alasan memang kita tidak punya kemampuan sama sekali untuk menolong orang lain. Jika masih ada setetes sesuatu untuk diberikan, sebaiknya lakukan itu, kalaupun tak punya sesuatu, tolonglah dengan mendoakannya. Manusia jika saling tolong menolong, akan memberikan dampak positif bagi kehidupan masing-masing pihak.

Tetapi, menuruti kata hati pun harus diiringi logika, intuisi diri dan sifat suka evaluasi diri. Karena menuruti kata hati pun harus didasari naluri kemanusiaan, bukan atas dasar egoisme. Menuruti kata hati yang tepat akan membuahkan sesuatu yang baik bahkan bermanfaat bagi diri sendiri maupun orang lain.

Dengan menuruti kata hati yang tepat, walaupun harapan tak terpenuhi, setidaknya ada kepuasan tersendiri dan jika ada hal yang kurang atau malah terjatuh, menjadi ada bahan evaluasi karena diri kita benar-benar mengetahui keadaannya.

Uncategorized

Jauh di Mata dekat di Hati Dengan yang Berhaji

Dua hari yang lalu, seperti biasa saya berkunjung ke rumah Bibi, adik bungsu ayah saya yang tinggal di Bogor, kebetulan Bibi dan Paman Insya Allah akan berangkat haji Tahun ini. Pas saya datang keluarga Bibi mukanya murung dan seperti sedang mencari solusi permasalahan yang dihadapi. Sekar langsung bermain dengan anaknya Bibi, saya nimbrung dan bertanya mengapa kali ini hening dan ada kemurungan.

Ternyata Bibi dan Paman sangat khawatir meninggalkan anak-anaknya yang masih kecil saat berangkat haji nanti, walau ada pengasuh kepercayaan tapi tetap ketidaktenangan itu akan hinggap katanya. Saya saat itu menjelma menjadi keponakan yang bijak bestari *cieee….. Saya ungkapkan bahwa niat ibadah yang sudah matang jangan sampai meluluhkan niat, “Ayo Bi, Paman kalian pasti bisa!”

Lalu saya memberi solusi sebisa saya, barangkali jika ada fasilitas komunikasi yang murah dan tak terbatas, Bibi dapat tenang sedikit di Tanah Suci karena bisa menelepon atau sms sepuasnya dengan anak-anaknya. Kebetulan sekali saya melihat bonus-bonus tarif pulsa dan benefit lainnya untuk yang berhaji dari program Indosat Haji. “Nah ini dia, yang paling dibutuhkan Ni, intinya Bibimu itu membutuhkan sarana komunikasi yang mendukung untuk bisa telepon atau sms sering tapi murah.” Kata Paman, serasa ada jalan ditengah kebuntuan mereka.


Saya langsung saja membukakan situs Indosat Haji agar Bibi dan Paman memperoleh penjelasan yang menenangkan. Karena saya mengerti dengan kondisi mereka saat ini sangat banyak budget yang harus dikeluarkan. Jadi sarana komunikasi murah adalah solusi yang pas.

Jadi, benefit dari Indosat yang bisa diterima oleh Bibi dan Paman di Tanah Suci nanti, bisa terima telepon secara gratis selama di Arab, tidak kena roaming. Tak hanya itu, benefit lainnya bisa dapat bonus pulsa 20 ribu setelah isi pulsa 100 ribu. Bibi dan Paman juga tak akan khawatir karena dengan ikut program Indosat Haji, jika punya masalah dengan provider nya selama disana, bisa menelepon gratis ke Customer Care dan menggunakan semua layanan Indosat tanpa setting.

Bonus tadi, hanya bisa digunakan selama di Mekah untuk layanan Voice dan SMS masa berlaku 7 hari dari tanggal reload, berlaku untuk pelanggan Mentari dan M3 prepaid.

Untuk mengecek bonus bisa menekan *122*501#

Buat teman-teman yang ingin dekat juga sama orangtua, kerabat atau sahabat yang sedang menunaikan ibadah haji, bisa sering-sering komunikasi tanpa batas secara murah dan terjangkau tanpa biaya membengkak.

Info detailnya bisa dilihat di Indosat Haji

Uncategorized

Rangkaian Kegiatan Sosial Indosat di Yogyakarta

Mobil Klinik diresmikan Oleh Sheikh Abdullah, Chairman Ooredoo
Mobil Klinik diresmikan Oleh Sheikh Abdullah, Chairman Ooredoo

Yogyakarta, 5 September 2014 – Pukul 9 pagi di area dekat Candi Ratu Boko, Kecamatan Prambanan Kabupaten Sleman, terlihat meriah dan puluhan anak-anak berseragam sekolah dasar serta pakaian tradisional berjejer rapi dua banjar dengan membawa bendera merah putih plastik di tangannya. Mereka akan menyambut tamu istimewa yang akan meluncurkan Mobil Klinik disana. Tamu istimewa itu adalah Chairman Ooredoo Group, Sheikh Abdullah Bin Mohammed Bin Saud Al Thani.

Di sudut lain, terlihat para ibu yang siap mengikuti aktivitas peluncuran Mobil Klinik disana, karena selain ada peluncuran Mobil Klinik, ada juga Photobooth, Pengobatan gratis, Pelayanan kesehatan lainnya, seperti imunisasi dan pembagian bingkisan perlengkapan sekolah bagi anak-anak disana. Wajah berseri-seri dan semangat mereka sangat terlihat. Ini pertanda, ada sentuhan kemanusiaan dari Indosat yang merupakan member dari Ooredoo Group. Melalui implementasi program Corporate Social Responsibility-nya

Berangkat dari persoalan kesehatan anak di negara berkembang khususnya Indonesia, menurut catatan laporan dari Unicef dan WHO Tahun 2012, 35,8% atau 85 Juta dari total penduduk Indonesia adalah anak-anak antara usia 0-18 Tahun atau 85 Juta dari total jumlah penduduk. 12% dari jumlah tesebut atau 10,2 Juta anak potensi terkena penyakit menular, kekurangan gizi dan kurangnya perawatan kesehatan. Penyakit umum yang diderita anak-anak seperti infeksi pernapasan, diare, cacar air, batuk, campak dan sakit kulit lainnya berpotensi akan terus muncul dan berakibat merosotnya kualitas generasi bangsa.

Seperti yang dikatakan oleh Sheikh Abdullah, bahwa Mobil Klinik yang sudah beroperasi, akan membantu meminimalisir risiko terjangkitnya penyakit menular pada anak-anak atau penduduk disana, setidaknya pertolongan pertama atau pencegahan dapat dilakukan. Kesehatan adalah investasi masa depan generasi penerus, dengan beroperasinya Mobil Klinik di Indonesia maka Indosat dan Ooredoo dapat berperan aktif dalam mengatasi masalah kesehatan dan penyuluhan untuk gaya hidup sehat.

Ditambahkan Alexander Rusli, selaku Presiden Direktur dan CEO Indosat Tonggak generasi yang kuat ada pada anak-anak yang sehat, dengan landasan program Mobil Klinik dalam rangka membantu upaya pemerintah dalam mengatasi persoalan kesehatan, Indosat sebagai bagian dari Ooredoo Group merasa bangga dengan beroperasinya kembali Mobil Klinik yang diawali di Yogyakarta.

Kepala Camat Kecamatan Prambanan, Abu Bakar Umar pun menyambut dengan baik Mobil Klinik yang mulai beroperasi disana, Abu Bakar mengungkapkan “Sudah lama kemarau terjadi disini, penyakit pun dengan mudah bertambah, dengan kehadiran Mobil Klinik dari Indosat akan terus membantu warga yang membutuhkan pengobatan gratis dengan pelayanan yang nyaman, sekarang baru launching mudah-mudahan kedepannya akan terus aktif dan membantu masyarakat disini secara jangka panjang.”

Mobil Klinik yang telah beroperasi sejak 2007 ada 16 unit dan telah memberikan kesehatan gratis kepada lebih dari 600.000 orang. Mobil Klinik tak beroperasi sendiri, mitranya ikut mendukung, seperti Rumah Zakat, PKPU (Pos Keadilan Peduli Umat), Bulan Sabit Merah Indonesia dan Dompet Dhuafa. Mulai September Desember 2014 ini, Indosat berencana melayani 75.000 penerima manfaat secara nasional.

Sri Sultan Hamengkubuwono X dan jajaran Management Ooredoo dan Indosat berfoto bersama
Sri Sultan Hamengkubuwono X dan jajaran Management Ooredoo dan Indosat berfoto bersama

Pada hari yang sama, Indosat dan Ooredoo melakukan rangkaian kegiatan sosial lainnya, kali ini prosesinya diadakan di Bale Raos, sebuah restoran yang ada di sekitar Keraton. Selain dihadiri Chairman Ooredoo, Sheikh Abdullah dan jajaran management Indosat juga dihadiri oleh Sultan Hamengkubuwono X. Acara cukup meriah, selain ada bincang-bincang dengan Sheikh Abdullah, tentang perkembangan dan ekspansi bisnis Indosat dibawah Ooredoo untuk masa mendatang, diadakan juga acara sarahsehan dengan Sultan diiringi hiburan sinden dan gamelan. Sementara para penghapal Al Quran membacakan beberapa ayat dari Al Quran.

Kegiatan sosial di Bale Raos, setelah diawali makan siang, diserahkan donasi untuk pengembangan budaya Yogyakarta yang diserahkan langsung oleh Sheikh Abdullah Bin Mohammed Bin Saud Al Thani kepada Sri Sultan Hamengkubuwono X. Beasiswa pendidikan bagi para Mahasiswa Universitas Gajah Mada (UGM) dan donasi Umroh bagi para penghapal Al Quran juga diberikan oleh Indosat dan Ooredoo pada saat itu.

Berikut moment yang berhasil saya abadikan :

Ki-ka ; Alexander Rusli, Sheikh Abdullah dan Dr.Nasser M.Marafih
Ki-ka ; Alexander Rusli, Sheikh Abdullah dan Dr.Nasser M.Marafih

Sheikh Abdullah mengunjungi Candi Ratu Boko
Sheikh Abdullah mengunjungi Candi Ratu Boko

Peresmian Mobil Klinik
Peresmian Mobil Klinik
Hiburan dari anak-anak dan warga di Kecamatan Prambanan
Hiburan dari anak-anak dan warga di Kecamatan Prambanan

Indosat sebagai penyedia provider, tak hanya peduli dengan menyediakan kebutuhan sarana informasi dan komunikasi tetapi melalui program CSR nya, Indosat dan Ooredoo membangun tiga pilar, yang terdiri dari Pemberdayaan Perempuan, Pendidikan dan Inovasi. Dengan tujuan untuk menambah nilai ekonomi, sosial, lingkungan dan kepedulian kepada masyarakat.

Semoga apa yang dilakukan oleh Indosat dan Ooredoo dapat menginspirasi banyak kalangan dan institusi agar lebih banyak lagi aksi positif dan kontribusi nyata untuk bangsa.

Uncategorized

Transaksi Bank Sambil Belanja di myBCA

Era digital yang semakin memudahkan masyarakat dalam menunjang aktivitas terbukti dengan kehadiran myBCA. Sebuah inovasi dari Bank BCA untuk berbagai kebutuhan perbankan dengan memanfaatkan teknologi terkini.

Karena letaknya di mall, jadi jam buka nya pun ikut mall yakni antara jam 10 pagi sampai jam 10 malam. Disana ada Duty Ofiicer yang siap membantu jika ada kesulitan saat melakukan transaksi di myBCA.

myBCA Gandaria City
myBCA Gandaria City

MyBCA baru buka di dua lokasi yakni Jakarta dan Surabaya. Jumat 22 Agustus lalu saya menyempatkan diri untuk melakukan transaksi di myBCA yang keren ini, sekalian belanja bulanan di supermarket yang ada di Mall Gandaria City. Tepatnya ada di lantai UG, naik 1 lantai dari lantai dasar.

Begitu masuk area myBCA, saya merasa sedang berada di dunia planet luar bumi yang semuanya menggunakan teknologi. Tak ada customer service, brosur, dokumen-dokumen dan teller bank. Yang ada hanyalah perangkat-perangkat teknologi sebagai penunjang transaksi bagi para nasabah yang berkunjung.

Duty Officer yang sedang bertugas pagi itu, Mba Christine menyambut dan siap melayani dengan ramah, saya hanya meminta informasi sekilas, dan selebihnya berselancar mencoba fitur-fitur yang tersedia. Di myBCA Gandaria City ada fitur-fitur perbankan seperti Flazz Machine, Halo BCA Video Call, Digital Form, Digital Information, dsb.

Beberapa fasilitas yang ada di myBCA
Beberapa fasilitas yang ada di myBCA

Kebetulan ada beberapa tagihan yang harus saya transfer, saya transfer di mesin ATM Non Tunai. Lalu mengisi kartu Flazz di mesin khusus. Kartu Flazz ini saya sengaja isi kembali karena perlu untuk membayar busway yang sekarang tak menerima pembayaran secara tunai di beberapa koridor, selain itu saya pun lebih nyaman memakai Flazz untuk belanja dari pada membawa uang tunai. Kelebihan memakai Flazz BCA, tidak ribet dengan kembalian sekecil apapun dan suka ada diskon khusus pengguna Flazz. Kartunya bermacam-macam dan bisa pilih model, di myBCA, bisa beli kartu Flazz langsung sekalian Top Up.

Untuk fasilitas lainnya saya mencoba simulasi untuk dana pendidikan anak dan simulasi KPR, dengan leluasa bisa dilakukan sendiri dengan mengikuti instruksi-instruksi yang ada. Dengan melakukan simulasi sendiri tanpa ditunggu petugas rasanya lebih leluasa dan lebih terjaga privacy nya.

Selanjutnya ini nih, fasilitas utama yang perlu dan penting saya coba. Walaupun saya telah memiliki Rekening BCA, namun tak ada salahnya saya mencoba membuka rekening BCA secara self service di myBCA. Nama tabungan BCA yang dapat dibuka di myBCA adalah Tahapan Xpresi.

Tabungan ini tadinya hanya berlaku buat anak muda yang suka narsis dan bergaya, sehingga tabungannya tak memakai buku untuk mencatat semua transaksi. Cukup mendapatkan kartu yang berfungsi untuk berbagai transaksi mulai dari penyetoran tunai, transfer, penarikan tunai dan lain-lain. Kartu bisa dipilih sesuai selera. Jika suka bola bisa memakai foto design bola atau kuliner, jalan-jalan, traveling dan lain-lain. Tetapi sekarang Tahapan Xpresi dapat dimanfaatkan oleh semua usia bahkan usia 12 tahun kebawah pun dapat membuka tabungan ini dengan pendampingan orangtuanya.

Khusus untuk transaksi Tahapan Xpresi di myBCA dilakukan disebuah ruangan khusus, disana tersedia meja, kursi dan mesin video banking yang dilengkapi dengan perangkat penunjang transaksi seperti layar monitor untuk video conference dengan customer service, scanner untuk scan dokumen pendukung seperti KTP, signpad untuk tanda tangan elektronik, cash deposit slot untuk memasukkan uang setoran awal serta printer yang langsung mencetak kartu Paspor Xpresi. Dilengkapi juga dengan bel untuk memanggil duty officer jika kesulitan dalam menggunakan fasilitas yang ada.

Syarat membuat Tahapan Xpresi cukup membawa KTP dan NPWP. Jika anak dibawah umur 12 Tahun, karena pembukaan rekening diwakili orang tua, maka selain KTP orang tua cukup membawa tambahan dokumen Kartu Keluarga atau Akte Kelahiran asli.

Cara membuat Tahapan Xpresi adalah :

  1. Menyiapkan dokumen yang diperlukan, antara lain KTP dan NPWP
  2. Uang Tunai yang akan disetor, minimal Rp.50.000,- tidak boleh uang koin, harus uang kertas yang tidak terlipat.
  3. Duduk di ruangan pembuatan tahapan Xpresi, sentuh layar bawah mesin video banking maka akan muncul customer service (CS) di layar monitor yang akan melayani calon nasabah. CS dapat melihat kita begitupula sebaliknya jadi tersenyum ya biar asyik hehehe….CS akan menjelaskan dari awal atau jika kita sudah mengetahui informasi Tahapan Xpresi sebelumnya, bisa langsung saja membuka rekening dengan mengisi data. Scan KTP dan NPWP ditempat serta tanda tangan digital. Kebetulan saya yang sudah memiliki Rekening BCA, sehingga data saya dapat langsung ditampilkan tanpa saya perlu mengisi ulang. Saya cukup memperbaharui data saja sehingga prosesnya lebih cepat. CS sangat ramah dan membantu proses dengan baik.
  4. Atur posisi untuk foto, lalu pilih kartu yang akan digunakan, saya memilih gambar yang bercorak dengan kombinasi yang bisa dipasang foto saya. Setelah klik tombol setuju akan keluar kartu Tahapan Xpresi dengan design sesuai pilihan kita.
  5. Masukan PIN untuk kartu Tahapan Xpresi pada pinpad yang tersedia di mesin video banking.

Begini sebagian proses di ruangan pembuatan Tahapan Xpresi, kartu myBCA ku keren kan?
Begini sebagian proses di ruangan pembuatan Tahapan Xpresi, kartu myBCA ku keren kan?

Pembuatan tabungan Tahapan Xpresi di myBCA cukup memakan waktu lebih kurang 15 menit jika tidak banyak bertanya kepada CS yang memandu tetapi untuk pembuatan rekening bagi non pemilik Rekening BCA bisa memakan waktu lebih dari 20 menit. Karena pembuatan dari awal dan ada beberapa data yang harus diisi lengkap. Setelah jadi, bisa langsung digunakan untuk berbagai transaksi yang sama fungsinya dengan Rekening BCA yang memakai buku tabungan. Tahapan Xpresi juga dapat berfungsi untuk transaksi mobile banking, BCA klikpay juga KlikBCA serta debet.

Membuka rekening Tahapan Xpresi di myBCA sangat memudahkan bagi siapapun yang tak sempat pergi ke Bank untuk membuka rekening atau melakukan transaksi kebutuhan rumah tangga. Seperti saya yang selain ibu dari satu anak juga seorang pekerja yang harus membagi waktu antara mengurus anak, pekerjaan dan mengatur segala transaksi kebutuhan rumah tangga yang mengharuskan pergi ke Bank di jam kerja.

Dengan adanya myBCA, saya jadi bisa leluasa melakukan transaksi apapun, termasuk mengajukan kartu kredit dan pendidikan anak. Semuanya bisa dilakukan disana asal tahu prosedur dan membawa kelengkapan dokumen yang dibutuhkan. Prosesnya sama, namun bedanya hanya pada service-nya yang serba digital. Buat yang merasa gaptek, jangan khawatir! Soalnya di myBCA akan selalu ada Duty Officer yakni petugas ramah yang siap mendampingi kita jika diperlukan.

Ini souvenir jika membuka Tahapan Xpresi, jam digital bisa berubah warna warni, merah, hijau, biru, ungu
Ini souvenir jika membuka Tahapan Xpresi, jam digital bisa berubah warna warni, merah, hijau, biru, ungu

Untuk saat ini, jika membuka Tahapan Xpresi di myBCA dapat souvenir Jam Digital lho, ayo ajak anak-anak juga untuk belajar menabung dan bisa memiliki Tahapan Xpresi dengan kartu yang bervariasi.

Narsis dulu sama Mba Christine, Duty Officer yang sedang bertugas saat itu
Narsis dulu sama Mba Christine, Duty Officer yang sedang bertugas saat itu

Inovasi myBCA ini harus benar-benar dimanfaatkan dengan baik karena terbukti sangat efektif dan efisien dalam melakukan transaksi bank secara fun dan santai bahkan bisa sambil belanja atau mengajak anak jalan-jalan di mall.

Uncategorized

Bukti Cinta Untuk Anak Indonesia dari 60 Tahun Sari Husada

Persembahan anak-anak binaan Purwacharaka di Gala Dinner 60 Tahun Sarihusada
Persembahan anak-anak binaan Purwacharaka di Gala Dinner 60 Tahun Sarihusada

Yogyakarta, 30 Agustus 2014 Tepat dihari jadi PT Sarihusada yang ke 60 Tahun, Media dan Blogger diajak Trip ke Pabrik Sarihusada 2 di Klaten Jawa Tengah. Sedangkan Pabrik Sarihusada 1 terletak di Muja Muju Yogyakarta. Disana kami disambut oleh Management Sarihusada. Sambil refreshment sebelum kunjungan ke Pabrik, kami berbincang-bincang dulu mengenai sejarah Sarihusada di aula yang asri sambil makan makanan khas Yogyakarta yang unik dan lezat.

Sejarahnya, Agustus Tahun 1954, sembilan tahun setelah kemerdekaan Indonesia, Sarihusada didirikan dengan nama nv Saridele yang didirikan oleh pemerintah dan PBB. Memproduksi susu kedelai untuk kebutuhan gizi anak-anak Indonesia yang sebagian besar malnutrisi. Tahun 1965 merupakan pelopor susu anak-anak melalui produknya SGM. Siapa yang tak mengenal Susu SGM ? Pasti anak-anak zaman tersebut masih ingat dengan susu legendaris ini. Juga pelopor Susu ibu hamil yang diproduksi pada Tahun 1988. Dua produk tersebut sebagai bukti pemahaman akan pentingnya kesehatan ibu dan anak.

Dari nv Saridele menjelma menjadi PT Sarihusada Generasi Mahardika yang semakin maju dan berinovasi dengan produk-produk unggulan yang telah dipercaya bukan hanya di negara sendiri. Sejak 2007 dibawah Danone, Sarihusada menjadi riset jaringan global diseluruh dunia.

Pak Ketut dari Sarihusada memberitahukan bahwa Sarihusada selain mempunyai visi untuk mencerdaskan dan memajukan anak bangsa melalui makanan, juga peduli terhadap lingkungan, dengan adanya Taman Pintar di Mallioboro, membuat penghijauan tertata, dikelola oleh Sarihusada dan diserahkan kepada pemerintah.

Packing area di Pabrik Sarihusada 1 Klaten
Packing area di Pabrik Sarihusada 1 Klaten

Setelah istirahat dan makan siang, Media dan Blogger berkeliling ke Pabrik seluas 2 hektar ini, mulai dari pengisian produk sampai packing. Kami tidak diperkenankan melihat produksi susu karena takut mengkontaminasi produk. Produk susu anak itu harus steril dan kami benar-benar selektif untuk tidak banyak-banyak memasukkan pengunjung ke ruangan produksi, agar produk susu tetap hygienis. Kata Pak Ketut.

Kami menyaksikan sendiri bagaimana para karyawan tersebut bekerja dengan disiplin tinggi dan memakai perlengkapan seragam yang ditentukan, mulai jaket , masker sampai tutup kepala dan sarung tangan. Disela kunjungan, Pak Udin Saptanegara dari bagian Nature Program, juga mengungkapkan bahwa Pabrik sarihusada mengusung konsep Green From Farm To Table Yang berarti semua konsep pabrik dibuat dengan ramah lingkungan.

Nutritalk bersama Ibu Endang dan Dr.Pinky dengan moderator Nadia Mulya
Nutritalk bersama Ibu Endang dan Dr.Pinky dengan moderator Nadia Mulya

Selesai kunjungan ke Pabrik, kami segera menuju Hyatt Regency dan mengikuti acara Nutritalk, sebuah program rutin Sarihusada untuk mengedukasi para orangtua dan masyarakat luas agar bisa melek gizi. Dengan menyerap ilmu yang dipaparkan oleh narasumber terkait. Kali ini, yang menjadi narasumber adalah Prof. Endang L.Achadi, MPH, Dr.PH, yang merupakan Guru Besar tetap dalam ilmu gizi dan kesehatan masyarakat Universitas Indonesia, tema Seribu Hari Yang Menentukan Masa Depan Bangsa dan Dr. Pinky Saptandari, MA, Staff khusus menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, dengan tema Dukungan Budaya dan Keluarga dalam Pemenuhan Gizi Ibu dan Anak.

(Ulasan yang dibahas oleh Ibu Endang dan Ibu Pinky akan saya ulas secara khusus di postingan berikutnya)

Pemotongan Tumpeng oleh Presdir Sarihusada Olivier Pierredon
Pemotongan Tumpeng oleh Presdir Sarihusada Olivier Pierredon
Usai Dinner berfoto dulu dengan para Blogger dan MC Nadia Mulya
Usai Dinner berfoto dulu dengan para Blogger dan MC Nadia Mulya

Menutup rangkaian acara di hari pertama ulang tahun Sarihusada, diadakan Gala Dinner di Ballroom Hyatt Regency dengan sarahsehan bersama management Sarihusada serta penduduk sekitar Muja Muju tempat Pabrik ke 1 Sarihusada. Serta Media dan Blogger. Kami disuguhi hiburan dari anak-anak binaan Purwacharaka.

Tanggal 31 Agustus 2014 Melanjutkan perayaan ulang tahun Sarihusada ke 60, pagi jam 6 kami sudah memadati Alun-alun Selatan untuk melakukan jalan sehat bersama keluarga karyawan sarihusada. Yang ikut serta ada 4000 orang dengan rute Alun-alun Selatan Plengkung Gading Lampu Merah Jalan Parang Tritis Pertigaan Purawisata Alun alun Selatan. Terlihat kedekatan para karyawan dan management Sarihusada saat jalan sehat ini. Jalan sehat juga dihadiri Presiden Direktur Sarihusada, Olivier Pierredon dan Gusti Prabu yang membuka Start Jalan Sehat.

Karyawan Sarihusada memenuhi area alun alun untuk siap jalan sehat
Karyawan Sarihusada memenuhi area alun alun untuk siap jalan sehat
Narsis dulu sebelum melanjutkan jalan hehehe
Narsis dulu sebelum melanjutkan jalan hehehe

Saya dan beberapa teman media ketika jalan sehat tak mau Cuma jalan, melihat moment dan pemandangan unik, kami langsung narsis dulu disana, terutama di Monumen Perjuangan yang kami lalui. Tiba di Finish ada perlombaan membuat tumpeng dari buah dan sayuran yang diikuti oleh keluarga karyawan Sarihusada, perlombaan ini sebagai pencerminan bahwa sarihusada sangat konsen dalam hal pemenuhan gizi untuk ibu dan anak, dengan lomba ini, diharapkan para orangtua dapat mengenalkan dan menggalakkan konsumsi sayur dan buah yang disajikan semenarik mungkin agar anak-anak menyukainya. Live Music pun menyemarakkan acara disana, artis pendukung adalah Band Wali.

Pukul satu siang sampai lima sore adalah acara bebas kami, mau jalan-jalan atau berenang di hotel atau ketemu teman di Jogja diperbolehkan.

Menutup acara hari kedua, pukul 19.00 kami dijamu makan malam di restoran Seafood Rasane yang makanannya bisa-bisa nambah beberapa kali. Semua yang hadir piringnya penuh hehehe, dalam makan malam ini, Pak Arif Mujahidin dari Sarihusada mengisi acara dengan diskusi bersama kami. Dan mengajak kami semua untuk menggalakkan gerakan mengedukasi gizi bagi masyarakat melalui tulisan dan artikel di media dan sosial media.

Dengan Blogger yang hadir, ki-ka : Bunga Istyani, Harris Maulana, Titi Akmar, Kak Indah Juli dan Ai (Neng Biker)
Dengan Blogger yang hadir, ki-ka : Bunga Istyani, Harris Maulana, Titi Akmar, Kak Indah Juli dan Ai (Neng Biker)

1 September pagi, kami pun bertolak ke Jakarta dengan membawa berjuta kenangan yang tak terlupakan dari Sebuah Cinta Bernama Sarihusada Selamat ulang tahun ke 60 sarihusada.