Uncategorized

Kue – Kue Cinta

Kue -Kue Cinta Karya Fita Chakra dan Wylvera Windayana

Sinopsis

Awang dan Nning, dua anak yang masih usia sekolah dasar ini sudah terbentuk sikap dewasa sebelum waktunya. Keadaan yang memaksa demikian. Sebelum mereka ditinggal ayahnya meninggal, sudah terbiasa hidup sederhana dan apa adanya. Pribadi mereka sudah terbentuk dengan kesederhanaan tapi selalu ada semangat di dalamnya. Tak heran jika Awang dan Nining selalu juara kelas dan menjadi andalan teman-temannya untuk bertanya masalah pelajaran.

Sejak ayahnya meninggal, Awang dan Nining diasuh oleh teman ibunya semasa di panti asuhan dulu. Yaitu Mpok Suminah. Karena Ibu mereka memutuskan bekerja di Malaysia menjadi Tenaga Kerja Wanita (TKW). Keadaan ini sangat berat tentunya, bagi Awang dan Nining untuk melepas Ibu pergi bekerja di tempat yang jauh, namun keadaan memaksa demikian karena ibu mereka berangkat menjadi tkw bertujuan untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka dan masa depannya. Tak ada pilihan, selain mengikhlaskan kepergian ibunya, Fatimah ke Malaysia.

Awang dan Nining semakin mandiri, ditemani Mpok Suminah di rumah sederhana mereka. Semangat tetap menyelimuti dan tak gentar dengan keadaan serba pas-pasan, mengandalkan penghasilan Mpok Suminah dari hasil jualan kue. Karena Fatimah belum bisa mengirimkan uang. Tiba-tiba pihak sekolah mengirimkan surat untuk Mpok Suminah sebagai wali murid. Dikabarkan bahwa Awang dan Nining harus berhenti sekolah karena sudah menunggak uang SPP empat bulan lebih. Mpok Suminah tak sanggup membayar seluruh tunggakan tersebut. Awang dan Ninng sangat kecewa. Tapi, lagi-lagi mereka selalu diliputi semangat yang tak pernah luntur. Awang dan Nining membantu berjualan kue yang dibuat Mpok Suminah. Sampai ngamen di jalanan dijajalnya, demi mewujudkan kembali keinginannya untuk bersekolah kembali. Setiap upah dari hasil berjualan kue, selalu ditabung. Begitu pula dengan hasil dari ngamen. Semangat mereka tak selamanya peroleh dukungan positif dari sekitarnya, pengamen yang telah lebih dulu menguasai tempat ngamen Awang dan Nining, kerap mengusir mereka dan memperlakukan kasar agar mereka tak mengamen di wilayah tersebut. Untung saja Mpok Suminah menyelamatkan mereka dengan mengalihkan kegiatan menjadi penjual kue saja. Jualan kue semakin laris dan banyak pesanan.

Fatimah di Malaysia sangat disayang dan dipercaya oleh majikannya, seiap bulan akhirnya dapat mengirimkan uang dan surat untuk Awang dan Nining, tetapi tak satu pun ada yang dibalasnya. Dan uang kiriman Fatimah untuk anakk-anaknya yang dikirim melalui rekening Pakde Tono, adik tiri almarhum ayahnya pun tak pernah sampai sehingga Awang dan Nining harus gigih bekerja keras bahkan sampai putus sekolah. Awang, Nining, maupun Mpok Suminah tak mengetahui hal ini. Kerinduan anak-anaknya sampai tak terbendung, cara-cara tak masuk akal dilakukannya untuk meringankan kerinduan kepada ibunya, misalnya mengirimkan surat lewat aliran sungai, menerbangkannya dari bukit sampai menitipkannya pada Pak Pos, tetapi tak ada alamat lengkapnya karena memang tidak tahu alamat di mana ibunya bekerja.

Semua kondisi penuh keterbatasan itu, baik secara materi dan kasih sayang, tak membuat Awang dan Nining gentar, dengaan dukungan dari Mpok Suminah, semua itu bisa diatasi. Mpok Suminah sudah menganggap kedua anak tersebut sebagai keponakannya sendiri. Kasihnya tulus setulus orangtua kandungnya. Tetapi bagaimana pun Awang dan Nining tetap merindukan sosok ibunya, Fatimah.

Di Malaysia, Fatimah semakin dilema menjelang kepulangannya ke rumah untuk bertemu anak-anaknya, majikannya Makcik Salma sakit diabetes yang parah dan sudah ditinggal meninggal oleh suaminya. Sehingga masih memerlukan Fatimah. Anak-anak Fatimah di Indonesia sudah menanti kepulangan ibunya tetapi hanya harapan kosong yang mereka punya, mereka masih belum mendapatkan kabar dari ibunya.

Pesanan kue Mpok Suminah semakin bertambah, ditambah lagi dengan upah mencuci pakaian di rumah tetangganya, membuat tabungannya semakin cukup untuk menyekolahkan kembali Awang dan Nining. Kedua anak tersebut memecahkan celengan masing-masing juga untuk menambah biaya melunasi SPP yang sempat tertunggak serta membeli seragam dan buku-buku. Akhirnya Awang dan Nining bisa kembali bersekolah walau kini mereka sekelas dengan adik kelasnya, semangat tetap menyala. Guru dan kepala sekolah pun turut senang melihat mereka kembali.

Apakah Fatimah ibu mereka akan kembali ke rumah dan berkumpul kembali bersama Awang, Nining dan Mpok Suminah? Kejutan apakah yang akan mereka terima jika ibunya pulang? Apa yang akan dilakukan Fatimah terhadap Pakde Tono yang tak menyampaikan kiriman uang dan surat untuk anak-anaknya? Selanjutnya bisa disimak dalam buku Kue-Kue Cinta ini.

Resensi

Cerita yang tak jauh dari realita kehidupan, sikap kedua anak bernama Awang dan Nining yang memberikan inspirasi terhadap anak-anak seusianya atau orangtua sekalipun yang menjadi pembacanya, akan merasa tergugah dan merasa bahwa waktu yang kita miliki adalah berharga dari apapun. Segala penghalang yang menjadi ranjau kehidupan tak lantas diratapinya, waktu tak pernah mereka sia-siakan hanya untuk meratapi nasib atau mencari belas kasih orang lain. Waktunya digunakan untuk berusaha, bekerja keras dan telaten menabung. Sehingga usahanya membuahkan hasil, mereka dapat bersekolah kembali dari hasil tabungan dan dibantu Mpok Suminah.

Cerita dalam Kue-Kue Cinta juga tak menjual kemiskinan, walau mereka hidup serba kekurangan, mereka tetap bersikap mandiri dan tak mau menerima begitu saja pemberian orang lain tanpa bekerja atau sesuatu yang dilakukan sebagai timbal balik bagi s pemberi. Sikap moral yang tertanam dalam karakter Awang dan Nining patut jadi contoh anak-anak sekarang yang kurang memahami etika dalam masyarakat. Buku ini sangat rekomen bagi siapapun pembacanya. Isinya penuh kejutan dan sesuatu yang membuat kita jadi merenung tentang betapa berharganya waktu juga keluarga.

Advertisements
Uncategorized

Mendukung PLN Bersih Dengan Berperan Aktif

Semua masyarakat aktivitasnya mau tak mau tergantung pada listrik dari PLN, dengan listrik akan terbantu dalam meningkatkan poduktivitasnya. Baik aktivitas di rumah, kantor atau luar ruangan. Misalnya, untuk yang beraktivitas di rumah, memerlukan listrik untuk usaha pembuatan kue dengan bantuan mixer, blender dan oven listrik, atau segala hal yang memerlukan barang elektronik. Sedangkan di kantor, komputer dan semua perangkatnya banyak yang membutuhkan energi listrik. Dengan listrik pula anak-anak dapat belajar sampai larut malam bahkan menjelang subuh. Karena seiring berjalannya waktu, malam yang gelap tak akan jadi masalah karena tetap ada penerangan lampu dengan bantuan listrik. Lain lagi dengan produktivitas yang ada di pabrik, sebagian operasional yang menggunakan mesin harus ada peran listrik untuk menjalankannya. Kesimpulannya adalah peran listrik sangat besar pengaruhnya dalam memajukan kualitas individu dan peningkatan produktivitas.

Jangankan untuk aktivitas yang bertujuan untuk menghasilkan suatu produksi besar, aktivitas rutin sehari-hari di rumah pun hampir seluruhnya tergantung pada listrik, untuk hiburan di rumah, menyalakan tv, radio, DVD, dan lain sebagainya harus pakai listrik dari PLN. Untuk mencuci yang pakai mesin, masak pakai microwave, sampai vacum cleaner dan menghidpkan pompa air listrik. Betapa besarnya kebutuhan listrik masyarakat. Pasokan energi listrik harus mencukupi bagi penduduk Indonesia dari Nanggroe sampai Papua. Karena energi listrik tak dapat diperbaharui, maka kita pun harus bijak dalam pemakaiannya. Selain hemat energi juga memakai seperlunya saja.

Ada yang lebih penting dari sekadar hemat energi, agar penggunaan listrik dapat disalukan dengan tepat juga merata. Yakni, mendukung segala hal yang berkaitan dengan PLN bersih dari segala tindakan interaksi suap menyuap antara produsen dan konsumen, antara pejabat dan prroses birokrasinya serta peningkatan peran kita sebagai masyarakat yang harus cerdas dalam menanggapi transparansi kebijakan yang dilakukan PLN.

Mengapa kita harus mendukung PLN Bersih? Karena dari PLN yang bersih, maka segala sistem yang ada dalam tubuh PLN akan memengaruhi efek pelayanan dan penyaluran yang tepat dan merata.

PLN mempunyai misi dalam menciptakan dan implementasikan PLN Bersih dari segala praktek suap dan korupsi. Dalam acara Blogdetik #BloggerBicara yang rutin diadakan, Tanggal 4/10 lalu di Nutz Culture Senayan City, PLN dan para blogger berinteraksi, diskusi dan saling memberi masukan. Tema #BloggerBicara kali ini adalah tentang PLN Bersih. Maka, selaku narasumber adalah Bambang Dwiyanto, Manajer Senior Komunikasi Korporat PT PLN (Persero) dan Dwi Kusnanto,Manajer Bidang Niaga PT PLN (Persero) Distribusi Jakarta & Tangerang. Kami bebas teratur selama diskusi, berbagai pertanyaan kritis dilemparkan. Ada artis Ussy Sulistyawati yang ikut menghibur dan menyemarakkan suasana, Ussy selain ikut bertanya tentang komitmen PLN bersih, juga menghibur dengan sebuah nyanyian.

Dalam kesempatan ini, para narasumber dari PLN menyarankan agar kita tak membiasakan kasih uang rokok atau uang tips bagi petugas PLN yang sedang melayani masayarakatnya, karena jika mulai hal kecil dibiasakan, hal besar akan dapat diantisipasi. Selain itu, pihak PLN juga mengenalkan Listrik Prabayar yang masih harus banyak disosialisasikan. Kehadiran Listrik prabayar, akan meminimalisir pencurian listrik oleh pihak lain dan proses migrasi dari Pascabayar ke prabayar tidak rumit dan tidak memerlukan teknis yang memakan biaya. Melalui panduan pada buku atau booklet, masyarakat sudah bisa melakukannya sendiri.

Apa yang harus kita lakukan dalam upaya mendukung PLN Bersih?

Melakukan prosedur resmi saat ada keperluan dengan PLN

Artinya, ketika kita hendak mengurus keperluan listrik, harus kontak kepada pihak PLN langsung melalui petugas yang tepat, minta petunjuk sesuai prosedur yang berlaku dan mempelajari hak dan kewajiban kita dengan seksama. Setelah itu, membayar sesuai tarif, sesuai yang ditetapkan. Tidak dilebihkan atau dikurangkan. Selalu minta tanda bukti pembayaran yang syah jika membayar bukan melalui setoran bank atau atm.

Memberikan keleluasaan dan Menjaga martabat petugas PLN

Saat petugas PLN memeriksa meteran, memasang baru meteran listrik atau sedang membenarkan jaringan listrik ke lingkungan atau rumah kita, beri kepercayaan kepada mereka, jangan merasa risih atau tidak enak karena tidak bisa memberi uang tips, rokok, makanan dan lain sebagainya. Biarkan mereka bekerja dan kita harus punya sikap merasa berhak dilayani. Petugas PLN itu mempunyai gaji dan berbagai tunjangan dari perusahaan jadi kita jangan sampai merendahkan mereka dengan membiasakan memberi uang tips dan lain-lain. Agar mereka terbiasa untuk tidak menerima suap. Karena kalau hal ini terjadi, akan menular kepada yang lainnya dan kebiasaan transaksi ini jelas merendahkan kredibilitas petugas PLN.

Ikut berperan aktif dalam aktivitas PLN

Ikut berperan aktif di sini bukan berarti kita harus ikut mengerjakan pekerjaan mereka, maksudnya harus mau ikut mempelajari transparansi PLN yang selalau dibagikan dalam situs resminya, misalnya dalam website PLN, acara-acara workshop seperti #BloggerBicara dengan Blogdetik kemarin, Seminar tentang listrik dan lain sebagainya. Jadi kita tidak buta sama sekali. Jika sewaktu-waktu ada indikasi ketidakberesan, kita minimal sudah tahu dasarnya. Dan jangan segan untuk memberikan masukan melalui kontak resmi PLN. Karena PLN adalah milik kita bersama jadi kita berhak ikut terlibat dalam kegiatan PLN walau dalam batas tertentu.

Melaporkan kecurangan atau hal tidak baik yang berhubungan dengan PLN

Sebagai warga, kita harus punya keberanian untuk menegakkan kebenaran, jika tidak ingin hak kita ikut terambil orang lain. Sering sesama warga meendapati pencurian listrik dengan kelihaian seseorang, namun takut melaporkan karena merasa tidak enak dan takut dijauhi tetangga atau temannya yang berlaku curang tersebut. Jangan ragu untuk melaporkan karena kontak pengaduan sudah tersedia dan identitas pelapor akan terjaga privacy-nya.

Selain itu, kita juga harus mau menuntut hak pelayanan yang baik saat pemasangan meteran atau perbaikan meteran listrik di rumah. Ketika petugas melakukan pemerasan atau meminta tips, harus segera dilaporkan. Saat melaporkan pun harus jelas kronologisnya, mulai dari mencatat identitas petugas, waktu kedatangan petugas dan permasalahan yang dihadapi. Sehingga tidak melaporkan secara subjektif.

Melakukan efisiensi transaksi keperluan dengan PLN

Efisiensi berarti melakukan suatu tindakan sesuai prosedur dengan baik, memanfaatkan proses yang efektif dan tidak memakan waktu serta transfer proses berbelit. Saat ini, PLN sudah memberikan layanan secara online untuk pemasangan baru, penambahan daya dan penyambungan sementara. Dengan melakukan hal ini, semua bukti prosedural sudah ada record-nya jadi masyarakat tak perlu menghubungi calo, orang tidak jelas atau petugas yang bukan bagiannya. Dengan langsung bertransaksi online, semua akan diproses melalui jalurnya. Sistem pembayaran pun sama, sudah banyak cara pembayaran melalui mobile banking, internet banking atau setor tunai. Jadi tak perlu antre di loket atau tak perlu menitip kepada orang lain atau petugas yang bukan wewenangnya.

Mengantisipasi kecurangan juga dapat beralih ke listrik prabayar, listrik pintar yang sangat efisien. Kita bisa memperkirakan besaran listrik yang akan dipakai per bulannya. Semua sudah dijatah, sehingga bisa membeli isi ulang listrik sesuai keperluan saja. Selain aman juga bisa berhemat.

Mudah-mudahan dengan dukungan terhadap PLN Bersih ini, langkah demi langkah akan tercipta solusi menuju tujuan pemerataan pembangunan inventarisasi PLN sampai ke pelosok-pelosok desa di mana pun di Indonesia. Dengan PLN Bersih, pengadaan barang, jasa dan segala macam keperluan listrik untuk masyarakat dapat sampai kepada seluruh penduduk yang membutuhkan. Tanpa nyangkut dalam tindakan korupsi. PLN melibatkan diri dengan Transparency International Indonesia (TII) ini adalah sebagai bukti bahwa PLN telah melakukan langkah konkrit menuju PLN Bersih yang di ikuti berbagai implementasi praktek No Suap.

Sebagai warga kita harus optimis dan mendukung langkah ini, agar langkah-langkah berikutnya menciptakan banyak solusi baik bagi kita semua untuk memperoleh pelayanan yang lebih baik lagi. Dan bagi PLN sendiri, dukungan warga jangan sampai disia-siakan, harus berjalan beriringan. Dan punya komitmen serta implementasi kuat dalam aksi nyata.

Uncategorized

Manfaat Pelukan Bagi Keluarga

Jakarta, 18 Oktober 2013 Bertempat di sebuah restoran sea food di Gandaria City, saya memenuhi undangan dari Emak2Blogger, hadir di acara Talkshow bertajuk Berbagi Pelukan Melalui Kelembutan Molto Ultra pure.

c766bb7010aba479dbec3a0f7c8dd073_img-20131018-03956

Dalam acara ini, saya jadi tahu ternyata pelukan bukan hanya berguna sebagai bukti rasa sayang tetapi lebih dari itu. Ada dampak psikologis dan menimbulkan energi. Manfaat pelukan terutama pada anak-anak, akan menimbulkan efek menenangkan bahkan membantu mengoptimalkan proses tumbuh kembangnya.

Kata Roostien Ilyas, pemerhati anak, bahwa orangtua masa kini cenderung memberikan kasih sayang pada anak hanya memenuhi kebutuhan sandang, pangan, biaya sekolah dan segala keperluan lahiriahnya, Jarang para orangtua memberikan sentuhan langsung dan berkomunikasi langsung dengan keluarga, khusunya anak, padahal dengan sentuhan fisik dan pelukan, anak atau pasangan akan memperoleh energi yang tahan lama serta ketentraman jiwa dalam kesehariannya. Jelas Roostien.

Roostien juga punya banyak pengalaman saat menjadi pekerja sosial dan ditugaskan di Atambua, Lapindo, Tsunami Aceh, Bantul, Merapi dan Situ Gintung. Di sana banyak anak yang panik dan berlari ke sana sini tanpa tujuan dengan teriakan dan tangisan. Kami langsung memberikan pelukan pada si anak, diajak ngobrol, dengan nada yang menenangkan. Awalnya, si anak akan sedikit berontak karena kaget tiba-tiba dipeluk. Tetapi lama-lama mereka merasakan kenyamanan dan ketenangan. Akhirnya anak-anak lainnya menghampiri kami minta dipeluk juga. Roostien berbagi pengalamannya. Pelukan perlu dilakukan sebagai komunikasi non verbal yang bisa berbicara banyak daripada hanya sebagai pemenuhan kebutuhan. Tambah Roostien.

Sementara menurut Melly Puspita Sari, Psi, M, NLPm Psychologyst seorang psikolog, master trainer NLP dan penuis buku The Miracle of Hug Menurutnya, manfaat pelukan tak mengenal usia. Beberapa penelitian klinis dan psikologis, pelukan antara orangtua dan anak dapat meningkatkan kecerdasan otak, merangsang keluarnya hormon oksitosin yang mampu memberikan perasaan tenang pada anak serta dapat mengurangi racun pada otak. Pelukan lebih efektif daripada pujian atau ucapan selamat. Pelukan dapat berdampak pada perkembangan IQ anak-anak.

Jika anak sering di bully atau diberikan ucapan yang tidak pantas serta menyakitkan hati, maka anak akan teracuni otaknya dengan berbagai energi negatif. Akan timbul buruk sangka, dendam dan perasaan marah, kesal yang mengakibatkan anak down. Dengan pelukan, masalah tersebut segera teratasi secara efisien. Karena dengan pelukan anak akan cepat merasa tenang kembali. Ujar Melly.

Bagaimana dengan anak-anak yang kurang beruntung dan tak memiliki orangtua sebagai tempat pelabuhan? Kita dapat berbagi pelukan kepada mereka dengan cara lain. Walau jarak mereka jauh, kita dapat memberi pelukan melalui donasi boneka. Hira Triadi, Marketing Manager Laundry Category PT Unilever Indonesia, Tbk. Menyatakan bahwa saat ini Molto mengajak masyarakat selainn membiasakan pelukan kepada keluarganya, juga menyuarakan berbagi pelukan kepada anak-anak kurang beruntung melalui donasi boneka Molty. Setiap pembelian Molto Ultra Pure 900 ml, akan mendapat 1 boneka Molty besar yang akan disumbangkan ke yayasan panti asuhan di seluruh Indonesia. Jika membeli 2 buah Molto Ultra Pure 900 ml akan mendapatkan satu lagi boneka Molty yang dapat dibawa pulang, ukuran yang satunya lebih kecil. Jelas Hira.

Boneka Beruang Molty yang terkumpul, akan dijadikan boneka raksasa dan pada acara puncaknya Tanggal 24 Nopember 2013 di Mall Taman Anggrek, akan dibagikan kepada anak-anak kurang beruntung sebagai simbol berbagi pelukan lembut melalui boneka. Tambah Hira.

Seluruh masyarakat khususnya anak-anak, bisa ikut berdonasi boneka bekas namun masih layak pakai, semua boneka bekas tersebut akan didonasikan juga kepada anak-anak yang kurang beruntung. Sebelum didonasikan, akan diberikan kelembutan dan wangi molto dulu.

Jika ingin berdonasi, bisa disalurkan ke Toko yang bekerjasama, di sana akan ada Drop Box tempat pengumpulan boneka bekas tersebut.

Siapapun dapat mendonasikan boneka bekas layak pakainya ke Toko-toko sbb :

Kiddy Cuts Salon Outlet : Senayan City, Pondok Indah Mall, Plaza Senayan, Central Park, Grand Indonesia, Mall Kelapa Gading, Gandaria City, Supermall Karawaci, Living World dan Summarecon Mall Serpong.

Coconut Baby Shop Outlet : Cideng, Gading Mediterania residence, Mall Taman Anggrek, Mall of Indonesia dan Gandaria City.

Bird and Bees Outlet : Kelapa Gading, Hanglekir dan Cibubur.

Sedangkan dengan pihak sekolah, kerjasama ini bertujuan untuk melatih anak-anak mndonasikan boneka lama, anak yang menyumbang akan diberikan pin sebagai tanda apresiasi. Siapapun dapat berdonasi melalui sekolah sbb:

Marlupi Dance Academy, Purwacaraka, SD Abdi Siswa bintaro dan SD Lentera Indonesia.

Selain kita bisa memulai membiasakan pelukan kepada keluarga, kita juga bisa berbagi pelukan kepada anak-anak kurang beruntung melalui simbolisasi boneka yang kita donasikan. Mari Berbagi.

Saya ingin menambahkan opini terhadap paparan para narasumber di atas, saya setuju dengan membiasakan pelukan kepada keluarga akan menumbuhkan kasih sayang dan merupakan bahasa verbal yang efisien untuk menyalurkan kasih sayang. Tetapi pelukan harus dilakukan terhadap yang muhrim saja, seperti anak, pasangan dan keluarga kandung. Sentuhan itu memang sangat perlu. Tetapi menurut saya, sentuhan dan pelukan atau rangkulan tak harus selalu dengan arti yang sebenarnya Pelukan sebab, melalui kata-kata dan komunikasi dengan hati dan perasaan penuh, sama saja efeknya dengan pelukan itu sendiri. Kadang ada anak yang sudah besar atau sudah akil baligh merasa risih jika dipeluk. Jadi, melalui kata-kata mendalam, menentramkan dan dapat diingat sepanjang waktu oleh anak, akan menjadikannya sandaran dan merasa percaya diri juga. Intinya cara berkomunikasi yang langsung masuk ke hati akan menimbulkan efek sama seperti manfaat pelukan.

Itu adalah pendapat pribadi dan sudut pandang saya, sifatnya menambahkan apa yang disampaikan narasumber, jadi apa yang disampaikan narasumber ada benarnya tapi tak ada salahnya juga saya menambahkan opini tersebut. Boleh kan, Pa? Bu? Yang pentingnya kita berbagi saja yuk dengan donasi boneka seperti yang djelaskan di atas tadi.

Uncategorized

Kopdar Nuansa Kekeluargaan

Kopdar ( Kopi Darat) adalah salah satu Rukun Blogger disamping Narsis dan Eksis. Begitu anekdot para Blogger. Ini gak usah diartikan serius, namanya juga anekdot ya.

Tapi rasanya memang tak seru kalau mengenal teman-teman dunia maya hanya melalui kolom komentar saja. Khususnya dalam dunia Blogging. Karena satu sama lain suka penasaran dengan pribadi nyata penulis blog yang biasa dibacanya.

Selama lebih dari lima tahun pengalaman menulis blog, saya sudah sering kopdar dengan teman Blogger dari mulai yang domisilinya dekat sampai luar pulau. Dimanfaatkan saja misalnya ketika kerja keluar kota, menyempatkan diri bertemu Blogger yang bertempat tinggal di sana. Kopdar itu tidak memerlukan biaya besar, bahkan bisa sambil menyelam minum air. Ketika ada acara Blogger, kita dapat berkumpul sambil mengikuti acara.

Tetapi kopdar yang benar-benar berkesan adalah kopdar yang bernuansa kekeluargaan, apa adanya, tidak ada tempelan brand dan tidak ada jaim. Semua begitu mengalir dan apa adanya. Tak mempermasalahkan bagaimana tempat atau bagaimana makanan yang akan menghiasi kopdar itu. Kopdar yang santai dan nyaman. Hal ini dirasakan pada Hari Minggu, 6 Oktober 2013 kemarin. Teman-teman dari Komunitas detik Blogger (dBlogger) sepakat mengadakan kopdar dadakan di tempat tinggal saya di kawasan Pamulang Tangerang Selatan. Terharu, teman-teman dengan senang hati hadir untuk berbagi keceriaan dan melepas kerinduan suasana kopdar yang benar-benar natural. Sebenarnya kopdar ini terbuka untuk siapa saja tanpa embel-embel nama komunitas, agar bisa berbaur tanpa kekakuan dengan siapapun.

Suasana kopdar kemarin walau sederhana, kami sangat menikmatinya, saling melempar candaan, apalagi Alfan, Tomi, Heru dan Fikrie sangat ngocol dan kalau becanda gak tanggung-tanggung. Ali yang pendiam pun ketularan mereka yang becanda lepas. Sampai Tomi di bully kebagian ngepel teras buat duduk-duduk biar adem, diisengi dengan difoto lalu upload twitter, Melly dan Riri kebagian cuci piring bareng (Makasih ya Mel, Ri), Hanni, Asri dan Fitri kebagian masak dan bikin karedok (Karedok adalah sejenis gado-gado berbahan mentah) wihh ternyata masakan mereka memang sedap, apalagi Karedok batan Fitri dan Rujak buah buatan Hanni, maknyuss deh. Nah kalau Julie, doi Cuma bertugas bikinin teh sama kopi aja, dia ahlinya meracik minuman ini.

Kalau Heru paling sibuk motoin teman-temannya, di kopdar ini juga dimanfaatkan teman-teman yang suka bisnis untuk bertukar pikiran dan saling belajar. Misalnya Riri dan Hanni yang punya toko online untuk berjualan fashion dan aksesories, mereka saling berbagi pengalaman dan melengkapi opini serta masukan-masukan. Putera, doi datang membawa aneka minuman segar rasa strawberry, cokelat dan vanilla dari salah satu brand bermerk, Putera bikin Ice juice buat kami semua. Walau tetap saling sharing dan berbagi, suasana tetap santai dan tidak kaku. Terus, Putera juga berbagi pengalaman beberapa kali menang quiz di twitter dengan berbagai hadiah fantastis, salah satunya adalah wisata ke Korea, Singapura dan Australia.

Hadir juga Mas Udin dan Istri, menambah seru obrolan karena Mas Udin berbagi tentang mobil hasil modifikasinya sendiri untuk penderita paraplegia. Jadi walaupun tergantung pada kursi roda, Mas Udin tetap bisa menyetir mobilnya sendiri kemana-mana. Keren kan?

Sementara kami sibuk ngobrol, becanda dan lain-lain, para junior seperti Sekar, Nindy dan Rico bermain tablet pc, games dan mewarnai gambar. Seruuuu rasanya singkat banget masa itu. Tau-tau sudah sore saja. Pingin lebih panang lagi tetapi apa daya semuanya terbatas waktu dan jarak. Semoga dilain waktu akan tercipta kopdar hommy, nyaman, lepas dan tenang seperti ini lagi. Agar jalinan persaudaraan mengikat erat selamanya.

Itu Alfan bukan bertaring beneran ya, dia sedang makan krupuk di Sessi hidangan Kredok
Itu Alfan bukan bertaring beneran ya, dia sedang makan krupuk di Sessi hidangan Kredok
Terima kasih teman-teman, jangan kapok ya, kalian luar biasa baiknya
Terima kasih teman-teman, jangan kapok ya, kalian luar biasa baiknya

Semoga ke depannya akan ada lagi kopdar demi kopdar yang penuh makna dan bikin refreshing. I will be miss you all. Jangan kapok singgah di tempat sederhana dan alakadarnya ya.