Uncategorized

Apa yang Harus Dilakukan Saat Mau Jual Rumah?

Memiliiki rumah adalah dambaan bagi setiap insan. Terutama yang sudah berkeluarga. Karena rumah adalah tempat kita berlindung dari sengatan teriknya matahari, guyuran hujan dan hembusan badai. Ada peribahasa yang mengatakan Biarpun tak biisa makan atau memiliki harta kekayaan tetapi ketika merasa nyaman di rumah sendiri adalah surga

Tetapi memiliki rumah sendiri bukanlah hal yang mudah, sebab harus ada budget yang cukup besar untuk membelinya. Sekalipun untuk rumah sederhana. Harga memang berbicara jujur. Harga properti yang dinilai rata-rata mahal, dalam setiap waktunya akan mengalami kenaikan nilai. Maka membeli investasi berupa rumah tak akan pernah merugi. Karena kita bisa jual rumah disaat tertentu.

Dalam memilih rumah yang akan kita tempati atau akan kita beli sebagai investasi jangka panjang, harus bisa selektif. Terutama jika akan membeli dengan siistem kredit dari developer. Kita harus jeli dan mereview kredibilitas developer tersebut dan memilih yang kerjasama dengan bank terkemuka dan terpercaya. Mengetahui bagaimana sistem pembelian yang menguntungkan juga patut dicari informasiinya. Sekarang mendapatkan informasi untuk pembelian rumah begitu mudahnya, tak perlu susah mencari orang keluar. Cukup tersambung internet, kita bisa mendapatkannya langsung. Contohnya di situs Jual beli rumah ini. Disana tersedia berbagai informasi lengkap untuk informasi pembelian rumah. Mulai dari pinggiran kota sampai kota besar, semua Provinsi yang ada di Indonesia, sampai luar negeri. Tak hanya informasi pembelian rumah, bahkan untuk informasi jual rumah dan informasi agen-agen properti tersedia juga disana.

Kalau mau jual rumah bisa memakai jasa situs tersebut. Akan cepat terbantu karena informasi langsung diterima masyarakat yang mengakses via internet. Sistemnya pun akan terasa fair jika mau jual rumah melalui pihak yang independen semacam agen properti.

Apa saja yang perlu diperhatikan saat ingin membeli rumah, baik secara tunai maupun kredit, berkut tips yang saya punya :

Lihat kondisi keuangan pribadi, apakah mencukupi untuk beli secara tunai? Jika memang cukup untuk membeli tunai adalah lebih baik. Sebab harga rumah yang dibeli secara tunai dan kredit akan mempunyai selisih yang cukup banyak.

Jika akan membeli kredt, harus diperkirakan juga apakah penghasilan kita setiap bulannya mencukupi untuk dibagi-bagi bersama cicilan rumah untuk jangka waktu tertentu sesuai loan yang diisetujui oleh bank.

Tujuan membeli rumah untuk ditinggali harus dipertimbangkan masalah lokasi yang mudah terjangkau ke tempat kita bekerja serta fasilitas umum seperti, pasar, jalan raya menuju akses bepergian yang strategis dan kondisi ketersediaan air tanah yang cukup.

Lain lagi dengan rumah yang akan dibeli untuk tujuan investasi. Bisa dimana saja asal terjangkau. Rumah untuk investasi biasanya akan dibisniskan untuk disewakan atau dikontrakan secara bulanan atau tahunan.

Perlu diperhatikan juga jika membeli rumah dari developer harus mengetahui paket harga yang diambil, apa saja rinciannya, apakah sudah termasuk biaya balik nama, IMB, instalasi listrik dan lain-lain. Agar ditengah jalan tak kesusahan mencari dana tambahan karena kurang tahunya kita dalam hal ini.

Mengapa kita perlu punya rumah walau sederhana? Karena berawal dari rumahlah segala ide akan lahir dan muncul secara leluasa. Baik untuk membuat planning hidup atau sekadar membuat rancangan supaya hidup lebih bahagia. Dengan rumah milik sendiri walaupun tidak mewah, akan selalu mendatangkan kenyamanan tersendiri.

Advertisements
Uncategorized

Jika Benar Jangan Pedulikan Apa Kata Orang

Dalam segala ranah kehidupan manusia. Baik dalam lingkungan rumah, sekolah, kantor atau masyarakat umum. Selalu ada saatnya untuk melakukan sesuatu sebagai kontribusi didalamnya untuk melakukan hal yang benar.

Tetapi realita, kadang-kadang melakukan sesuatu yang benar dan niat berbuat baikpun selalu ada yang kontra dan menghalangi. Dengan cara diputarbalikkan fakta dan dicari kesalahan-kesalahannya.

Contoh kecil, Teman saya menceritakan pengalamannya “Tau gak Ni, gue kemarin di acara workshop teman, kan datang lebih awal. Daripada bengong. Gue nawarin dirilah sama panitia buat bantu-bantu sekiranya apa yang bisa gue lakukan. Kan gue juga kenal mereka, gak enak kan Cuma bengong duduk nngguin acara dimulai.”

Saya bertanya “Terus, lo ngapain disana?”

Teman saya menjawab dengan nada kecewa “Mereka Cuma jawab ketus, Mba duduk saja ya, ini sudah tugas kami.”

Terus saya memberi analisa bahwa panitia mungkin ada benarnya , mungkin gak enak kalau membuat tamunya harus bekerja. Tetapi Teman saya ini sudah kenal dekat dengan para panitia, jadi tak ada yang salah jika pantia menyambut uluran teman saya ini.

Teman saya akhirnya tetap membantu para panitia merapikan meja, kursi, menata meja registrasi dan memasang pernik. Kerjaan panitia pun rampung dengan cepat.

“Wah elo nekad juga ya La, tapi good job.” Gak peduli omongan orang selagi niat itu baik Ucap saya.

“Gue sih gak takut ditegor atau dirumpiin mereka sih Ni, biarinlah mereka bisik-bisik atau nyangka gue pamrih yang penting gue gak seperti yang mereka pikirkan. Lagipula gue bantu mereka sebatas yang diluar privacy dan hasilnya, pekerjaan mereka cepat beres. What a hell sama respon mereka. Yang penting hasilnya baik.” Begitu kata teman saya dengan gaya cueknya. Seperti biasa.

Contoh yang kedua adalah sikap dari Mantan Perdana Menteri Inggris Margaret Tatcher yang meninggal 8 April 2013 lalu. Beliau dalam masa karir politiknya menerapkan privatisasi terhadap BUMN di negaranya. Sehingga menuai kontra dan berbagai kritik dari masyarakat dan lawan politiknya. Beliau tetap maju dengan pendiriannya karena merasa ada kebenaran dalam keputusannya. Keyakinannya akan kebenaran ini membuatnya menuai hasil. Saat BUMN sebagian besar dijual kepada publik, pemerintah menuai keuntungan dan hasilnya dipakai untuk mengembangkan sektor ekonomi dan modernisasi.

Contoh ketiga dari seorang mantan Danjen Kopassus yang selama ini dikenal masyarakat dengan ketegasannya. Pada masa kerusuhan Mei 98 beliau diduga sebagai dalang penculikan aktivis dan melakukan kudeta terhadap pemerintahan Habibie. Padahal dugaan itu belum tentu benar dan Prabowo adalah merupakan korban pada era politik orde baru. Sampai saai ini citra Prabowo dimata lawan politik dan sebagian masyarakat yang kontra terhadapnya tetap mencitrakan buruk.

Tetapi Prabowo karena keyakinannya bahwa beliau tak melakukan apa yang diduga masyarakat serta lawan politiknya. Beliau tetap maju dalam niatnya membesarkan negara dan mengembalikan Indonesia menjadi Macan Asia lagi seperti sebelum masa resesi ekonomi, melalui pilpres 2014. Seperti dikutip dalam statemennya di mediaKeputusan memecat saya adalah sah, katanya. Saya tahu, banyak di antara prajurit saya akan melakukan apa yang saya perintahkan. Tetapi saya tidak mau mereka mati berjuang demi jabatan saya. Saya ingin menunjukkan bahwa saya menempatkan kebaikan bagi negeri saya dan rakyat di atas posisi saya sendiri. Saya adalah seorang prajurit yang setia. Setia kepada negara, setia kepada republik.”

Kesimpulannya dari tiga contoh diatas adalah jika memang apa yang kita lakukan adalah benar dan dapat dipertanggungjawabkan. Kenapa harus takut dan menciutkan semangat untuk menebar manfaat kepada orang banyak?

Mengapa harus malu dan takut digosipkan banyak orang, dinyinyirkan banyak kelompok orang yang hanya bisa bicara tanpa bertindak untuk aksi nyata? Kenapa harus minder dengan pendapat yang hanya mendapat dukungan sedikit daro orang-orang disekitar kita? Sedangkan potensi dan kemampuan kita sebenarnya sangat bermanfaat untuk orang banyak dan masyarakat sekitarnya.

Jadi intinya, selagi kita punya kemampuan untuk kebaikan, kita lakukan saja. Yang penting niat baik. Allah juga Maha tahu dan jika niat baik tersebut direalisasikan. Terus menuai hasil positif dan dampak yang membawa kebaikan bagi orang banyak. Lambat laun orang-orang yang kontra tersebut akan menyadari dan merasa malu serta menyesal mengapa tak mendukung apa yang kita lakukan.

Tetapi dalam melakukan kebaikan sebaiknya jangan mengharap di apresiasi orang lain juga jangan berharap dilihat. Lakukan saja dengan ikhlas, reward pun akan menghampiri dengan sendirinya. Bisa berupa apresiasi atau nama baik dan akan tersimpan dalam hati orang lain sampai kapanpun. Terpenting lagi adalah jangan pedulikan sikap orang lain selagi kita berniat baik.