Uncategorized

Kopdar Mancing Bloger Bogor Jilid VI

Lintas Komunitas
Lintas Komunitas di acara Kopdar Mancing Blogor Jilid VI

Hari Minggu Tanggal 27 Mei 2012, saya ikut acara kopdar di Lokasi Pemancingan milik Bapak Sjafri Mangkuprawira, seorang Guru Besar di IPB yang very humble dan pembina Komunitas yang sangat mengayomi Komunitas Blogger Bogor.

Di acara ini bukan hanya dihadiri oleh Komunitas Blogor saja, ada juga dari dBlogger, Depok Blogger, Komunitas Blogger IPB dan Kompasianer. Dan saya termasuk ke dalam Komunitas dBlogger, Blogor juga Kompasianer 😀

Begitu datang, registrasi untuk undian door prize dan langsung mancing, seperti biasa Sekar sangat suka mancing apalagi saat bertemu Isma putrinya Kang MT yang usianya sebaya, makin betah saja disana.

Keakraban dan keriuhan acara tercipta disana, lintas komunitas yang indah begitu akrab dan saling mengenal, semua berbaur saling melontarkan candaan serta saling bully.

Setelah mancing ikan mas puas, acara dilanjutkan dengan berkumpul dibawah pohon rindang, pertama sambutan dari Tuan Rumah, Bapak Sjafri dan Kang Adi WKF, setelah itu acara perkenalan seluruh peserta yang hadir dan masing-masing perwakilan komunitas serta perorangan yang punya program memberi undangan secara lisan dan memberi informasi seputar acara menarik bagi Blogger. Kang Mataharitimoer pun sempat informasikan bahwa Tahun ini akan ada pergantian Pupuhu (Ketua) Blogor.

Dilanjut makan nasi timbel buatan Bu Desi Hartanto yang bikin ketagihan, sampai saya membungkus pepes ikan dan pete bakarnya.

Sambil makan ada undian door prize, hadiahnya banyak lho, ada Novel Sepatu Dahlan yang lagi booming plus kaosnya, tumbler, Bukunya Pak Sjafri sampai voucer kursus fotography dan Kopi. Sayangnya saya tak mendapatkan salahsatunya, by the way saya cukup happy di sana karena jalinan silaturahim yang begitu akrab.

Ini sebagian dokumentasi :

Saat Mancing
Saat Mancing
Melly, Erfano minum kelapa muda
Melly, Erfano minum kelapa muda
Hasil pancingan kawan-kawan, kalo saya tinggal makan aja :P
Hasil pancingan kawan-kawan, kalo saya tinggal makan aja 😛
Menu Nasi Timbel
Menu Nasi Timbel
Menu nya lengkap, ada bakwan jamur tiram juga buatan Bu Desi
Menu nya lengkap, ada bakwan jamur tiram juga buatan Bu Desi
Ngariung di bawah pohon rindang
Ngariung di bawah pohon rindang

Terima kasih untuk Bapak Sjafri saya jadi berkesempatan lagi ikut acara #KopdarMancing ini juga teman-teman Blogor juga panitianya yang awesome 😀

Oh ya, saya pun sangat senang melihat @Echaimutenan yang sudah sehat dan pulih dari sakitnya. Big Hug Echa

Advertisements
Uncategorized

Gathering Kumpulan Emak2 Blogger

Posting ini sebenarnya telat sangat telat tetapi masih belum terlalu basi untuk disimak karena dalam acara ini banyak hal inspiratif yang bisa dishare, baik dari peserta, narasumber maupun isi acara.

Tanggal 29 April 2012 lalu, saya menghadiri acara Kumpulan Emak2 Blogger yang diadakan di Gedung IDC (Internetindo Data Center) Duren Tiga Jakarta Selatan. Acara yang digagas oleh empat orang emak keren Mba Indah Julie, Sari Melati, Nike Rasyid dan Mira ini, benar-benar seru dan menyulut semangat semua emak yang hadir, apalagi para narasumber yang berbagi pengalaman nge-blog Eka Situmorang dan Isnuansa Maharani semakin memperkaya wawasan para emak dalam nge-blog.

Dalam kesempatan ini Mba Dewi Ningrum dari Internet sehat serta Nike Rasyid dari sebagai Fellowship Internetsehat 2012 berbagi pula pengalaman dan wawasan dalam ber-cyber yang sehat.

Intinya acara ini sangat meluaskan wawasan para ibu rumah tangga untuk dituntut lebih kreatif dalam menjalani kehidupan rumah tangga, selain menjadikan para emak smart juga diharapkan bisa membimbing buah hati juga orang disekitarnya untuk mengampanyekan bahwa dalam menggunakan internet harus bijak dan tepat.

Selain kita menyimak paparan narasumber, para peserta sebelum dan sesudah acarasaling sharing pengalaman masing-masing dalam dunia blogging dan browsing, seru!

Yang jelas saya sangat beruntung menghadiri acara ini, apa sih yang saya dapatkan dari acara ini :

1. Dapat Ilmu bermanfaat dari para Narasumber

2. Tambah banyak teman baru sesama emak-emak

3. Mengetahui pusat server di IDC

4. Dapat Godiebag dan Hadiah dari Lomba Live Twitter *teuteup* 😀

5. Menuju menjadi emak-emak yang smart untuk diri sendiri,keluarga dan orang lain.

Berikut foto-foto dalam acara tersebut :

ki-ka Mba Mira(Moderator) , Eka Situmorang dan Isnuansa Maharani (Narasumber)
ki-ka Mba Mira(Moderator) , Eka Situmorang dan Isnuansa Maharani (Narasumber)
Bagi-bagi ilmu dari Mba Dewi Ningrum (Ictwatch)
Bagi-bagi ilmu dari Mba Dewi Ningrum (Ictwatch)
Nike Rasyid sang Fellowship Internetsehat 2012
Nike Rasyid sang Fellowship Internetsehat 2012
Sebelum acara emak-emak berbagi pengalaman nge-blog
Sebelum acara emak-emak berbagi pengalaman nge-blog
Bunda Yati dan Ibu Sapriasih Dua Emak Blogger paling inspiratif
Bunda Yati dan Ibu Sapriasih Dua Emak Blogger paling inspiratif
Tour di gedung IDC
Tour di gedung IDC
Hadiah Lomba Live Twitter
Hadiah Lomba Live Twitter

Yang pasti, acara ini sangat memberi edukasi dan Komunitas Kumpulan Emak Blogger dapat menjadi pelopor kecerdasan wanita Indonesia dalam bersosialisasi serta menuangkan ide-ide kreatifnya melalui kegiatan online yang diharapkan pengaruhnya besar dalam implementasinya di dunia nyata.

Walaupun jika emak-emak sudah canggih dan rajin ber-cyber tak boleh melupakan tugas utamanya menyediakan makanan dirumah dan berbagai pekerjaan domestik lainnya dirumah, tentu saja hal itu lebih utama. Ini adalah sebagian materi yang dibahas dalam acara ini.

Bagi emak-emak, yuk gabung. Syaratnya mudah kok dan bagi calon emak juga boleh ikutan kok , syarat dan ketentuannya silakan KLIK disini

Uncategorized

Sejahterakan Ekonomi Desa atau Perjelas MoU Negara Tujuan TKI/TKW

Sesuatu yang mendorong calon TKI/TKW/BMI untuk bekerja di luar negeri, adalah faktor tuntutan ekonomi dan pelarian diri dari masalah.

Ekonomi itu pasti sebagai pendorong utama mereka ingin bekerja di luar negeri walau tanpa skill dan bekal pendidikan. Mengingat daerah pedesaan yang belum berkembang dari segi pendidikan juga pembangunan ekonomi.

Pendidikan yang sudah telanjur punya image mahal membuat sebagian masyarakat pedesaan enggan untuk memilih meneruskan sekolah sampai jenjang yang standar apalagi lebih tinggi, pola pikir yang cenderung kepada pemenuhan kebutuhan yang urgent yaitu asal dapat makan dan hidup maka mereka mencari pekerjaan yang mudah didapat tanpa harus pakai ijasah tinggi, menghasilkan uang dengan cepat dan bisa mengumpulkan materi tak harus melalui proses yang lambat dan prosedur yang rumit.

Satu persatu akhirnya mendatangi agent jasa penyalur temaga kerja, setelah terlihat yang satu berhasil di negeri orang, yang lainnya mengikuti, celakanya lagi, sebagian orangtua didaerah potensi lahirnya TKW/BMI seperti di Indramayu, Cilacap, Ponorogo dan Lampung, mereka mempersiapkan agar anak-anaknya kelak menjadi TKI/TKW. Dijadikan sebuah cita-cita bagi anak-anaknya, karena melihat si ini juga ke Hongkong rumahnya mewah, tabungannya banyak dan dapat jodoh orang Cina kaya, terus si itu juga ke Singapura, Taiwan jadi punya sawah berhektar-hektar dan lain sebagainya.

Kecenderungan orangtuanya yang melihat keberhasilan anak tetangga menjadi TKI/TKW pun rasanya subyektif sebab kita tidak tahu, anak tetangga tersebut di negara yang ditujunya benar-benar murni bekerja sebagai TKW atau ada sesuatu hal yang janggal yang menjadi penghasilan tambahannya TKW disana, karena menurut beberapa cerita dari sebuah agent PJTKI resmi di Jakarta juga dari berita yang beredar, tak sedikit TKW kita di Hongkong atau negara lainnya yang rela menjual tubuhnya untuk dijadikan model kalender bugil atau melayani om-om senang disana. Karena jika ditilik dari penghasilan sebagai TKW dalam masa kontrak 2 Tahun gajinya tidak full, ada potongan untuk membayar Agent di luar negeri sebagai pengganti biaya proses keberangkatan TKW tersebut. Karena untuk proses keberangkatan ditanggung sepenuhnya oleh agent dan perusahaan PJTKI.

Pada hakikatnya mereka ingin bekerja di tanah air saja, bisa berkumpul dengan orangtua, anak-anaknya serta keluarga namun desakan kebutuhan yang urgent itu membuat mereka tak ada pilihan selain bekerja menjadi TKW.

Terlepas dari baik tidaknya bekerja menjadi TKW untuk orang-orang yang berminat memperoleh penghasilan di negeri orang dengan menjadi Buruh Migran, sebenarnya pekerjaan menjadi TKW adalah halal dan sah saja, walau hal ini adalah sebuah alternatif terakhir karena tak ada kesempatan kerja di tanah air. Tak terpatok hanya untuk golongan bawah dan tidak berpendidikan saja, asalkan mengikuti prosedur yang benar dan mengikuti serangkaian proses yang diberlakukan oleh kantor PJTKI sebagai penyalur dan pemerintah sebagai pengayom.

Mengingat lapangan pekerjaan yang kurang memadai apalagi untuk pedesaan yang sebagian warganya tak cukup mempunyai pendidikan memadai serta skill yang mumpuni untuk memperoleh pekerjaan ditengah persaingan ketat ini, membuat tak terbendung serta tak dapat dicegah arus lonjakan masyarakat yang berminat menjadi TKW/BMI tersebut. Perlu sistem seimbang antara menentukan prosedur yang tepat bagi calon TKW juga membangun perekonomian desa dengan layak.

Saat dicegah, dilarang dan dibatasi arus pemberangkatan tenaga kerja ke luar negeri. Akibat dari bermunculan masalah-masalah pelik yang menimpa TKW diluar negeri entah itu masalah dengan majikan, sesama tkw disana atau suatu instansi yang tak memberi pelayanan yang baik terhadap kepentingan TKW tersebut di negara tujuan. Akhirnya pemerintah mengeluarkan keputusan dan kebijakan yang lumayan ketat terhadap proses pemberangkatan TKW ini. Tentu saja tujuan dari pemberlakuan ini adalah untuk lebih melindungi tenaga kerja kita disana serta demi kebaikan bersama.

Namun dampaknya bagi Calon TKW yang hendak pergi ke luar negeri yang tidak memenuhi kriteria walau hanya sebagai buruh migran, mereka cenderung menghalalkan segala cara, seperti :

1. Untuk anak dibawah umur, yang usianya dibawah 21 Tahun bekerjasama dengan sponsornya (Orang yang membawa TKW tersebut kepada agen PJTKI dan memperoleh komisi jika TKW tersebut diterima untuk melakukan proses ke Luar Negeri) melakukan pemalsuan dokumen dan identitas diri yang segaja di tambah umurnya.

2. Masuk ke suatu negara dengan status yang ilegal, disana biasanya para buruh migran ini kucing-kucingan dengan polisi.

3. Jika sudah berhasil mendapat zona aman di negara tersebut biasanya mengajak teman atau saudaranya untuk ikut bersamanya mengadu nasib disana walau harus dengan jalan ilegal dan kucing-kucingan.

Jadi upaya pemerintah dalam memberlakukan aturan di negara sendiri belum tentu bisa menjamin keamanan dan terjaminnya keselamatan para buruh migran tersebut karena dorongan ekonomi yang urgensinya sangat mendesak membuat mereka berani melakukan hal diluar prosedur resmi untuk berangkat ke negara tujuan.

Akibatnya para buruh migran ini mendapat masalah pelik disana, selain sudah kondisinya yang serba kekurangan di kampungnya, di luar negeri pun sulit mendapat perlindungan karena berangkat dalam kondisi yang tidak resmi.

Buruh Migran yang berangkat dalam kondisi dibawah umur, akan menghadapi shock culture dan tidak kuatnya mental terhadap segala sesuatu yang baru serta kedisiplinan keras yang dihadapinya, walau pihak PJTKI telah melakukan briefing atau pembekalan akhir pemberangkatan, dalam kenyataannya si buruh migran ini tetap tidak siap menghadapinya.

Dan Bagi buruh migran yang berangkat dalam kondisi ilegal, akan mendapat kesulitan perlindungan sebagai buruh disana, tidak adanya jaminan kesehatan, asuransi dan layanan pengaduan resmi terhadap masalah-masalahnya.

Maka dari itu solusinya agar masyarakat pedesaan atau siapapun yang akan berangkat menjadi buruh migran harus melalui prosedur yang sebenarnya, agar masyarakat yang umurnya sedikitnya 19 tahun bisa masuk kriteria, mengingat lulus SMU pada usia tersebut dan sudah bisa untuk bekerja, untuk menekan terjadinya sikap nekad dalam proses pemberangkatan secara ilegal, maka pihak pemerintah ada baiknya lebih bernegosiasi dengan pemerintah negara tujuan agar usia calon buruh migran bisa sedikitnya pada usia 19 tahun.

Selain itu untuk kebijakan perlindungan dan kesejahteraan buruh migran pun perlu diperjelas MoU nya agar penanganan masalah-masalah yang pelik dan sudah banyak terjadi terhadap buruh migran kita cepat teratasi dan mudah terkoordinasi.

Namun yang lebih penting lagi adalah bagaimana meratakan pembangunan daerah sampai pelosok-pelosok desa, baik dari segi pendidikan masyarakatnya, membangun mentalnya yang kuat juga membangun infrastruktur yang layak agar tercipta geliat perekonomian yang maju dan gejala pemberangkatan buruh migran ke luar negeri setidaknya dapat ditekan.

Uncategorized

Apa Penentu Kebahagiaan dan Kemalangan itu?

Saat keadaan kita berlimpah ruah materi dan pengakuan dari banyak orang pasti merasa bahagia karena kehidupan tercukupi dan kasih sayang didapat begitu mudahnya, saat keadaan kita morat-marit dan serba kekurangan serta cenderung diabaikan banyak orang merasa sedih dan sepi.

Tetapi apakah hal tersebut patut menjadi patokan penentu kebahagiaan serta kemalangan bagi manusia? Untuk beberapa persen kadarnya tentu manusiawi dan ada benarnya. Tetapi manusia adalah makhluk berakal dan punya perasaan yang berkaitan erat dengan otak untuk mengolah perasaan dan logikanya agar bisa survive dan merasa bahagia dalam keadaan apapun.

Keadaan yang berkecukupan bahkan melimpah ruah tak terbukti membuat semua manusia merasa bahagia. Ketika manusia tak tahu apa yang harus dilakukannya dengan apa yang ia miliki adalah suatu siksaan dan kehampaan karena merasa dirinya tak bermanfaat untuk banyak orang atau lingkungan sekitarnya.

Keadaan yang serba kekurangan tak terbukti pula membuat orang menderita karena manusia bisa mengelola akal pikiran serta perasaannya untuk mencapai kebahagiaan dalam lingkup dan kemampuan yang bisa diraihnya.

Sehingga apapun yang terjadi pada diri manusia adalah suatu fitrah hidup yang harus dijalani menurut peran yang diberikan Nya, apapun keadaan manusia tetap berhak merasa bahagia walau ditengah himpitan kekurangan materi atau perhatian dari banyak orang.

Tentu saja untuk mencapai sebuah kebahagiaan itu tak menunggu begitu saja datang atau mengharapkan mukjizat serta dari kata Simsalabim Abrakadabra, semuanya harus melalui usaha, ikhtiar dan teknik meraihnya.

Penentuan sikap kitalah yang menentukan hal tersebut karena berawal dari sikap yang kita lakukan apapun bisa terjadi, jika kita sedang menghadapi keberuntungan maka sikap kita dituntut untuk melakukan sesuatu yang tepat, misalnya, menyisihkan sebagian rezeki bagi yang berhak menerimanya, menabung, membelikan sesuatu yang bernilai ekonomis dan fungsionalis serta memakainya untuk segala kebaikan, dengan demikian pasti kita akan merasa bahagia seutuhnya tanpa kehampaan dan terhindar dari keadaan mubazir.

Jika kita dalam keadaan sebaliknya, saat hidup pas-pasan, morat-marit, kekurangan dan cenderung terabaikan kadang kita cenderung patah semangat duluan dan terus merenungi nasib dan waktu terbuang percuma karena habis dipakai merenung tanpa bergerak, padahal hanya direnungi terus pun tak akan merubah keadaan. Yang patut dilakukan adalah menentukan sikap, kita mau melanjutkan perjuangan atau berhenti, jika mau melanjutkan untuk mencapai apa yang kita inginkan tentu harus bangkit dan berusaha mencapainya.

Walaupun apa yang diharapkan tak tercapai bukanlah satu patokan untuk kita jadi tak merasa bahagia dan merasa malang hidupnya, tentu saja masih bisa menggapai kebahagiaan itu dengan cara menelisik apa yang membuat kita senang dari lingkungan disekitar kita, bisa menikmati keindahan alam, menemukan banyak inspirasi dari berbincang dengan banyak orang, membuat kreativitas tertentu serta menggali lagi kemampuan yang kita punya agar bisa lebih bisa bermanfaat juga menambah networking dengan jalan bersosialisasi dengan baik dan tepat. Jangan lupa untuk selalu berbagi apa saja yang bisa dibagi sesuai kemampuan, berbagi tak harus menunggu kaya.

Benar-benar merasakan hidup dan mengenyam arti kebahagiaan sesungguhnya adalah dua hal utama, ketika kita berhasil melakukan sesuatu yang sepatutnya kita kerjakan segera tanpa menunda dan memberi kontribusi nyata bermanfaat terhadap orang lain dan lingkungan sekitarnya.

Kadang hati suka merasa serba salah saat rungsing dan kebosanan melanda, itu sebabnya kita kurang bisa menempatkan sikap dalam kondisi yang tengah kita alami. Apa yang seharusnya kita lakukan cenderung diabaikan dan ditunda juga cenderung meratapi apa yang menimpa kita.

Kesimpulannya, mari kita tentukan sikap yang tepat dalam menjalani kehidupan ini karena dari sikaplah bahagia, sedih dan kemalangan akan terjadi.

“Bukan dari keadaan dan apa yang kita punya penentu Bahagia dan Malang itu melainkan dari Sikap kita.

Uncategorized

Hak Yang Terlupakan

Pada Hari Rabu, Tanggal 9 Mei 2012 saya dan beberapa teman Blogger menyaksikan acara Kick Andy Live di studio Metro Tv, kali ini mengangkat tema yangsama sekali tadinya tak terpikirkan, yaitu mengangkat orang-orang yang telah berkarya dengan sebuah pengakuan dan apresiasi.

Bapak Eden Arifin bersama Lukisan Sultan Mahmud Badarudin II
Bapak Eden Arifin bersama Lukisan Sultan Mahmud Badarudin II
Lukisan Pak Eden ada dalam uang pecahan 10ribuan ini, Foto By : abcdanisa
Lukisan Pak Eden ada dalam uang pecahan 10ribuan ini, Foto By : abcdanisa

Narasumber pertama yaitu Bapak Eden Arifin dari Palembang, beliau adalah seorang pelukis, karyanya sudah banyak diakui didaerah asalnya juga menjadi sumber mata pencahariannya. Kemampuannya sudah tak diragukan lagi melihat dari hasil karyanya yang berkualitas.

Bahkan Pak Eden mampu melukis seorang Sultan Mahmud Badaruddin ke 2 dari Era pemerintahan Palembang-Darussalam tanpa melihat dari media lain, hanya dari sebuah imajinasinya sendiri dan pengetahuannya mengenai Sultan ini.

Sampai pada akhirnya ada peluncuran uang kertas pecahan 10 Ribu Rupiah yang menampilkan gambar lukisan Sultan Badaruddin ke 2 tersebut yang dibuat oleh Pak Eden. Namun Pak Eden tak menerima royalty hak cipta dari Bank Indonesia, sampai akhirnya Pak Eden dan keluarga berusaha menuntut BI untuk mendapatkan haknya karena lukisannya dipakai sebagai ilustrasi uang pecahan 10 ribuan tersebut. Sampai kini masih belum ada titik terang untuk Pak Eden terkait kasus ini, pengakuan hak cipta terhadap lukisan ini masih belum didapatkan. Sungguh miris, padahal bukti sudah terkumpul.

Siapa yang tak kenal dengan sepenggal lirik lagu ini ” Terpujilah wahai engkau, ibu bapak guru….namamu akan selalu hidup dalam sanubariku….

Bapak Sartono dan Isteri, pencipta Lagu Pahlawan Tanpa Tanda Jasa
Bapak Sartono dan Isteri, pencipta Lagu Pahlawan Tanpa Tanda Jasa

Narasumber kedua, yaitu Bapak Sartono pencipta lagu Pahlawan Tanpa Tanda Jasa yang kini menjadi lagu Wajib Nasional, Pak Sartono dan istri adalah guru dan kehidupannya sederhana namun semangat berkaryanya sangat tinggi dan berkualitas. Kehidupan yang serba kekurangan tak menyurutkan untuk membuat karya yang bagus, seperti saat pemerintah mengumumkan siapa saja boleh mengirimkan naskah lagu untuk dijadikan Lagu Wajib Nasional, Pak Sartono rela menjual Jas dan sepatunya ke pasar loak untuk biaya dan proses pengiriman naskah lagu tersebut.

Perjuangan Pak Sartono tak sia-sia, naskah lagu yang dikirimkan berhasil dipilih dari banyak naskah yang masuk, akhirnya Pak Sartono saat itu diundang ke Jakarta untuk menerima hadiah dan penghargaan.

Namun setelah itu kehidupan Pak Sartono tak mengalami perubahan, bahkan istri Pak Sartono melakukan kerja sampingan sebagai anggota Seni Ludruk di daerahnya sambil tetap menjadi guru.

Sekarang Pak Sartono dan keluarga memenuhi kebutuhan hidupnya mengandalkan pensiunan istrinya serta hasil dari pementasan Ludruk. Pak Sartono sudah lanjut usia dan tak bekerja lagi.

Inilah dua potret kehidupan anak bangsa yang telah membuat karya besar untuk Bangsa Indonesia namun kehidupannya masih sangat sederhana dan karyanya masih kurang mendapatkan apresiasi yang layak. Hak-hak mereka terlupakan begitu saja.

Uncategorized

Pemenang Kontes #BloggerKartinian 2012

Saat yang dinanti tiba, siapakah yang berhasil memperkenalkan sosok Kartini pada Jaman sekarang ini, wanita-wanita yang patut menjadi inspirasi bagi seluruh wanita Indonesia dimanapun berada dengan segala kemampuan dan semangatnya.

Dari ke 49 Peserta yang terdaftar pada Kompetisi ini, Berikut adalah Pemenangnya,yang terdiri dari The Golden Five Kartini Day Event, The Silver Five Kartini Day Event dan The Bronze Five Kartini Day Event.

I. The Golden Five Kartini Day Event, Mendapatkan : Tas dari Eiger Adventure + Norton Anti Virus + Souvenir dari Internetsehat

1. Achmad Siddik Thoha : Kartini Lingkungan dari Bandung

Catatan dari Mba Imelda : “Ulasan Siddik sangat mengena dengan slogan barunya yaitu Habis Panas Terbitlah Sejuk. Kartini yang diperkenalkan adalah Ibu Citra yang guru TK sekaligus penggerak peduli lingkungan. Besar harapan kami anak-anak TK ini dapat terus mengingat ajaran gurunya dan sekaligus melaksanakannya di lingkungan rumah. Ingat, perkataan anak kecil itu murni dari hati. Tulisan ini terpilih selain dari ide tulisan, tata bahasa dan penyampaian sangat runut sehingga maksud penulis dapat dimengerti dengan baik.”

2. Triyana Iyha Nakho : Menjadi Bintang dengan sikap ketimuran

Catatan dari Mba Imelda : “Kebanyakan memang memperkenalkan “kartini” sekitarnya seperti ibunya sendiri, bude atau keluarga yang lain, atau guru dan pekerja profesional yang dikenalnya. Tapi mungkin baru Kartini yang ditulis Advertiyha ini yang selain ibu dan ketua organisasi tapi juga seorang blogger. Kartini jaman modern memang harus menggunakan segala media yang ada untuk lebih mengembangkan kemajuan perempuan.
Bahasa penyampaian yang lugas membuat pembaca menjadi semakin ingin berkenalan dengan Ibu Irma Bintang Timur.”

3. Maria Sitinjak : Kartini Bilang Habis Gelap Terbitlah Terang dan Wanita ini melanjutkannya dengan Berkata Knowledge is Power

Catatan dari Mba Imelda : “Maria menuliskan keraguan akan kehebohan peringatan Kartini apakah memang benar-benar mengerti apa yang RA KArtini inginkan pada masa itu. Pendidikan! Pendidikan memang yang paling penting bagi pembangunan perempuan berkwalitas. Tapi sayangnya pendidikan bagus = mahal dan hanya bisa dikecap di kota besar. Maria memperkenalkan seorang “Kartini Indrigautama” yang mendirikan sekolah di KOKO, desa kecil terpencil.
Mungkin setelah memperkenalkan Ibu Indrigautama, Maria bisa menuliskan lebih detil lagi dengan sekolah yang dimaksud sehingga bisa memperkaya pengetahuan blogger yang lain.”

4. Lidya Fitrian : Belajar dari Kartini Blogger Masa kini

Catatan dari Mba Imelda : “Usia tidak menghalang seseorang meneruskan cita-cita Kartini. Ibu Yati yang diperkenalkan Lidya ini seorang blogger yang terus membagikan pengalamannya melalui apa yang dikuasai, bahasa Inggris lewat internet. Semangat berbagi dan mendidik secara nyata ini yang perlu ditiru oleh blogger-blogger yang lebih muda.”

5. Intan Sukma Berembun : Perempuan subur aktivis HIV Aids dan teman bagi ODHA

Catatan dari Mba Imelda : “Sayang sekali tulisan triboyo ini sangat singkat. Tapi tokoh kartini yang hendak diperkenalkannya sebetulnya tokoh yang amat penting dalam jaman yang begitu maju seperti sekarang ini. Jaman yang amat berlainan dengan jam RA Kartini tentunya. Pengaruh narkoba dan obat terlarang sudah pasti dapat merusak generasi penerus bangsa, baik laki-laki maupun perempuan. Tapi seorang ibu dari 5 anak! tidak segan-segan aktif memberikan penyuluhan akan bahaya narkoba, kekerasan dalam rumah tangga, penyakit AIDS dll. Seorang “Kartini” yang diperlukan sekarang ini. Ingin rasanya meminta triboyo untuk menuliskan lebih rinci lagi kegiatan Bunda Niken. Mau, kan?”

II. The Silver Five Kartini Day Event, Mendapatkan Bingkisan + Souvenir dari Internetsehat.

1. Setiawan Hendra : Rumah Gedy Sumber Inspirasi Mendapatkan 1 Flashdisk Kingstone 8 GB + Souvenir dari Internetsehat

2. Miftahur Roziqin : Kartini hebat yang dekat denganku Mendapatkan Kaos Blogdetik + Souvenir dari Internetsehat

3. Tomtom : Wanita Kartini ya Bude ku Mendapatkan 1 Dus Sotoji Varian Baru dari Soto Jamur Instant + Souvenir dari Internetsehat

4. Ach Suryadi : Kartini disekitarku Mendapatkan 1 Dus Sotoji Varian Baru dari Soto Jamur Instant + Souvenir dari Internetsehat

5. Widhawati : Sosok Inspiratif pengrajin eceng gondok Rawa Pening Mendapatkan 1 Dus Sotoji Varian Baru dari Soto Jamur Instant + Souvenir dari Internetsehat

III. The Bronze Five Kartini Day Event, Mendapatkan Bingkisan + Souvenir dari Internetsehat.

1.Hes Hidayat : Bunda Menunggu Bunda Membantu Mendapatkan Buku pengembangan kepribadian dari Kick Andy + Souvenir dari Internetsehat

2. Mugni : Wanita Pendidikan dari Babul Janah Mendapatkan Buku Fiksi Berjudul “Sayonara Razo San” + Souvenir dari Internetsehat

3. Fikrie : Kartini yang merasakan pekatnya arang ibukota Mendapatkan Voucer BBM dari Pertamina + Souvenir dari Internetsehat

4. Bunda Iin : Sosok Kartini di dunia smart parenting Mendapatkan Pulsa 20rb dari Gratis Pulsa + Souvenir dari Internetsehat

5. Mang Jazi : Belajar Sendiri Mendidik anak-anaknya Mendapatkan Pulsa 20rb dari Gratis Pulsa + Souvenir dari Internetsehat

Dan Sosok yang berhasil mewakili Kartini Masa Kini sekaligus menjadi peserta lomba ini adalah :

Bunda Yati Rachmat : Profil Kartiniku, Salon Keliling Mendapatkan Kaos Blogdetik Kartini Limited edition + Souvenir dari Internetsehat

Selamat kepada para pemenang, mohon kirimkan data berupa nama lengkap, alamat, no hp dan twitter masing-masing ke aniberta77@hotmail.com

Untuk seluruh peserta yang telah berpartisipasi, terimakasih banyak atas dukungannya terhadap program ini.

Terimakasih untuk Mba Imelda Miyashita atas bantuannya melakukan penjurian padahal Mba Imel sangat sibuk ya, sekali lagi Arigato, Imelda San

Terimakasih yang tak terhingga pula untuk Para Sponsor :