Uncategorized

Karena Cinta Indonesia, Aku Optimis

Dulu, ketika baru-baru masuk SD, dan sudah mulai merasakan belajar di sekolah, dan mengenal kata Indonesia, yang saya ketahui dari pelajaran Bahasa Indonesia, PMP (Pendidikan Moral Pancasila), PSPB (Pendidikan Sejarah Perjuangan Bangsa), dan pelajaran lainnya, untuk pelajaran PMP dan PSPB sekarang sudah tidak ada, sebagai gantinya digabung ke Pkn untuk PMP, dan IPS Sejarah untuk PSPB.

Ketika membahas tiga pelajaran diatas, rasa ingin tahu saya sangat antusias dan bertanya tentang segalanya kepada guru di sekolah maupun pada keluarga di rumah, yang saya lihat saat itu masih polos saja, bangga dan merasa punya sesuatu, ya, Aku Cinta Indonesia!!!!! dan begitu takut memperlakukan seutas bendera merah putih kertas yang jatuh dari umbul-umbul saat Agustusan, takut terinjak atau robek, karena kata ibu guru kalau sampai kita rusak, bakalan dipenjara, ha..ha…kami saat itu sangat patuh dan takut.

Melihat Peta Indonesia, bangga karena besar dan beragam Pulau, menyanyikan lagu wajib adalah semangat, malah saat orientasi masuk sekolah baru, jika dihukum pasti nyanyi lagu wajib yg pendek-pendek, setiap acara Agustusan, acara Pemilu, nyawa dan aura nasionalisme begitu kental dan hangat, apalagi dulu di TVRI ada Berita yang namanya Berita Nusantara tiap pukul 18.00 dan Berita Nasional tiap pukul 19.00, selesai tayangan berita Nasional, ada Jinggle Lagu yang wajib diputar yaitu Garuda Pancasila, oh saya kangen sekali masa-masa itu.

Hal-hal yang kecil seperti itupun sangat membangkitkan dan menumbuhkan sikap Nasionalisme serta persatuan bangsa.

Kembali lagi ke masa SD saya, seiring berjalan waktu saat saya sudah mengerti keadaan Indonesia yang sebenarnya, kekecewaan mulai merasuki jiwa yang tadinya begitu semangat, walau masih kecil namun saya sudah bisa mengerti berita-berita media yang tersiar, baik Koran, Majalah maupun Televisi, oh saya kecewa karena dibanyak daerah begitu banyak orang kekurangan, banyak yang tak bisa sekolah, banyak yang sakit dan banyak yang kena bencana, kalau masalah korupsi saya hanya tau dari lagunya Iwan Fals yang judulnya Bento, itupun saya sudah kelas 6 SD.

Semakin dewasa saya semakin membumbung punya rasa kecewa itu, selain mengakui kenyataan bahwa Bangsaku banyak sesuatu yang perlu dibenahi, segala-galanya, selain dampak oknum petinggi yang sudah tak bisa terkatakan lagi kelakuannya, juga sikap dari sebagian orang yang menodai bangsanya membuat bangsa yang saya kenal selama ini jadi miskin segalanya, padahal ironisnya katanya negara kita ini kaya akan hasil bumi, dapat julukan negara agraris, negara maritim dan penghasil rempah terbesar didunia.

Semakin tahu kondisi Bangsaku yang bernama Indonesia, semakin prihatin dan sangat menyesalkan, namun ditengah carut marutnya kondisi ini, dari hati kecil saya yang paling dalam, masih ada asa yang saya yakini dapat terwujud kelak, saya yakin Indonesia akan berjaya dan bebenah, asal kita semuanya selalu bersikap yang semestinya dan melakukan hal yang patut, bermartabat dan tahu aturan.

Jika saja sebagian besar orang Indonesia berlaku yang tidak patut, itu bukan jati diri bangsaku yang sesungguhnya, karena Bangsa Indonesia yang kukenal adalah Bangsa yang beradab, ramah dan tahu tata krama, dan setahu saya Indonesia tak kurang suatu apapun, hanya pengelolaan dan penggunaan yang tidak bijak seolah-olah membuat Indonesia nampak kekurangan.

Dengan kita semua menanamkan kejujuran, amanah serta berbuat hal yang terbaik dari diri sendiri, mendidik anak-anak dengan baik dan benar serta menularkan berbagai energi positif kepada siapapun, ini adalah langkah awal untuk membangkitkan lagi bangsa yang bermartabat dan insya Allah besar.

Amin…………

Advertisements
Uncategorized

Cerita Perabotan

Saat harus pindah tempat tinggal, karena jauh dari tempat kerja atau karena alasan lain, saat barang-barang tak mungkin dibawa semua mengingat bukan untuk menetap, rasanya ada sesuatu yang kurang sreg jika barang barang yang sudah punya kedekatan emosional dan sering digunakan, harus ditinggal dirumah utama yang hanya disinggahi seminggu sekali bahkan sebulan sekali jika tak ada waktu nengokin rumah.

Selama ini saya tinggal di mess perusahaan yang lokasinya satu lingkungan dengan kantor tempat saya bekerja, karena kapasitas mess yang tak begitu besar, akhirnya sebagian barang harus rela berpisah dari majikannya dan disimpan dirumah sendiri, berpisah dengan barang-barang tersebut rasanya kok seperti berpisah dengan sesuatu yang hidup ya.

Apalagi sebagian adalah buku-buku yang seabreg, semua barang itu rasanya tak sopan jika harus diberikan kepada orang lain, sebab sudah bukan baru lagi juga tak begitu istimewa atau ber-merk.

Cerita dibalik barang-barang milik kita, jika sudah nyaman dipakai walaupun tak istimewa tapi serasa punya nyawa dan ikatan bathin (lebay ya) tapi ini benar-benar yang saya rasakan, jadi setiap pulang kerumah di akhir pekan atau hari libur, biasanya saya menghabiskan waktu dirumah saja, dengan semua fasilitas yang dimiliki yang sudah tak bersama setiap hari.

Selain karena di lingkungan rumah pada ogah keluar para tetangganya, juga banyak hal yang bisa dilakukan banyak didalam rumah, entah itu bebersih, baca buku dan majalah sambil nyantai, buka-buka dokumen dan album foto, mainan bersama sekar di halaman belakang, berkebun dan lain-lain, hal itulah yang sangat menyenangkan jika tinggal dirumah saat liburan, dengan semua perabotan yang sudah nyaman bersama kita.

Saat waktunya harus kembali ke mess, biasanya saya bereskan semua barang, di packing dengan rapi ditempat masing-masing agar tak terkena debu karena lama harus nunggu saya datang untuk menggunakannya.

cerita ini tak penting tapi sebagai penghargaan buat perabotan yang sudah membantu urusan dirumah he..he…he…(lebay lagi deh)

Uncategorized

Bisakah kita lakukan Yang Lebih?

Sebagai manusia yang dilahirkan tanpa kelainan dan dianugerahi panca indera yang lengkap, adalah suatu hal yang patut sangat disyukuri, ya siapapun sudah tahu, bahwa hal ini sudah biasa, sudah lazim dan kita cenderung menganggap biasa saja.

Namun, pandangan terhadap sesuatu yang dianggap lazim dan biasa saja terhadap anugerah tersebut, buat saya berubah menjadi sesuatu yang istimewa dan serasa mempunyai harta tak ternilai yang baru terkuak dari timbunan-timbunan yang menutupinya selama ini.

Tanggal 07 September 2011, saya dan 9 orang Blogger yang ikut serta nonton acara Kick Andy secara Live di studio MetroTV, dengan tema “Keterbatasan Bukan Halangan”

Saya merasa tertampar hati, merasa malu dan merasa hati ini kerdil, bagaimana tidak? saya sering mengeluhkan segala sesuatu yang kurang penting atau bahkan larut pada sesuatu yang tak pantas dipikirkan, sehingga membuat diri banyak menunda hal-hal yang lebih penting dan patut dikerjakan untuk mengisi hidup yang berkualitas dan lebih baik.

Saya terisnpirasi oleh para Narasumber yang dipandu host Andy F Noya, mereka adalah orang-orang yang kurang beruntung, berikut profil mereka :

1. Pak Aceng dari Wonosobo, yang tak mempunyai kedua tangan sejak lahir, malah bercerita bahwa ia sempat mau dibunuh kedua orangtuanya ketika masih bayi, ini penuturan kakeknya, namun terselamatakan orang yang menolongnya, hingga dewasa Pak Aceng tetap semangat menjalani hidupnya dengan sukacita dengan segala keterbatasannya, malah masuk rekor MURI menjadi pemain gitar terbaik pakai kaki dan masih banyak lagi seabreg prestasi dan karyanya, ini adalah buku karya Pak Aceng yang dia tandatangani pakai kakinya.

2. Pak Sabar, yang hanya punya satu kaki, karena kecelakaan jatuh dari kereta api, walau sempat down, namun hatinya bertekad untuk tetap melangsungkan hidupnya dengan segudang prestasi dan pekerjaan yang menantang, seperti memecahkan rekor mendaki gunung tertinggi di Rusia, mount Everest, dan sejumlag gunung tertinggi ditanah air, bahkan Pak Sabar sempat mengharumkan nama Indonesia diluar negeri dengan menjuarai panjat tebing, sehingga bendera kita berkibar paling tinggi, tak hanya itu, Pak Sabar menghidupi anak istrinya dari bekerja sebagai Laundry gedung-gedung pencakar langit yang penuh resiko.

3. Ibu Sumi, yang hanya punya dua lengan tanpa tangan, cita-citanya menjadi fotographer profesional dan membantu suami mengepulkan asap dapurnya, tak memedulikan kekurangan yang ia punya, berprofesi sebagai tukang foto keliling adalah awal dari kebangkitan semangatnya, sampai akhirnya punya foto studio sendiri dan sering diundang pada acara-acara pejabat di desa, kelurahan, kecamatan sampai bupati, kepercayaan dirinya tampak jelas saat ditanya apa motivasinya ingin jadi Fotographer, ia ingin banyak dikenal orang dan alhamdulilah sampai masuk TV katanya, diselingi sambutan tepuktangan audience yang hadir.

4. Aam, anak ini hanya punya satu kaki, dan dua lengan tanpa tangan, namun murah senyum dan terpancar sikap semangat dan pantang menyerah, lukisan-lukisan yang ia buat sangat indah dan bagus walau dibuat oleh kakinya, Oh My God!! You are amazing Aam!!

Melihat dan menyaksikan secara langsung semangat serta karya mereka, dan sikap pantang menyerah serta melakukan kualitas hidup yang bernilai tinggi, juga mengisi hidup dengan berbagai hal yang berguna, membuat saya yang normal secara fisik malu, saya belum berbuat apa-apa, bahkan untuk mendekati apa yang mereka lakukan masih jauh, kebesaran dan kelapangan hati mereka menyisakan ruang energi positif yang dibagikan kepada kami para penonton yang hadir, sehingga hati tersentuh dan tergugah untuk buka mata dan hati agar dapat melakukan sesuatu yang lebih lagi dari apa yang telah mereka lakukan.

Kelapangan Hati, dorongan, gairah, kekuatan jiwa dan semangat yang dipunyai mereka adalah contoh kesempurnaan yang mereka punya walau punya keterbatasan fisik, tapi tidak dijadikan alasan untuk ngoyo, harga diri mereka sungguh tinggi.

Sebagai oleh-oleh dari acara ini, saya akan membagi satu buah buku karya Aceng diatas, caranya teman-teman tolong tulis di komen, hikmah apa yang akhirnya bisa merubah pola hidup bersyukur dan tindakan yang akan dilakukan setelah membaca apa yang mereka lakukan.