Uncategorized

Zoom-Zoom Experience with Mazda

Mengelola penghasilan dari hasil jerih payah selama bekerja, sudah pasti kita akan mementingkan kebutuhan pokok dulu, seperti stok sembako, menyisihkan iuran-iuran dan menyimpan biaya cadangan tak terduga.

Jika kita pandai mengatur pengeluaran yang ekonnomis, dalam arti mengeluarkan biaya hanya untuk hal yang benar benar tepat kita butuhkan dan dapat memberikan rasa nyaman, bukan hal yang mustahil kita dapat menyisihkan sisa penghasilan untuk tabungan, entah itu jangka panjang atau pendek.

Disaat tabungan telah terkumpul, dan cukup untuk membeli apa yang kita inginkan, sudah pasti ada pertimbangan memilih inventaris apa yang cocok dan fungsional serta membuat hati senang, ketika tabungan terkumpul tak ada salahnya kita membeli sesuatu yang diinginkan sebagai reward dari hasil kerja keras selama bekerja bertahun-tahun.

Ada keinginan untuk membeli kendaraan ketika anak saya nyeletuk Bu, coba ibu beli mobil ya, biar kita gak naik turun kopaja terus kalau bepergian Sebuah keinginan yang awalnya saya tanggapi dengan sebuah senyuman saja, namun ada keyakinan dalam hati bahwa hal tersebut bisa terwujud.

jiexpo-ims

Walau mungkin tabungan saya saat ini belum cukup untuk membeli kendaraan yag saya inginkan, namun saya sangat terpacu untuk menabung lebih giat lagi, dan untuk ancer-ancer, kebetulan pada Tanggal 22-31 Juli 2011 Pada Indonesia International Motor Show ke-19 di Jakarta International Expo Kemayoran, saya menyempatkan diri berkunjung ke pameran mobil yang spektakuler tersebut bersama teman teman, perhatian kami disana langsung tertuju pada booth MAZDA yang berlokasi di hall A, stand nomor 6, Booth Mazda berukuran 866 m , booth yang sangat membuat nyaman ketika melihat lihat berbagai model dan design terbaru, disediakan lounge yang memberi fasilitas untuk ngopi starbucks, PT Mazda Motor Indonesia (MMI) benar benar memberikan kenyamanan kepada seluruh pengunjung, dengan staff PT MMI yang stylish sesuai dengan inovatif terhadap model model mobil Mazda yang gaya dan berkualitas.

Semua model Mazda terlihat mewah, malah ada yang merupakan limit edition yaitu Mazda 2 yang berwarna orange yang tersedia hanya 17 unit dan dapat dipesan dalam jangka waktu tertentu, namun saya lebih naksir Mazda seri CX-7 berwarna maroon, karena saya penyuka warna maroon, selain itu, modelnya elegan, gaya dan sportif, ruangannya pun begitu luas dan luxurious, ketika test drive, mencoba yang matik, tarikannya begitu ringan dan leluasa dan ketika digas dan meluncur, rasanya zoom-zoom…ingin saja segera memiliki Mazda CX-7 tersebut, tertanam kuat dalam hati untuk segera mewujudkannya, dengan usaha menabung lagi lebih disipilin.

mazdaku

Untuk membeli inventaris yang sesuai dan berkualitas, kita harus memperhatikan latar belakang produk yang punya good will serta sudah terbukti kualitasnya di masyarakat luas, Mazda sudah terpercaya kualitasnya di masyarakat luas, malahan pada ikon baru Mazda MX-5 diberi anugrah gelar Best Selling 2-Seat Roadster dari Guiness Book of World Record.

si-maroon

Si Maroon yang bikin jatuh hati

zoom

Next Goal setting (Long therm)

Dengan inventaris yang kualitasnya penuh dan total, maka berbagai keuntungan dan kenyamanan pun akan kita dapatkan, selain itu ketahanan dalam jangka waktu lama dan keawetan sparepart yang ekonomis dan hemat karena terhindar dari terjadinya sering service.

Pengalaman gaya hidup zoom-zoom… dari Mazda sangat mengesankan dan membuat rasa percaya diri kuat tertanam dalam hati.

Advertisements
Uncategorized

Komunikasi Menunjang Quality Time Keluarga

Kenikmatan dan kepuasan seorang ibu adalah ketika anak merasa nyaman dan selalu ingin cepat berada dirumah setelah melakukan aktivitas sekolah maupun kegiatan tambahan lainnya, seperti mengaji dan ekskul.

Karena dari rumah, saya selalu berusaha membuat kenyamanan mulai dari memasak sendiri menu makanan sehari hari, membersihkan dan menata rumah dengan tata ruang yang hangat dan dipadu padan dengan motif interior warna pastel yang ceria, sehingga Sekar anak saya merasa berada di wonderland.

Semua hampir di lakukan sendiri walaupun saya seorang ibu bekerja full time di kantor yang agak jauh dari rumah, karena Sekar sudah agak besar, maka saya tidak lagi memakai jasa pembantu, selain sedikit menghemat pengeluaran, juga tidak ingin kedekatan emosi dan bathin saya dengan anak diambil alih orang lain.

Kebetulan adik sepupu saya ingin meneruskan kuliah di sebuah universitas dekat tempat tinggal saya, jadi Sekar bisa ada teman ketika saya bekerja.

Kebersamaan bersama Sekar dengan waktu yang sedikit, Senin sampai Jumat kita hanya bertemu pagi dan malam hari, membuat saya harus pandai mengatur agar dalam waktu yang singkat, kebersamaan kami tetap berkualitas, biasanya saya memanfaatkan waktu tersebut, ketika bangun pagi usai sholat subuh, saya langsung membersihkan rumah dan seisinya, lalu membuatkan sarapan untuk Sekar dan sepupu saya, setelah itu menyiapkan menu bahan makanan yang sudah siap olah beserta bumbunya, jadi untuk makan siang dan sore, adik sepupu saya tinggal memasak bahan yang sudah saya siapkan sesuai petunjuk dari saya.

Kebersamaan dipagi hari bersama Sekar juga sepupu yang tinggal bersama, sebelum berangkat ke kantor, kami berbincang tentang apa saja disela sarapan, dari mulai masalah pelajaran, kisah dengan teman temannya sampai rencana akhir pekan dibicarakan.

Saat dikantor pun saya selalu memantau keberadaan dan aktivitas anak melalui komunikasi yang tepat, pada jam dia pulang sekolah, jam ngaji dan bermain dirumah, untungnya Sekar termasuk anak rumahan, dia senangnya kalau sedang tidak ada kegiatan diluar rumah, mengerjakan PR, nonton tv dan mewarnai gambar.

Hal tersebut sangat membantu saya yang harus berpacu dengan waktu, saat harus memanage waktu yang singkat dirumah untuk mengerjakan segala hal yang quality time, saat sore hari saya pulang kerja, setelah istirahat sejenak, saya memeriksa PR Sekar, setelah itu menemaninya belajar, selesai belajar kami berbincang atau sekedar nonton tv sesaat atau main game bersama bahkan mewarnai gambar bersama.

Jam 9.30 Sekar harus tidur, sebagai pengantar tidur, selain doa mau tidur juga sebuah dongeng yang saya buat sendiri atau nyontek dari buku dan majalah, walau Sekar sudah besar, ia masih senang dibacain dongeng sebelum tidur dan protes kalau absen dibacain dongeng.

Setelah Sekar tidur, saatnya me time, saya bisa lihat lihat buku paket dan lks pelajaran Sekar, karena harus bisa sama sama belajar, agar bisa memberi masukan dan latihan dirumah, jadi saat disekolah sudah lancar, kegiatan lainnya menulis draft untuk posting blog, menulis naskah buku, sesekali menyapa teman di dunia online dan merancang planning planning yang perlu.

Walau ada sederet kegiatan dan aktivitas diluar kerja, namun saya selalu terus mengedepankan kepentingan anak saya dan keluarga, maka disaat saya menghadiri acara apapun jika Sekar tidak ikut serta, saya selalu berkomunikasi sesering mungkin, dengan sarana komunikasi yang menunjang dan tepat, saya tak khawatir putus kontak karena kehabisan pulsa atau terjebak mahalnya biaya komunikasi.

Uncategorized

Fight Never Ending Competition

Sebelumnya ada yang menganggap judul blog saya adalah kisah perkelahian yang tak berakhir he..he…padahal ini makna terdalam dari arti kata yang sebenarnya.

Fight Never Ending adalah sebuah Motto hidup yang digaungkan dalam hati sejak Tahun 1995 lalu saat saya kelas 3 SMA, karena perjalanan hidup dari kecil sampai besar selalu dilalui dengan perjuangan dan tantangan yang tak biasa, kenapa tak biasa? karena saya berbeda dengan teman teman saya pada saat itu, saat teman teman saya memperoleh semua kemudahan dan fasilitas yang layak dari mulai uang jajan, buku pelajaran, tas, seragam sekolah dan lain sebagainya dari orangtuanya, saya tidak semudah itu mendapatkannya, bahkan saya harus ikut berjuang membantu orangtua serta opung saya yang mengurus sejak kecil.

Mulai usia 8 tahun saya sudah bisa mengantarkan kue pastel yang dibuat Opung saya ke warung warung dekat rumah, sore harinya baru ambil hasil penjualannya, disaat SMA saya juga membantu Bibi saya yang punya home industri membuat kue lapis yang diantar ke toko toko kue serta pasar di Bandung, mulai dari subuh jam 5 setelah sholat shubuh, saya sudah meluncur ke pasar untuk mengantarkan kue lapis itu, pulang dari toko dan pasar, belanja bahan kue, numbuk daun suji buat pewarna lapisnya, bikin adonan, lalu ngukus lapis, siangnya sekolah, disekolah kadang rasa kantuk tak bisa dikompromi.

Pulang sekolah masih harus mengiris kue kue lapis itu dan membungkusnya, biasanya saya sambil belajar dan kerjain PR, biar tidak boring setel celine dion di tape recorder hehe…

Tak hanya itu, selain bantu bibi mengantarkan jualannya dan bikin kue, saya pun di kelas 2 SMA sambil bisnis kosmetik bermerk Sara Lee, sekarang sudah tidak ada ya? juga bisnis sweater rajutan yang saya ambil dari pabriknya, pokoknya untuk hidup saya, biaya sekolah dan jajan, tak sepenuhnya saya dapat dari orangtua, saya cari penghasilan tambahan sendiri.

Sampai saya kuliah, kerja dan menikah pun masih banyak hal yang perlu perjuangan tak henti, namun semua itu saya nikmati alurnya dan saya resapi makna dan hikmahnya sehingga mendapatkan buah atau reward yang tak disangka sangka saya dapatkan dari setiap perjuangan yang penuh ranjau dan kelok serta duri itu.

Makanya, perjuangan berat serta kegetiran itu sudah jadi sahabat sejati saya, hingga tak segan untuk menerimanya kala datang, akhirnya gak enak sendiri dan pergi, digantilah dengan reward reward yang membuat saya cukup bahagia.

Makna Fight Never Ending tak akan pernah sirna dan akan datang silih berganti, kekuatan makna Fight Never Ending yang selalu mencambuk diri untuk tegap berdiri dan selalu tersenyum.

* Kebetulan dihari Ulang Tahun Blog ku yang ke 3 ini, bertema Fight Never Ending, ada buku sebagai tanda mata buat teman teman yang bersedia posting dengan tema sebagai berikut :

1. Ceritakan opini dari makna Fight Never Ending menurut teman teman?

2. Cukup posting di blog masing masing dan diakhir postingan cantumkan bahwa postingan tersebut diikutsertakan dalam rangka ultah blog Fight Never Ending ke 3 dengan backlink ke artikel ini.

3. Kirim Nama, Nama Blog dan URL postingan ke aniberta77@hotmail.com paling lambat Tgl 31 Juli 2011 Jam 12.00 dan cantumkan URL postingan di kolom komentar disini.

* Hadiah :

8 Buku karya saya Berjudul Harmoni Dibalik Meja dan Sayonara Razo San

5 Merchandise dari Blogdetik.com

Merchandise dari Internet Sehat berupa;

5 Norton antivirus Security,

5 Voucher XL masing masing 100rb,

5 DVD Film linimas(a), dan

5 CD Kompilasi Internet Sehat

1 Buku karya Julie berjudul Pada suatu ketika,

1 Buku karya MatahariTimoer berjudul Bang Namun dan Mpo Geboy,

1 Buku karya Hesti dan Wicak berjudul Manterakata

1 Buku karya Lusia Dayu berjudul Serpih dari Idana

1 Buku karya Lusia Dayu berjudul Renata Mencari Cinta

2 Buah Buku pengembangan kepribadian

* Ketentuan Pemenang :

Akan dipilih Juara ke 1, 2, 3, 4 dan 5

Dan Terbaik 10 Besar

Pengumuman pemenang pada tanggal 03 Agustus 2011

Ditunggu ya partisipasinya 🙂

Uncategorized

Ngopi dan Ngobrol Smartphone bareng Detikinet

ngopi

Tanggal 28 Juni lalu, saya ikut serta program ngopi yang diselenggarakan Detikinet dengan tuan rumah @wicakhidayat dengan mengusung tema ‘makin produktif dengan smartphone’

ng1

Yang hadir saat itu beragam, dari mulai eksekutif muda, karyawan, pedagang dan mahasiswa, hadir pula pembicara dari keempat ID Gadget yang sudah tak asing lagi yaitu Pak Sembiring dari Komunitas Nokia, Pak Lucky Sebastian dari ID Android, Pak Indra dari ID Iphone, dan Pak Johan dari ID BlackBerry.

ng5

ps8

Peserta Ngopi yang sedang menyimak penjelasan dari Nara sumber, *foto dari detikinet*

Smartphone adalah HP yang berfungsi selain untuk menelepon dan sms, bisa juga untuk terhubung dengan berbagai fasilitas sosial media seperti Facebook, Twitter, Foursquare dan internet yang pasti akan memudahkan untuk berbagi informasi dan melakukan komunikasi tanpa batas.

Smartphone dapat membantu dalam pengiriman data secara cepat dan efisien khususnya yang suka keluar kantor atau keluar kota, semua data dapat di kompres dan dikirim melalui smartphone, jadi tidak tergantung sama PC.

Dengan adanya smartphone, sudah pasti merupakan andalan untuk produktivitas kita dalam melakukan pekerjaan, membuat karya, game kreatif dan efisiensi transaksi terhadap komunikasi.

Namun dengan kemudahan dan andalan dari smartphone ini, jangan sampai kebablasan untuk lama lama berdekatan dengan gadget pintar ini, sebab malah akan menimbulkan ironi, bukannya pekerjaan menjadi effisien tetapi menimbulkan pekerjaan pekerjaan lain yang dirasa kurang manfaat dan cenderung mengabaikan hal hal yang justru konkret dan bermakna.

Menurut Pak Johan dari ID Blackberry, kebiasaan masyarakat sekarang jika bertemu teman lama, kolega atau sedang melobi, yang dibahas duluan pasti saling menanyakan gadget apa yang kita punya, fitur fitur unggulan apa yg ada dan lain sebagainya, sedangkan hal ini sepatutnya bisa jadi obrolan sampingan dikala urusan penting sudah kelar, kadang pertanyaan dan poin obrolan yang utama jadi terabaikan karena cenderung interest dengan bahas si gadget pintar ini.

Terkadang disaat berkumpul dengan keluarga yang langka dilakukan, masing masing masih sibuk dengan gadget masing masing, dan menurut Pak Sembiring, pengalaman buruk beliau dengan gadget, pada saat meeting sibuk balas chattingan dan selesaikan game angry bird nya, pas ditanya poin penting sama bos dari hasil meeting itu, blank. Pelajaran berharga tentunya ya.

Bagaimana caranya agar kita dapat mengendalikan diri dari segala aktivitas smartphone agar tak mengganggu aktivitas dan produktivitas lain secara nyata :

1. Harus menjaga titik titik tertentu untuk memperoleh kesadaran real time kita.

2. Ada jarak peletakan smartphone di saat saat tertentu, agar tidak mudah terjangkau, misalnya tinggalkan dulu smartphone disaat makan bersama, disaat berkumpul dengan keluarga, disaat meeting dan menjelang tidur.

3. Jangan sampai lengah di tempat umum, karena alasan sambil menunggu, malah asyik dengan menunduk pada smartphone, tanpa lihat kanan kiri.

4. Ketika berada ditempat umum yang ramai, apalagi sedang membawa anak kecil lebih baik si smartphone dimasukan tas saja dulu, jangan sampai anak kita turun lift sendiri atau lari ke pinggir pagar mal yang tinggi, waduh lebih penting smartphone atau anak kita jadinya nih he..he…jangan sampai anak kita digandeng orang lain atau malah diculik saat kita sibuk dengan aktivitas di smartphone.

ng6

Dari ki-ka Mas Wicak dari Detikinet, Pak Marpaung dari Nokia Community, Pak Lucky Sebastian dari Android, Pak Johan dari ID Blackberry, dan Pak Indra dari ID Iphone.

Dengan perbedaan gadget yang kita miliki, menurut Pak Indra dari ID Iphone, bukannya kita menutup diri terhadap gadget gadget lain yang mempunyai fitur berbeda dengan segala kekurangan dan kelebihannya, namun kita pun bisa saling belajar dan ikut menyatu untuk satu tujuan yaitu silaturahim dan saling berbagi pengalaman.

Acara pun ditutup dengan sangat meninggalkan kesan kekeluargaan dan petikan manfaat tentang si smartphone sampai kedalam dalamnya.