Uncategorized

Writing make me fresh

keyboard1"\"keyboard\""Kala suntuk, bahagia, ketika punya segudang ide dan opini dalam kehidupan, jika dituangkan dalam satu tulisan akan mempunyai makna yang berarti, entah itu untuk pemecahan masalah, mengurai sesuatu yang kusut, atau menambah suatu nilai terhadap suatu kejadian.

Saya hampir setiap hari menuangkan segala sesuatu dalam tulisan, entah dalam blog, buku diary, kertas coretan atau komputer dirumah, jika malam hari saat semua beres dan anak sudah tidur, saya sempatkan menulis apa saja yang ada dalam pikiran, atau bisa juga mengembangkan garis besar ide tulisan yang saya temui untuk bahan posting di blog.

Pernah punya pengalaman saat mau bekerja, mood hati benar benar buruk dan malas melakukan aktivitas pada saat itu, kalau sudah begitu, saya biasanya coret2 dikertas atau menuliskannya di blog atau apa saja yang ada di pikiran pada saat itu, begitu terurai segala sebab akibatnya serta ketemu akar permasalahannya, beban perasaan dan hati menjadi fresh dan langkah untuk mencari solusi mudah didapat.

Menulis banyak sekali manfaatnya, selain dapat menuangkan banyak ide, menumpahkan pikiran yang sudah penuh di otak, juga bisa menjadi reminder jika suatu saat menemukan masalah serupa.

Menulis juga bisa untuk menjabarkan segala hal , agar segala sesuatu menjadi clear dan kronologis suatu peristiwa bisa terurai.

Ketika kita merasakan suatu pendapat terhadap suatu kejadian atau tentang suatu hal, bisa kita tuangkan dalam satu tulisan, dan share sesuatu yang bermanfaat bisa dilakukan di blog gratisan jika belum punya domain sendiri.

Punya blog , kita seolah punya tempat untuk ekspresi dan eksis ketika tulisan kita belum sempat dipublish di media komersil, syukur syukur jika ada penerbit yang mau menggaet, menguntungkan bukan?

Tetapi menulis bukan tujuan utama komersil, jika niat kita sudah mengarah kesitu ide kita jadi berantakan dan kurang fokus pada karya yang murni karena mikirin honor, royalty dan lain sebagainya.

Jika ingin tulisan kita bermanfaat ada baiknya diniatkan untuk berbagi sesuatu bermanfaat dan mengasah kemampuan untuk menuangkan segala hal secara otentik.

Advertisements
Uncategorized

Arsik Ikan mas VS Pais Lauk emas

Betapa senang mempunyai orangtua berlatar belakang dua budaya, Bapak dari Tapanuli dan Ibu dari Garut Bandung , yap perpaduan antara Batak dan Sunda,banyak orang bilang bahwa itu adalah perpaduan yang kontras he..he…sehingga namaku adalah Ani Berta .

Bukan hanya membuatku jadi kaya kebudayaan, bahasa, namun untuk masakan pun jadi banyak variasi dan kadang saya suka memadu padankan antara masakan Batak dan Sunda, sebab jika salah satu masakan daerah saja yang terhidang saat kumpulan keluarga, pasti salah satunya akan iri, kenapa masakan dari mama saja atau papa saja yang terhidang, kalau budget lagi penuh bisa saja memasak dua menu khas Batak dan Sunda, namun jika budget sedang banyak alokasi , akhirnya dipadu padan biar adil.

Salah satu masakan yang sering dipadu padan adalah masakan olahan ikan yang dari kedua budaya itu mempunyai ciri khas, kalau dari Batak namanya Arsik Ikan mas dan dari Sunda Pepes Ikan mas alias Pais lauk emas kalau dalam bahasa Sunda nya.

Secara sepintas, kedua masakan ini tampak sama, namun ada beberapa bumbu yang berbeda dan cara masaknya pun berbeda.

Jika ARSIK IKAN MAS resepnya sebagai berikut :

Bahan :
1 kg ikan mas , bersihkan dan buang insangnya, tidak dibuang sisiknya
25 batang serai, 1 batang kecombrang , memarkan
50 gr bawang batak (lokio), bersihkan
1 sdm air asam jawa, larutkan dengan 250 ml air
3 cm lengkuas, memarkan
1000 ml air

Bumbu Halus :
6 buah cabai merah (bisa ditambah jika suka pedas)
10 buah bawang merah
7 siung bawang putih
6 cm jahe
6 butir kemiri
1 sdt andaliman
10 cm kunyit
garam secukupnya

Cara membuat:
1. Lumuri ikan dengan bumbu halus, masukkan sebagian serai ke perut ikan. Sisa serai digunakan sebagai alas wajan.
2. Letakkan ikan dan lengkuas di atas serai lalu tuangi air asam, biarkan air meresep kemudian tambahkan air. Tutup wajan dan masak diatas api sedang/kecil hingga air mengering

Jika PEPES IKAN MAS/ PAIS LAUK EMAS resepnya adalah :
Bahan:
1Kg ikan mas, dibersihkan
2 ikat daun kemangi
2 batang serai, iris
3 cm lengkuas iris
4 lembar daun salam
3 sendok makan minyak goreng
daun pisang untuk membungkus

Bumbu Halus:
7 buah cabai merah
12 butir bawang merah
5 siung bawang putih
6 butir kemiri
4 cm kunyit
2 sendok makan garam

Cara membuat :
1. Aduk ikan mas dengan bumbu halus dan minyak goreng. Ambil selembar daun pisang. Taruh ikan di dalamnya. Tebarkan kemangi, serai, lengkuas, dan salam. Bungkus di dalam daun pisang.

2. Kukus di atas api kecil selama4 jam

Perbedaan hanya terletak pada bumbu dan cara memasaknya, jika arsik ada bumbu khas lokio (bawang batak), andaliman dan campuran sayurannya adalah kacang panjang, serta cara memasaknya di steam atau direbus dengan dialasi daun serai dan bumbu sampai airnya meresap.
Dan untuk Pepes Ikan mas / Pais lauk emas, sayuran pelengkapnya adalah kemangi dan cara memasaknya ikan dibungkus daun pisang dan dikukus, sehingga aroma ikan mas akan lebih sedap dari aroma daun pisang pembungkusnya.
Menurut saya dua duanya punya rasa yang luar biasa, walau untuk bumbu dasar punya kesamaan namun tetap punya ciri khas, jadi saat kolaborasi memasak antara arsik ikan mas serta pais lauk emas, rasanya sungguh eksotis, saat di kolaborasi biasanya saya mencampur bahan sayuran antara kemangi, kecombrang dan kacang panjang menjadi satu, dan untuk serai diganti dengan daun pisang dan tomat iris.
Sajian istimewa ini akan terhidang saat ada acara keluarga besar, baik lebaran, acara buka puasa bersama, ulang tahun atau arisan, menu ini sangat dinanti jika ada acara keluarga, bahkan pada saat pemberitahuan ada acara di rumah, yang ditanyakan pasti ” Ada arsik pais ya sama bubuy sampeu?” begitu tanya nya.
Menyajikan sajian yang dianggap istimewa dan semua orang senang bahkan sampai merasa kangen dengan masakan yang pernah kita buat dan disantapnya adalah suatu karya dan prestasi yang membanggakan dan membuat berbunga bunga , berlebihan sih kedengarannya ya? namun memang itulah kenyataan yang kurasakan, karena ada kepuasan tersendiri untuk hal itu.
Begini kira kira hasil Kolaborasi masakan Pais arsik :
pais-arsik
Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba Sajian Istimewa masukdapur.blogdetik.com
Uncategorized

Paperplus Bookstore

Bukan hanya Toko Buku Gramedia dan Gunung Agung saja yang membuat kita nyaman untuk berbelanja buku atau sekedar ingin baca baca, selama ini jika ingin hunting buku atau hanya sekedar baca baca dengan nyaman, kita pasti akan cari Gramedia atau Gunung Agung, karena selain toko buku tersebut lengkap, bisa dengan bebas duduk berjam jam melahap buku yang kita suka.

Jika didaerah kita atau disekitar rumah kita tak ada Gramedia, tak perlu khawatir sebab sekarang ada berbagai Toko Buku selain Gramedia atau Gunung Agung yang sama nyaman dan lengkapnya, contohnya Toko Buku Paperplus , anak dari cabang Toko Buku Kharisma yang sudah banyak cabangnya di Jabodetabek.

Toko Buku Paperplus Cabang Pamulang adalah tempat favorit saya dan Sekar sewaktu masih tinggal di Pamulang Tangerang, jika suntuk sepulang kerja atau akhir pekan dan tidak kemana mana, maka tempat inilah jadi pilihan, Sekar pun suka ikut lomba mewarnai yang diadakan Paperplus.

di-paper-plussssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssss

Ruangan yang luas dan asri, membuat betah berlama lama dan mencuri ilmu dari buku buku disini

huhuhuhuhuhuhuhuhuhuhuhi

Tempat baca anak anak yang Homy, suasana rumah yang nyaman.

Refreshing sambil membuka buka gudang ilmu akan semakin membuka wawasan kita tentang apapun, jadi biasakan anak anak untuk mencintai dan menyukai buku, agar sudah besar terbiasa untuk menimba ilmu yang sebanyak banyaknya.

Bookstore second hand semacam di pasar senen Jakarta Pusat, Palasari Bandung atau dimana saja, juga tak kalah mengasyikkan kita bisa hunting buku bermutu yang murah namun masih layak baca, atau komik komik masa lalu yang masih bagus.

Jadi yukkk rame rame kita ke Toko Buku 🙂