Uncategorized

All about “Angkot”

Sungguh besar jasa angkutan kota alias angkot berikut sopirnya, bagaimana tidak? walau kita tidak mempunyai mobil sendiri tapi masih bisa bepergian kemanapun memakai jasa angkot ini, kita bisa sampai tujuan dengan lancar dibanding jalan kaki.

Membayar angkot yang tidak ada keneknya, tarif nya tidak ada patokan, yang ada kita cuma mengira ngira, dari kebiasaan dan kebanyakan orang membayar, jika dari daerah A ke daerah B sekian, jika dari C ke D sekian, jika ada penumpang yang baik hati, tidak tega dengan naiknya BBM dan memikirkan si abang sopir ini cukupkah setoran buat pemilik angkotnya jika angkot itu sewaan akan membayar lebih dari tarif standarnya, jika ada penumpang yang tidak punya hati, akan membayar seenak dengkulnya , ngasih uang kurang dari tarif dan ngeloyor pergi setengah berlari karena sopir neriakin penumpang itu yang menghasilkan rasa malu karena penumpang lain matanya tertuju pada si penumpang yang bayarnya kurang itu.

Hal yang membuat sopir angkot tak berdaya dan merasa serba salah ketika ada sekawanan pencopet yang menggunakan modus bermacam macam didalam angkotnya, mau nolong penumpang , dia gak berani karena sendirinya pun terancam, tidak ditolong, masa iya?

Naik angkot tidak akan ketinggalan saat ngetem, yaitu saat menunggu angkot penuh, penumpang ada yang sedang buru buru, ngomel ngomel karena ngetem kelamaan, namun apa daya, angkot bukan kendaraan pribadi, kata si sopir ” Anda butuh waktu dan kami butuh uang.”

Penumpang hampir semua tempat duduk favoritnya dekat pintu keluar, alasannya biar mudah keluar ketika mau turun, otomatis penumpang yang baru naik minta geser kedalam, dia malah geser kearah luar, kalau kakinya keinjak marah. Padahal sering sekali ada penumpang ibu ibu yang sudah bawa bayi, bawa bawaan banyak, atau kakek nenek yang jalannya susah, harus masuk kedalam angkot dengan susah payah melangkahi kaki penumpang yang berada dekat pintu itu, tak jarang yang kesandung dan terjatuh tetapi yang dekat pintu itu cuek aja.

Sebagai pemakai setia jasa angkot, saya banyak memerhatikan segala hal yang terjadi diangkot, jadi memang di angkotpun banyak masalah etika yang harus diperhatikan agar sama sama merasa nyaman dan tidak menimbulkan kebencian karena hal sepele ;

1. Penumpang yang lebih dulu naik seharusnya jika ada penumpang yang baru naik, menggeser kearah dalam sehingga tidak menghalangi orang untuk masuk.

2. Sebaiknya jangan merokok diangkot karena takutnya ada penumpang yang buka smokers atau merasa terganggu dengan asapnya.

3. Tidak buang sampah diangkot, jika ada sampah kita bekas makan permen atau kue, bisa kita taruh dalam tas dulu lalu nanti kita buang ditempat sampah.

4. Tidak meludah diangkot

5. Bayar ongkos sesuai tarif sewajarnya.

Teman teman punya kisah dengan si angkot? Berbagi cerita yukkkk………..

Advertisements
Uncategorized

Get Rewards from Unlucky

Bagaimana kita bisa mengelola perasaan saat roda berputar dan kita merasakan pada posisi roda sedang dibawah? Sedangkan kita tak akan mampu mengatur porosnya agar roda tersebut tetap berada diatas? Setelah kita berusaha menelaah dan menyelami kenapa sampai ada kalanya kita harus mengalami hal itu, sudah pasti akan bertemu yang namanya kebaikan dari semua itu yang disebut Hikmah.

Ketidak beruntungan dan semua yang berbau perasaan sedih, pedih, kurang, sakit, dan lain sebagainya yang membuat hidup terasa kurang percaya diri dan down bukan hal yang jarang kita temui dalam kehidupan kita, setiap saat cobaan dan rintangan datang silih berganti.

“Duh cobaan dan keperihan kok bisa membuahkan kebahagiaan? Bagaimana bisa??” Tanya seseorang.

Bisa, karena ketika kita telah mengalami berbagai peristiwa yang menyakitkan, kepedihan, kekurangan dan ketidak beruntungan lainnya, disaat ia berusaha sekuat tenaga untuk memulihkan keadaannya, berusaha untuk memperbaiki nasibnya dan berusaha untuk menyelesaikan masalahnya setahap setahap, pada saat berhasil membuat suatu solusi dan keadaan jadi lebih baik, ia akan mengalami rasa puas dan kebahagiaan yang bermakna.

Karena dengan kebahagiaan yang dicapai dari perjuangan dan usaha sendiri, hasilnya akan membuat ia percaya diri dan membuat hidupnya lebih berarti untuk dirinya sendiri maupun orang lain, karena usahanya untuk menjadi lebih baik bukan dari upaya merepotkan orang lain juga bukan dari upaya mengambil hak orang lain.

Selain itu ketika seseorang telah mencapai sesuatu yang diinginkan dari hasil perjuangannya melewati berbagai rintangan, ia akan merasakan bahwa hidup dalam posisi yang tidak menguntungkan itu rasanya betul betul memberi efek pencambuk untuk ke arah lebih baik.

Sensasi perbedaan situasi itu bisa ia rasakan, pada saat susah terobati dengan hasil maksimal yang dilakukannya, maka perasaan bahagia yang sebenarnya telah didapatkannya.

Setelah ia benar benar merasakan hal yang tidak nyaman itu ia akan tetap berusaha lebih baik ketika sudah mencapai cita citanya, karena tidak berharap situasi yang tak menguntungkan itu kembali lagi.

Mengelola perasaan ketidak beruntungan itu memang tidak mudah, perlu energi mental yang kokoh dan harus punya prinsip juga kesabaran dan usaha, jika kita mampu, bukan hal mustahil setiap saat hidup kita dihampiri makna hidup yang sangat berarti dalam situasi apapun.

Jika dibandingkan dengan orang yang hanya lurus lurus saja mendapat kemudahan dan keberuntungan dalam hidupnya, ia hanya lurus lurus saja tidak mengalami yang namanya perjuangan dan tidak tahu bagaimana perasaan susah itu, jadi semua kebahagiaan yang didapatnya hanya ia rasakan biasa biasa saja.

Let’s get the happiness rewads from unlucky moments.
Uncategorized

Bersama Blogger Bogor

Cerita akan semakin sip jika ada bukti dokumentasi, Tgl 10 Oktober 2010, saya menghadiri gathering yang diadakan Komunitas Blogger Bogor di kediaman Bapak Sjafri Mangkuprawira seorang Dosen IPB yang menjadi pembina komunitas ini, selain tambah teman baru, ilmu, wawasan juga saya ikut bergabung dengan komunitas yang sudah berdiri dari tahun 2008 lalu.

Ada juga Dblogger yang datang seperti saya, Andivan, Erfano, dan MT, kebetulan MT adalah seorang pupuhu atau ketua komunitas Blogor sampai periode 2012, jadi hadir pada saat acara pengukuhan pupuhu, saya dan teman teman dblogger senangnya bukan main.

10102010004

Pengukuhan pupuhu dan pengurus Komunitas Blogger Bogor oleh Bpk Prof.Dr Sjafri sebagai pembina.

Komunitas Blogger Bogor tidak hanya beranggotakan khusus Blogger yang berdomilsili di Bogor saja, jika kita punya keterikatan bathin dengan Bogor, punya cerita dengan Bogor atau punya Family di Bogor atau apapun yang membuat kita berkesan tentang Bogor dapat bergabung dengan komunitas ini.

Yang saya ketahui komunitas ini sering mengadakan pelatihan blog secara free dibeberapa tempat,

10102010014

Bersama Blogger Bogor

10102010012

Bersama Gita dkk

10102010010

10102010006

Sekar sedang memancing ikan mas daaannnn hasil pancingannya iniiii…..

10102010005

Omm…..tolong lepasin ikannya sekar berat nihhh………

Sepulang dari kopdar yang sangat menyenangkan ini, banyak hal yang bisa dipetik, diantaranya bentuk positifnya kegiatan yang diadakan Blogor sangat realistis dan terorganisir, kerjasama antar pengurus begitu solid, kompak dan benar benar saling membantu, hal ini dapat dijadikan contoh bagi komunitas manapun, wejangan dan paparan ilmu dari Pak Sjafri sangat memberi manfaat baik buat pribadi maupun umum, terima kasih Pak Sjafri

Uncategorized

Oh Smartphone

Jaman sekarang sudah lumrah ya pemandangan entah itu di mall, di bakso kaki lima, tukang gorengan, tukang jamu , orang kantoran dll pada bawa bawa hp yang entah itu lagi telp, sms atau menggunakan jejaring sosial fb, twitter, yahoo koprol dll.

Saat ini banyak sekali smartphone yang berfungsi macam macam, selain untuk telepon, sms, browsing, MP3, Office dll, sangat memudahkan komunikasi, sangat menghibur juga sangat menaikkan gengsi dan gaya sipemiliknya jika smartphone yang dia punya adalah keluaran merk terkenal dan seri terbaru, untuk pekerja kantoran atau pengusaha semakin dimudahkan dengan adanya fitur data office dan fasilitas email yang cepat.

Benda mungil dan ajaib ini benar benar membius banyak orang dari berbagai generasi, jika tidak ada self kontrol untuk menggunakannya, akan mengganggu hal hal penting sebagai berikut :

1. Produktivitas kerja menurun, karena mungkin pada saat harus memikirkan proposal, planning, atau deal dengan customer, atau saat meeting , konsentrasi terpecah karena ketagihan untuk selalu update status fb, mention twitter, chatting atau ngecek komentar komentar, tanpa sadar dirinya sudah di dikte dan diperbudak oleh teknologi, diiming imingi eksisnya serta kehangatan semu dari dunia maya.

2. Hubungan dengan keluarga, sahabat bahkan teman akan menjadi tidak konsen dan tidak tulus, karena bisa jadi konsentrasi terpecah saat sedang berinteraksi dengan teman dunia maya dan nyata, tak jarang orang yang sedang berhadapan dengan kita merasa dicuekin karena bisa jadi raga berdekatan namun jiwa dan pikiran berada dengan orang lain.

3. Hubungan rumah tangga bisa juga terpengaruh , ada cerita curhatnya salah satu temanku, saat jalan ke mall bersama suami dan dua anaknya yang masih kecil kecil, si bapak dan anak anak duduk dulu di resto fastfood, sementara ibunya belanja di supermarket, si bapaknya sibuk dengan BB kesayangannya, si anak anak keliaran mall berdua dan naik turun lift tanpa sepengetahuan ibu bapaknya, alhasil pas si ibu kembali, ngamuk ngamuk sama si bapak karena anaknya gak ada disitu sementara si bapak masih tertuju sama BB nya entah lagi fb an atau Bbm an, sesampainya di rumah pecahlah perang dunia.

4. Paling tidak setuju apabila si smartphone terlihat gak mau lepas dari sipemiliknya, sampai ke toilet pun dibawa bawa, mau lepas kalau tidur sama mandi saja, seolah olah si smartphone itu adalah berhala nya, amit amit deh 😦

5. Berpengaruh terhadap bimbingan dan kedekatan dengan anak, pengalaman pribadi nih he..he….empat bulan yang lalu, saat belum menyadari dan tidak punya self control sama si smartphone ini, saya sampai diprotes sama Sekar, katanya “ibu sekarang kalau ngajarin sekar belajar suka cepat cepat dan gak pernah dongengin lagi kalau mau tidur, ibu facebookan melulu” Wahhhh….tertonjok deh ini hati , langsung kutaruh si smartphone dan aku peluk Sekar. Besoknya ditahan tahan deh mau pegang si smartphone, sekarang update status kalau bener2 lagi luang banget dan chatting cuma pas lagi online dikantor saja.

Pemakaian smartphone akan membantu bila menggunakan pada waktu yang tepat dan benar benar luang, tetapi jika kita tetap menuruti bujukan si smartphone secara tidak langsung kita sudah diperbudak, di dikte dan dikuasai teknologi, bukankah seharusnya kita yang menguasainya? Jangan sampai sebaliknya ya.

Karena walau sehebat apapun teknologi tetap tidak bernyawa dan tidak dapat mengerti diri kita, sebanyak apapun teman yang ada di dunia maya, akan lebih berarti jika perhatian kita lebih tertumpu pada orang yang sedang berada didekat atau hadapan kita.

Tidak salah jika kita menyukai, memiliki si smartphone merk apapun namun pemakaian harus benar benar bijak dan sesuai kondisi.